SKRIPSI, satu kata yang memang syarat akan makna. Satu kata yang kadang membuat banyak orang ketakutan dibuatnya. Atau satu kata yang membuat jutaan orang bergembira karena telah berhasil menyelesaikannya. Tahukah anda? Sebenarnya di balik proses pengerjaan skripsi ini mengisyaratkan makna bahwa diri anda sedang ditempa. Kok bisa? Jika anda telah berhasil meyelesaikannya, coba anda ingat-ingat kembali proses perjuangan anda, bagaimana jatuh bangunnya anda, dan pastinya anda akan tersenyum saat anda telah sampai di ujung perjuangan anda.

Skripsi anda telah disetujui dosen pembimbing anda untuk diujikan. Lega sekali rasanya saat anda telah selesai melewati ujian pendadaran. Tetapi yang ingin saya tunjukkan, coba lihat kembali proses perjuangan anda, sejujurnya anda memang sedang ditempa. Skripsi adalah proses membentuk mental anda. Kenapa? Karena anda akan banyak belajar dari proses-proses yang anda lewati, di antaranya:

1. Dari Skripsi Anda akan Belajar untuk Menguasai Materi, Khusunya Materi yang Menjadi Variabel Penelitian Anda

Belajar Lagi Kuasai Materi

Belajar Lagi Kuasai Materi via http://bhaktibek.com

Saat kuliah dulu bisa jadi anda tidak paham dengan materi yang disampaikan oleh dosen, tetapi hal itu masih bisa dimaklumi asalkan nanti saat ujian anda bisa mengerjakan. Lain halnya dengan skripsi, dalam proses pengerjaannya anda dituntut untuk menguasai materi yang menjadi variabel penelitian anda. Jika anda belum terlalu paham, anda pasti akan lebih banyak lagi membaca literatur-literatur terkait. Dari sini anda dilatih untuk tidak mudah menyerah. karena jika anda akan menyerah dan tidak mau memperkaya diri dengan membaca, maka anda akan kesulitan sendiri saat anda melalui ujian pendadaran.

2. Anda Juga akan Belajar Bagaimana Menulis Proposal Hingga Menyusun Laporan Sesuai Sistematika yang Ditentukan

Revisi lagi, tapi semangat!

Revisi lagi, tapi semangat! via http://4.bp.blogspot.com

Advertisement

Skripsi menuntut anda untuk bisa menyusun proposal penelitian hingga menyusun laporan sesuai dengan sistematika penulisan yang sudah ditentukan. Dari proses ini anda dilatih untuk cermat dan teliti. Jika anda asal-asalan dalam penulisan, jelas itu akan menjatuhkan nilai anda. Oleh karena itu revisi bisa jadi makanan sehari-hari saat anda sedang berjuang menyusun skripsi.

3. Selain itu, Anda akan Belajar Cara Menghubungi Dosen Pembimbing dengan Benar

Etika hubungi dosen

Etika hubungi dosen via https://www.google.com

Menghubungi dosen pembimbing untuk melakukan bimbingan kadang jadi satu hal yang sulit untuk dilakukan. Alasannya takut jika bahasa yang digunakan tidak benar sehingga pesan yang dikirimkan tidak dibalas ataupun tidak dibaca oleh dosen pembimbing. Atau mungkin dibaca dan dibalas, tetapi dibalas dengan kata-kata yang isinya memarahi kita. Jadi untuk menghubungi dosen pembimbing, gunakan bahasa yang sopan ya. perlu diingat juga, kirimkan pesan anda di waktu-waktu yang tidak mengganggu, jika anda ragu-ragu, sesuaikan saja dengan waktu-waktu bertamu.

4. Belum Lagi Saat Bimbingan, Anda Harus Menunggu Antrian, Anda akan Belajar Sabar

Seringkali dalam proses bimbingan dengan dosen pembimbing anda harus lama menunggu antrian. Kadang anda merasa tidak sabar dan mungkin memutuskan untuk tidak bimbingan saja. Tapi jika anda tidak mau melakukannya, lalu kapan skripsi anda akan anda selesaikan? Lebih baik mengambil risiko daripada kehilangan kesempatan. Lebih baik anda menunggu antrian dan akhirnya bisa bertemu dengan dosen pembimbing anda untuk konsultasi sehingga skripsi anda cepat selesai.

Advertisement

Dari proses ini anda pastinya akan belajar untuk bisa menjadi orang yang sabar. Ya memang sabar sesaat demi kelangsungan skripsi anda, tapi setidaknya anda mau belajar.

5. Dari Skripsi Anda Juga Bisa Belajar Berbesar Hati, Menerima Bahwa Janjian dengan Dosen Pembimbing Jauh Lebih Melelahkan di Banding Menunggu Jodoh

Berjuanglah dan Berbesar hatilah

Berjuanglah dan Berbesar hatilah via https://2.bp.blogspot.com

Hidup tak semulus jalan tol, Skripsipun tak jauh beda. Naik-turunpun juga harus dilewati. Skripsi yang anda konsultasikan ke dosen pembimbing tidak selalu langsung disetujui bahkan lebih sering anda diminta untuk revisi. Bahkan jika anda sudah sering diminta revisi dan masih salah juga, tak jarang dosen pembimbing marah-marah ke anda. Jangan kapok ya, jangan dimasukkan ke hati juga plus jangan baper. Berbesar hatilah, jadikan itu sebagai pembelajaran, teruslah berjuang!

Lebih baik dimarahi hari ini dan lulus kemudian daripada tidak pernah dimarahi dan tidak lulus-lulus. Untuk Anda yang tengah berjuang menyusun skripsi anda, Berjuanglah! Nikmati setiap proses yang harus anda lewati, jadikan semua kesulitan yang anda hadapi sebagai proses menempa diri. Jika anda jatuh lekas bangkitlah, jika anda merasa lelah, sejenak istirahatlah.

Lalu berjuanglah lagi dan lekas selesaikan skripsi anda. Ada hal yang manis menanti di ujung perjuangan anda. Semangat!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya