Setiap waktu mereka semakin menua, kamu nggak akan sadar uban mereka semakin bertambah, keriput di wajah mereka terus merekah, dan rahang mereka mulai kesulitan untuk mengunyah.

Rumput kota sebelah kadang terlihat lebih hijau (padahal gersang), menggiurkan untuk mencoba keberuntungan di sana. Merantau, menjadi mayoritas jalan yang dipilih anak muda mengawali pengalaman kerja mereka.

Pergi jauh meninggalkan kampung halaman dan keluarga, mencari nafkah secara mandiri dan berharap sukses suatu hari nanti.

Namun, seringkali pekerjaan yang jauh dari rumah membuatmu terlalu sibuk dan juga melelahkan. Keseharianmu hanya berisi pekerjaan-lembur-tidur dan berulang setiap harinya. Hingga kamu lupa, atau bahkan enggan untuk sesekali memberi kabar kepada orangtua.

Padahal jauh di rumah, mereka mengkhawatirkan dirimu. Apakah kamu sehat? Apakah kamu makan cukup kenyang? Apakah kamu cukup istirahat?

1. Tak perlu ngobrol panjang lebar, tapi mereka ingin kamu rutin memberi kabar

Ibu menghawatirkanmu nak...

Ibu menghawatirkanmu nak… via https://unsplash.com

Orangtuamu sangat ingin tahu kamu baik-baik saja. Setidaknya, kamu bisa mulai dari sekarang untuk rutin memberi kabar, bahkan walau hanya 2-3 menit ngobrol singkat tentu akan membuat mereka bahagia. Kamu bisa telepon mereka ketika jam senggang, entah pagi, siang, atau petang sepulang kerja.

Advertisement

Ramahlah, katakan dirimu baik-baik saja diperantauan. Pekerjaanmu lancar dan kamu dalam keadaan sehat selalu.

2. Sulit dapat cuti untuk pulang ke kampung halaman? Coba video call dan sapa senyum orang tuamu yang kian menua

https://www.google.co.id/

https://www.google.co.id/ via https://unsplash.com

Bekerja jauh di perantauan dengan rutinitas yang hampir sama setiap harinya kadang menjenuhkan. Walaupun sesekali hangout bareng teman, tetap saja ada kejenuhan lain yang tak bisa dipadamkan.

Mungkin ini tanda kamu butuh rehat sejenak dan mengambil cuti. Hanya saja, Perusahaan hanya memberi jatah cuti 1-2 hari saja. Dipakai menganggur di kostan rasanya rugi, dipakai main bareng teman belum tentu bisa (mereka sama-sama kerja).

Advertisement

Jenuhmu mungkin karena kerinduan batin diri dengan orangtuamu. Jika mudik terlalu sulit dan singkat, kamu cukup video call saja. Mungkin kamu kurang peka, sebenarnya jauh di rumah mereka merindukanmu, berharap melihat wajah sehatmu menyapanya.

Karena orangtua pun tentu merindukan senyum manismu, suaramu, dan tentunya saling berbicara hal remeh khas keluarga masing-masing justru lebih menyenangkan dibanding kamu habiskan tabunganmu untuk cuti berlibur yang melelahkan dan menguras pengeluaran.

Setiap waktu mereka semakin menua, kamu nggak akan sadar uban mereka semakin bertambah, keriput diwajah mereka terus merekah, dan rahang mereka mulai kesulitan untuk mengunyah

Jadi, rutin memberi kabar dengan pesan singkat, telepon, ataupun video call akan menjadi kebahagiaan untuk kalian dan orangtua di rumah.

3. Mereka berharap bisa berbagi cerita dengan anak-anaknya

Ayahmu juga berharap kamu sukses dengan pekerjaanmu

Ayahmu juga berharap kamu sukses dengan pekerjaanmu via https://unsplash.com

Kamu bisa sesekali curhat ke orangtuamu, atau setidaknya mendapat saran dari mereka akan membuatmu lebih yakin menjalani pekerjaan dan tujuan hidup. Mereka jauh berpengalaman dan bijak, sangat cocok menjadi gurumu di saat sesak.

Pun demikian, sebenarnya mereka juga ingin sekali berbagi cerita denganmu. Entah tentang panen jagung yang sedang bagus-bagusnya, tentang sapi ternak mereka yang baru saja melahirkan. Atau tentang keseharian mereka dalam pekerjaan mereka masing-masing di rumah.

Nak, kambing bapak baru saja melahirkan 5 anak kambing, semoga tahun depan kita bisa ikut Qurban sekeluarga yaa nak

4. Orang tuamu ingin kamu makan sehat, kurangi makanan cepat saji dan berminyak!

Enak sih, tapi...

Enak sih, tapi… via https://www.google.com

Orangtua mana yang tak mengkhawatirkan kesehatan anaknya. Jika di rumah, Ibu selalu memberi sarapan, makan siang dan makan malah yang sehat serta berimbang walau sederhana. Sedangkan kebanyakan dirimu yang jauh merantau cenderung memilih hal instan, murah, enak namun tak cukup menyehatkan.

Please, mulai sekarang jaga juga pola makanmu, tak ada sayuran gantilah dengan segelas jus buah. Kurangi gorengan, makanan berminyak, bakar-bakaran, dan makanan cepat saji seperti mi instan dan sebagainya.

5. Bisa jadi kamu terkadang lupa ke empat hal tadi, tapi jangan sampai melupakan ibadahmu kedapa Tuhan Yang Maha Esa, orangtuamu selalu berdoa agar kamu selalu mengingat-NYA!

Rumah Ibadah

Rumah Ibadah via https://www.google.co.id

Bagi kalian yang muslim, jangan melupakan shalat lima waktu dan ibadah wajib lainnya. Tentunya ibadah sunnah sebaiknya ditambah. Pun demikian bagi non muslim, beribadahlah lebih rajin dan kusyu sesuai kepercayaan masing-masing.

Orangtuamu hanya ingin kalian hidup sehat dan damai baik secara lahir maupun batin. Ingat selalu Tuhanmu, juga orangtuamu. Karena, ridho Tuhan ada karena ridho orangtua.

Doakan selalu kedua orangtua kalian agar selalu sehat, diberi umur lebih, serta kalian bisa lebih sering bersama dalam berkah dan bahagia.

6. Tentunya kelima hal tadi sangat sederhana dan biasa, namun justru hal tersebut yang selalu didambakan para orangtua di rumah

Walau sibuk, ingat selalu orangtua kalian

Walau sibuk, ingat selalu orangtua kalian via https://unsplash.com

Wajar bila setiap anak bercita-cita ingin membahahagiakan orang tua, meberikan mereka sesuatu yang berharga, sepotong pakaian, perhiasan, uang, atau bahkan rumah. Tentu saja ini adalah keinginan semua anak yang berbakti kepada orangtuanya.

Namun, hidup ini terus berlanjut, waktu terus bergulir dan tak mungkin kembali. Jangan sampai kelak menyesal jika kalian mensia-siakan waktu muda kalian tanpa cukup disisihkan untuk orangtuamu

Zaman sekarang cukup canggih dan sangat mudah untuk saling berkomunikasi. Sering-seringlah ingat orangtuamu, sekedar memberi kabar dan ngobrol ringan. Mereka kian menua, jadilah anak terbaik bagi mereka.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya