Hai pejuang skripsi.

Menjadi mahasiswa akhir adalah sebuah kepastian jika kamu memasuki jenjang universitas. Tak diragukan lagi, masa - masa bahagia menjadi mahasiswa itu pasti akan berlalu, mau tidak mau kamu harus menjadi salah satu pejuang skripsi. Yeah, pejuang!

Terlebih untuk kalian mahasiswa science, mari kita melepas penat sejenak. Status mahasiswa akhir jangan membuatmu penat ya, atau kalian malah bahagia karena status mahasiswa bakal kalian tanggalkan? Ada banyak tipe mahasiswa dalam menjalani kehidupan tingkat akhir, mulai dari yang antusias, biasa-biasa saja, no spirit, sampai yang jalani saja.

Di kalangan mahasiswa akhir ini, skripsi akan menjadi skripsweet jika kita semangat banget, tapi jika tidak ya, mereka menyebutnya skripsh*t. Mau semangat atau tidak, kalian harus menyelesaikan sebisa kalian ya! Semangat! Di jurusan Science, bisa dibilang alur skripsi kita agak beda dari yang lain. Kita akan mengawali dengan 'apa yang akan kita jadikan penelitian', lalu memasuki masa penelitian, dan akhirnya skripsi is coming. Itu belum termasuk revisi - revisi yang akan diberikan dosen ya, dan mesti bersabarnya di masa penelitian.

Bagi kalian yang akan menjadi mahasiswa akhir, dan masih bingung dengan apa yang akan kalian hadapi. Boleh lah, kita berbagi cerita.

1. Pikirkan apa yang akan kamu persembahkan di skripsimu nanti

Tentukan tujuan penelitian ya. via http://www.insightstudy.co.uk

Awal dari semuanya adalah, kamu harus membuat judul penelitianmu. Apapun ide yang kamu dapat coba disusun dan jangan lupa untuk membaca referensi seperti jurnal atau skripsi orang lain ya. Bukan bermaksud menyontek, hanya saja kita sebagai scientist perlu referensi dan harus mengembangkan bukan?

Apabila kamu kepepet tidak ada ide, tidak ada salahnya kamu bertemu dosen pembimbing kamu dan meminta arahan, lebih bagus lagi jika dosen pembimbing memberikan salah satu risetnya untuk kamu kerjakan. Keuntungan dari mengerjakan riset dosen ini adalah biaya penelitian yang dibantu dosen juga, lumayan kan dapat menghemat biaya.

2. Mulailah penelitianmu dengan good mood dan pikiran fresh.

Jangan bad mood ya. via http://www.evolutionnews.org

Advertisement

Memulai sebuah penelitian itu ada baiknya dengan mood yang bagus dan pikiran fresh, karena memang tidak bagus kalian memulai suatu pekerjaan dengan mood yang berantakan. Alasan harus mood bagus dan fikiran fresh itu karena hasil penelitian itu tergantung mood kita. Percaya atau tidak, mood jelek akan memberikan data atau hasil yang berantakan, dan sebaliknya. Mungkin karena dalam mengerjakan sebuah penelitian kita membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Apa bisa kalian sabar dan teliti jika lagi bad mood?

Terlepas dari itu semua, jika kalian tak mempunyai partner dalam bekerja, jangan risau, jangan galau, jangan down semangatnya. Ada beberapa hal yang menguntungkan jika kita bekerja sendiri, misal, kita jadi lebih paham dengan semua detail alur penelitian, kita sangat faham step by step-nya.

3. Sabar adalah kunci jika kamu bekerja di laboratorium

Alur penelitian tak selamanya mulus, pasti akan ada masalah yang timbul, entah itu kecil atau besar. Tapi jangan menyerah, itu sudah merupakan hal biasa. Berlama – lama di laboratorium tidak akan membuatmu berjamur, justru itu akan menguatkan pembahasanmu kelak. Mengulang penelitian? Itu sudah biasa. Justru kurang greget kalau kamu selama penelitian hanya mengerjakan satu kali. Pengulangan itu justru akan membuatmu lebih ahli, tetap berdiri tegak ya!

Karena banyak rintangan yang akan datang, maka dari itu kamu harus sabar, dan harus lebih teliti lagi. Namun jika sudah berkali – kali mengulang mungkin apa yang kita kerjakan itu adalah hal baru, yang ternyata berbeda dari referensi. Dan dari masalah itu bisa dijadikan penelitian baru, yang mungkin baru kamu orang yang menemukan. Bisa jadi kan?

4. Skripsweet dan revisi dosen

Ayo ke tahap selanjutnya! via http://refe99.com

Penelitianmu sudah selesai? Akhirnya.

Sedikit bernafas lega ya, akhirnya satu langkah terlewati. Tapi jangan senang dulu ya, draft skripsi masih menantimu. Ayo kumpulkan lagi jurnal – jurnal yang berkaitan, kalau bisa temukan yang terbaru ya. Menyusun skripsi memang menjadi ujian bagi semua mahasiswa akhir pada umumnya, tapi kamu jangan down lagi. Memang butuh mood yang cocok untuk menyusun skripsi, tapi cicil lah sedikit demi sedikit.

Sembari menyusun bab 1, 2 dan 3, kamu harus konsultasikan hasil penelitianmu dengan dosen pembimbing, biar kamu dapat masukan dari beliau. Jangan grogi ketemu dengan dosen ya! Apabila dosen sudah lumayan puas dengan hasil penelitianmu, itu berarti kamu sudah saatnya fokus terhadap pembahasanmu di skripsi. Jangan lupa cari referensi yang mirip dengan penelitianmu, biar lebih tajam pembahasan yang akan kamu tulis.

Skripsweet sudah selesai disusun?

Ini waktunya masuk masa revisi dengan dosen. Ada beberapa dosen yang banyak memberikan revisi, ada juga yang tidak. Namun, tidak berarti dosen dengan banyak revisi itu membencimu ya. Itu berarti beliau tahu kemampuan kamu itu lebih baik, dan ingin kamu lebih bagus lagi dalam penjelasan penelitianmu. Biar penelitianmu bisa dijadikan referensi untuk orang lain juga, terlebih jika dikembangkan. Bermanfaat kan?

Masa revisi juga tergantung dosen, ada yang lama, ada yang sebentar. Karena tidak sedikit dosen yang sering pergi keluar kota, kita musti sabar dan tak boleh terburu – buru. Bukan berarti kita tidak mengejar dosen ya. Setelah masa revisi terlewati, tandanya kamu harus siap untuk ujian sidang kamu.

5. Akhirnya, semangat menuju ujian sidang ya!

Wisuda sebentar lagi. via http://www.adorama.com

Penelitian, selesai.

Skripsi, selesai.

Revisi, selesai juga.

Ini saatnya kamu mempersiapkan diri kamu untuk ujian sidang. Belajar materi – materi awal kuliah harus dilakukan, supaya kamu tidak lupa saat sidang. Meski tidak mudah untuk menghafal semuanya, paling tidak ketahui saja seputar penelitianmu. Jangan lupa untuk berdo'a ya, good luck.