1. Sarjana Komunikasi itu diantaranya adalah Kami :) .

Biasanya mahasiswa Komunikasi kelak diprediksi jenjang karirnya pasti nggak jauh-jauh dari media, baik media cetak ataupun yang paling keren di media pertelevisian. Ya, mahasiswa Komunikasi memang identik dengan semua itu. Maka, ada anggapan bahwa mahasiswa Komunikasi merupakan mahasiswa media. Hehehe... tetapi beda hal dengan kami, sekarang kami sudah menjadi sarjana dan dengan baground pekerjaan yang berbeda- beda juga.

2. Pa,, Bu,, kami bukan mempelajari ilmu eksak atau ilmu pasti, tetapi ilmu sosial yang bersifat dinamis.

Kerap kamipun mempelajari sesuatu seiring berjalannya waktu, jadi bapak dan Ibu tidak usah khawatir karena kami tidak akan pernah berhenti untuk belajar dan mengerti anak bapak dan ibu yang kelak akan menjadi pendamping hidup kami.

 

3. Kami juga pernah belajar statistik Pa,, Bu..

Jangan takut Pa,, Bu kami juga bisamenghitung deretan - deretan angka, karena kami juga belajar statistik , Ibupun bisa mengandalkan kami untuk mengurus hal-hal rumah tangga yang berhubungan dengan itung-itungan, misalnya untuk pengeluaran rumah tangga.

4. Anak ilmu komunikasi mayoritas memiliki kepribadian yang ramai dan menyenangkan.

Orang- orang pasti sering melihat kami bergerombol dan berbicara pa,, bu,, Jelas si pa bu karena kami pencinta ilmu sosial sejati dan sejatinya juga kami berkomunikasi dengan orang-orang disekitar kami. Jangan takut pa,, bu anaknya nanti tidak akan pernah sedih karena kami pasti menghiburnya , karena kami anak ilmu komunikasi siap mewarnai kehidupan anak ibu agar lebih Indah dan penuh warna dengan kesederhanaan dan cara kami Pa,, bu,, 

5. Bapak,, Ibu tinggal pilih kami anak komunikasi yang belajar bagaimana menjadi Public Relation.

Ibu dan bapak tidak perlu takut akan pencitraan keluarga kami dan keluarga Ibu. karena kami bisa mengendalikan dan menyelesaikan krisis yang menghampiri keluarga kami.

6. Mereka Ini adalah penyemangatku menjadi Sarjana Komunikasi

Menjadi sarjana Komunikasi memang tidak bisa berjalan dengan sendirinya Pa,, Bu,, disini saya juga di dukung oleh keluarga dan orang terdekat saya pada saat saya berjuang mendapatkan teatle itu, ada Ibu saya yang berjuang dari kecil menghidupi saya dan keluarga, ada Om saya yang mensupport pendidikan saya juga dan ada sang penyemangat saya yang tidak lelah menemani saya dalam membuat skripsi, revisi dan sampai saya wisuda.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya