Seperti halnya takdir yang terjadi karena campur tangan Tuhan dan semesta, memilih kamu untuk menjadi pilihan dalam hidupku adalah sebuah kesempatan. Mungkin benar, jodoh sudah ada yang mengatur. Tapi bolehkah kali ini saja aku menaruh harap, jika suatu saat nanti aku ingin menjaga kamu sebagai jodohku bukan sebagai jodoh orang?

Di sela-sela setiap doaku yang mungkin tidak kau tahu, bibir ini selalu mengucap namamu. Terlebih lagi, tak ada sedetik pun aku tidak memikirkanmu. Huh, pasti kau anggap ini hanya sebuah drama tua seperti FTV kebanyakan. Tapi percayalah, kamu telah mengajariku tentang banyak hal.

1. Menerimaku adalah pilihanmu, tapi memilihmu adalah keyakinanku

Photo by vjapratama on Pexels

Photo by vjapratama on Pexels via https://www.pexels.com

Advertisement

Saat pertama kali kita bertemu, ada sedikit ragu yang mengganggu pikiran dan perasaanku. Dalam hati kecil bertanya-tanya, “apa iya, kamu bisa jadi milikku?” Bukan hal yang naif jika pada saat itu aku ragu ingin mengenalmu lebih jauh, tapi entah kenapa semakin lama perasaan ini semakin tumbuh. Keadaan ini membuatku sedikit kurang nyaman.

Di mana aku mengira saat di mana pertama kali kita bertemu kau justru melihatku dengan  tatapan sinismu. Ya tatapan itu, tatapan yang sempat membuatku mengira bahwa seharusnya aku berhenti tuk mengharapkanmu. Namun seiring berjalannya waktu, kucoba yakinkan hati kecil ini untuk memilihmu sebagai pendamping hidupku. Dan sesaat perasaanku lega dan semacam senang karena kamu menerimaku sebagai pilihanmu.

2. Kesabaranmu menjadi alasanku agar bisa tetap bertahan

Photo by Elizabeth Tsung on Stocksnap

Photo by Elizabeth Tsung on Stocksnap via https://stocksnap.io

Dengan caramu sendiri, kamu selalu bisa menahan ego dan emosimu setiap kali kita bertengkar. Mengalah meskipun sebenarnya aku yang salah. Terkadang, aku tak henti-hentinya menyalahkan diri sendiri atas setiap kesalahan yang kulakukan.

Advertisement

Maaf, jika sedikit banyak aku telah menggores luka yang dalam dan sering membuatmu merasa kecewa. Tapi karena kesabaranmu, membuatku ingin selalu bertahan dan tak ingin merasa kehilangan. 

3. Meski banyak masalah datang tanpa permisi, namun cinta ini telah melebihi ekspektasi

Photo by Daniel Frank on Stocksnap

Photo by Daniel Frank on Stocksnap via https://stocksnap.io

Perasaan kesal, marah, dan kecewa seringkali menambah warna dalam hubungan kita. Mulai dari hubungan mantan di masa lalu, pertunangan yang dibatalkan, hingga pernah saling merasa asing satu sama lain sudah pernah kita lewati bersama. Tak kunjung bosan kubersyukur pada sang Ilahi, pun ketika banyak masalah yang datang tanpa permisi, malah rasa cintai ini mampu melebihi ekspektasi.

4. Bukan menyerah untuk merelakan, kamu justru mengajakku berjuang demi menata masa depan

Photo by Jeremy Wong on Stocksnap

Photo by Jeremy Wong on Stocksnap via https://stocksnap.io

Setelah sekian banyak masalah yang kita hadapi, setelah sekian banyak pengorbanan dan air mata yang kita alami, bukannya menyerah untuk saling merelakan tapi kamu justru mengajakku berjuang demi menata masa depan. Aku beruntung punya kamu, dan aku pun bersyukur karena Tuhan telah mempertemukanmu denganku.

5. Kesalahan yang pernah kita lakukan bukan alasan agar saling kehilangan

Photo by Josh Felise on Unsplash

Photo by Josh Felise on Unsplash via https://unsplash.com

Apa kamu masih ingat kata-kataku,

“Saat terpuruk dan merasa putus asa, bukan berarti setiap kesalahan yang pernah kita lakukan bisa dijadikan alasan agar saling kehilangan.” 

Itulah yang selalu kutekankan dalam hati untuk tetap bertahan. Kuharap kau juga merasakan hal yang sama. Tahu apa yang paling kusemogakan saat ini? Semoga kita tidak hanya sedang menjaga jodoh orang.

Karena semenjak mengenal kamu, aku belajar tentang banyak hal. Belajar bagaimana mencintai setulus hati, sampai kelak kita bisa hidup bersama nanti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya