Melihat pasangan lain sudah memiliki bayi yang lucu dan menggemaskan pastinya membuat pasangan yang baru saja menikah jadi iri dan ingin cepat-cepat memiliki keturunan. Nah, pastinya kamu dan pasanganmu akan melakukan persiapan untuk melakukan program kehamilan. Mulai dari merencanakan bulan madu, nutrisi selama promil dan sebagainya.

Namun ada satu hal lagi yang cukup penting yaitu memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melakukan program tersebut yaitu saat kamu berada pada puncak kesuburan atau dikenal dengan ovulasi. Ovulasi yaitu saat sel telur yang telah matang dilepaskan dan siap untuk dibuahi. Pada masa ini kehamilan akan lebih mudah terjadi, bahkan menurut info dari salah satu web kesehatan besar mengatakan, kesempatan hamil pada saat ovulasi akan naik 32% dibandingkan hari biasanya.

Masalahnya, gimana kita bisa tahu ovulasi terjadi ?. Artikel ini dibuat bertujuan untuk membantu kamu menemukan kapan masa suburmu akan terjadi atau sedang berlangsung.

Langsung saja berikut adalah 7 tanda masa subur pada wanita.

1. Menjelang ovulasi suhu basal tubuh akan terus meningkat

suhu tubuh via http://google.com

Apa itu suhu basal tubuh ?. Yaitu suhu tubuh yang diukur pada saat sedang beristirahat, biasanya diukur sesaat setelah bangun tidur sebelum melakukan aktifitas apapun bahkan pergi ke kamar mandi sekalipun.

Ini sangat penting karena suhu basal mudah terpengaruh, jadi pastikan selalu menyimpan termometer didekat tempat tidur agar suhu tubuh bisa langsung diukur. Setiap melakukan pengukuran catat hasilnya untuk perbandingan.

Setiap peningkatan suhu basal terjadi di angka 0,2 – 0,5° Celcius menandakan ovulasi akan terjadi. Ini karena saat masa subur hormon progesteron akan naik yang menyebabkan suhu tubuh meningkat.

2. Peningkatan hormon membuat gairah kamu ikut meningkat

lebih bergairah via http://google.com

Saat kamu merasa gairahmu begitu menggebu, ini merupakan sinyal alami tubuh saat ia sedang siap untuk bereproduksi. Peneliti mempelajari hubungan antara libido wanita terhadap ovulasi dan menemukan kehadiran hormon LH yaitu hormon yang berperan untuk merangsang pengeluaran sel telur saat ovulasi.

Jangan tunggu lama ini kesempatan terbaik untuk memulai program hamil.

3. Payudaramu akan lebih sensitif dari biasanya

payudara via http://kingherba.com

Setelah ovulasi, hormon progesteron akan meningkat, dan ini mungkin menjadi penyebab payudara lebih sensitif terhadap sentuhan sedikit saja. Beberapa wanita merasakan nyeri seperti saat akan mengalami haid pada payudaranya sebelum berovulasi. Sedangkan yang lainnya mungkin akan mengalaminya setelah mereka berovulasi.

Mengingat nyeri payudara bisa disebabkan berbagai hal, seringkali tanda kesuburan ini tidak disadari oleh wanita.

4. Produksi cairan serviks lebih banyak

Merasa miss V kamu lebih basah dari biasanya ? Bisa jadi itu tanda kamu sedang subur.

Pada normalnya cairan serviks ini akan lebih lengket dan keruh yang mana tidak cocok untuk pergerakan sperma. Namun mendekati masa ovulasi cairan serviks akan lebih encer dan jernih seperti putih telur yang membantu sperma berenang menuju sel telur yang dilepaskan saat ovulasi.

Masa ini adalah waktu paling tepat untuk memulai program hamil anda.

5. Sedikit bercak kecoklatan diluar periode menstruasi

flek kecoklatan via http://google.com

Kamu mungkin juga menemukan sedikit bercak berwarna kecoklatan di celana dalam meski sedang tidak haid. Bercak ini sering juga disebut dengan pendarahan ovulasi yang menjadi penanda masa subur.

Terkadang wanita hanya menganggap flek sebagai sisa darah yang tertinggal ketika haid. Namun jika ini muncul diluar masa haid, ada kemungkinan ini adalah flek ovulasi.

Gejala ini akan muncul saat folikel sel telur yang telah matang meluruh dan menimbulkan sedikit pendarahan. Ini tidak perlu dikhawatirkan kecuali flek muncul berkepanjangan.

Jangan tuggu lebih lama lagi, kesempatan hamil akan lebih besar jika berhubungan pada masa ini.

6. Nyeri dan kram di perut bagian bawah (Mittelschmerz )

Nyeri perut bawah via http://www.delherbal.com

Pernah merasakan sakit yang tajam di perut bagian bawah Anda ?. Jika sakit itu datang pertengahan siklus, Anda mungkin mengalami nyeri ovulasi. Beberapa wanita mengalami nyeri ovulasi setiap bulannya. Penelitian telah menemukan bahwa nyeri pada pertengahan siklus atau juga dikenal sebagai mittelschmez terjadi tepat sebelum Anda berovulasi, yang akan terjadi pada masa paling subur.

Nyeri ini bisa timbul saat tuba falopi berkontraksi untuk menggerakkan sel telur menuju ke rahim.

7. Mulut rahim jadi lebih terbuka dan lunak

leher rahim via https://google.com

Pada kondisi normalnya posisi serviks akan lebih rendah, lebih keras, dan lebih tertutup. Tapi,tepat sebelum ovulasi, serviks atau mulut rahim bergerak naik lebih tinggi dan menjadi lebih lunak saat disentuh, serta sedikit terbuka.

Untuk mengeceknya, bisa dengan memasukkan jari ke dalam miss v dan rasakan ketika kamu menyentuh tonjolan lunak dan sedikit terbuka. Akan lebih mudah melakukannya beberapa hari setelah anda selesai menstruasi.