Kontroversi wajib tidaknya seorang cowok mentraktir ceweknya ketika kencan, memang tidak bisa dielakkan. Mungkin kamu setuju, mungkin juga tidak. Apapun alasanmu yang jelas sikap ini tidak selamanya baik. Ya, traktir dan segala bentuk pengeluasan materiil tidak selamanya baik.

Ada saat di mana cewek butuh ditraktir dan ada pula saat di mana cewek butuh dibiarkan mandiri. Artikel ini bakal nunjukin bahwa sesungguhnya cowok harusnya nggak perlu bayarin ceweknya ketika kencan. Benar, nggak perlu perlakuan khusus seperti itu.

Kira-kira apa ya alasannya? Langsung simak aja yuk!

1. Menghargainya, Bukan Berarti Kamu Wajib Memberinya Kemewahan. Praktik ‘Nyogok’ Ini Justru Kelewatan Sekaligus Merendahkan

Jangan merendahkan via http://hargatas.com

Mungkin kamu mengira bahwa dengan memujanya, kamu bakalan bisa berlama-lama di dekatnya. Demi dekat dengannya, kamu rela bangun pagi-pagi untuk menjadi ojek tanpa bayaran. Kamu terus-terusan mengajaknya kencan, dengan iming-iming membayar semua menu yang dipesan.

Mungkin sakit untuk diungkapkan bahwa perlakuan tadi, justru kelewatan sekaligus merendahkan. Cewek itu manusia, bukan obyek dagangan. Bukan barang yang bisa disogok demi sebuah keinginan. Cewek kamu itu manusia, bukan ‘barang hidup’ yang bisa dibeli layaknya cewek panggilan.

2. Cowok Sejati Tidak Memperlakukan Cewek Sebagai Obyek Dagangan, Tapi Menghargainya Sebagai Sesama Insan

Cewek juga manusia via http://www.hienzo.com

Advertisement

Semua pasti setuju kalau dalam kehidupan ini, tidak ada satu pun yang patut didewakan selain Tuhan. Lalu, kenapa kamu dan ribuan cowok di luar sana, justru memperlakukan cewek layaknya Tuhan? Antar ke sini, antar ke situ. Bayar ini, bayar itu. Mohon ini, mohon itu.

Percayalah! Cepat atau lambat, dia pasti minggat. Karena cewek tidak butuhkan itu. Mereka justru ingin berjalan sama-sama. Bukan semuanya dikerjakan oleh sang cowok, tetapi butuh kerjasama dari keduanya. So, berhenti mentraktir dan segala bentuk pembiayaan.

3. Hargailah Dia dan Dukung Usahanya, Bukan Malah Menyogoknya. Memang Kamu Mau Dia Jadi Manja?

Dukung dan hargai via http://unappologetic.com

Menjadi cowok yang memperlakukan pasangan dengan benar, memang tidak mudah. Butuh proses yang memakan waktu tidak sedikit. Tapi apakah salah jika kamu mencobanya dari sekarang? Mencoba lebih menghargai cewek, serta mendukung setiap jengkal usaha yang dilaluinya.

Dukung dia untuk bersikap mandiri dan melakukan semuanya demi kebaikan diri sendiri. Bukan malah bergantung pada orang lain, termasuk padamu. Cepat atau lambat, sikap seperti ini akan merambat ke sikap negatif selanjutnya: manja. Kamu yakin, bisa hidup bertahun-tahun sama cewek manja?

4. Berhenti Menyogoknya Bukan Berarti Tidak Mentraktir Sama Sekali. Kamu Boleh Mentraktir, Asal…

Apresiasi, bukan sogokan via http://hargalipstik.com

Asal alasan kamu untuk mentraktirnya ialah memberikan apresiasi, bukan sogokan. Bukan pula sebagai dana pelancar supaya kamu bisa berduaan lama-lama, bahagia bersamanya, dan berharap dia tertarik padamu. Sebagai cowok sejati, pasti kamu tahu kan bedanya sogokan dan apresiasi?

Cobalah untuk mengambil sudut pandang lain yang lebih manusiawi. Kamu boleh saja mentraktirnya, karena dia sudah bersikap baik padamu atau meraih suatu prestasi tertentu. Bukan supaya dia bersikap baik padamu dan juga bukan supaya dia tertarik padamu. Bukan, bukan itu semua.

5. Semua Cewek di Dunia Ini Hanya Perlu Satu Tujuan: Merasa Spesial, Bukan Malah Diperlakukan Spesial

Merasa, bukan diperlakukan via http://batikunik.com

Fine, kalau pasangan kamu cantik, cerdas, dan juga populer, maka penulis sangat iri padamu. Tapi, masalahnya..anya karena dia cantik, hanya karena dia cerdas, dan juga hanya karena dia populer, bukan berarti kamu harus memperlakukannya spesial. Sejujurnya, semua cewek tidak butuh itu.

Cukup fokus pada impianmu, kejar sampai berdarah-darah, dan luangkan waktu bersama pasanganmu. Itu sudah lebih dari ekspektasi semua cewek di dunia ini. Merasa spesial karena ada cowok berkarakter, yang mau meluangkan waktu bersamanya. Berdua saja.

6. Benang Merahnya Sudah Nampak Jelas Bahwa Mentraktir Pasangan Ialah Pilihan dan Bukan Kewajiban

Pilihan, bukan kewajiban via http://www.bolde.com

Kalau dia aktif bersikap baik padamu, terbuka, dan menyenangkan maka apresiasi bisa dilakukan. Apresiasi dalam bentuk mentraktir, mengajaknya liburan, atau segala bentuk pembiayaan. Perspektifnya sudah jelas, bahwa kamu mentraktirnya karena pilihan, bukan malah kewajiban.

Pilihan sebagai reward atas sikap baiknya, bukan kewajiban kamu untuk membuatnya senang. Bukan hanya untuk kamu, tapi juga pasanganmu. Dia bisa lakukan hal serupa, dengan mengapresiasi perlakuan baik dan tidak manja. Inilah hubungan yang fair play, berusaha sama-sama.

7. Hubungan yang Fair Play Adalah Puncak Kebahagiaan. Awalnya Fair Play, Akhirnya Saling Bercanda Guruh Gemurai

Hubungan fair play via http://www.easytourbandung.com

Hubungan yang sehat diawali dengan kerja sama yang hebat. Kamu dan dia bisa saling mendukung, bukan saling menggantung. Kamu dan dia bisa berjalan sama-sama, bukan menjatuhkan sama-sama. Kamu dan dia, bisa jadi pasangan hidup yang bahagia.

Buat cowok, cobalah untuk menghargai cewek sebagai manusia. Hargai dan dukung dia supaya bisa mandiri. Bukan malah menjadikannya objek untuk dibeli. Target untuk ditaklukkan. Prestis untuk dimiliki. Hei, cewek itu manusia, bukan barang yang bisa diperlakukan seenaknya.

Sekarang, kalau cewekmu terus-terusan minta bayaran hanya karena dia ingin diperlakukan spesial, artinya apa? Selamat menerka-nerka, wahai pemecah kode wanita 🙂