Keputusan untuk menjadi seorang mahasiswa adalah sebuah keputusan besar. Tidak hanya menjadi kebanggaan, namun juga tuntutan untuk menyelesaikan status mahasiswa ini menjadi sebuah komitmen yang sebisa mungkin harus diselesaikan. Pada akhirnya tiba waktunya kita mengganti kalimat ngopi menjadi nykripsi. Di masa ini kehidupan sudah tidak se-selow dulu lagi.

Tiba saatnya kunjungan kafe menjadi kunjungan perpustakaan.Tiba saatnya kita lebih berkompromi dengan dosen pembimbing dan tiba saatnya menunggu akan menjadi sebuah keseharian.

Skripsi jelas bukan soal tentang menyelesaikan tanggung jawab saja. Juga bukan tentang siapa yang berhasil menghasilkan karya ilmiah yang tanpa cela. Dalam proses menyelesaikan skripsi selalu ada cerita dan perjuangan yang membuatmu jadi lebih dewasa. Penolakan dan revisi yang tanpa ujung menjadikanmu pribadi yang jauh lebih tangguh dari sebelumnya.

Sudah merasakan 7 hal ini selama proses skripsi? Bersyukurlah. Berarti ijazah dan kesuksesan sudah lebih dekat lagi!

1. Kamu yang terbiasa ngaret masuk kelas akan dipaksa menunggu dosen pembimbing dengan sabar

Sering kita titip absen atau bahkan datang terlambat saat kuliah. Bagi mahasiswa hal itu mungkin menjadi kebiasaan yang selalu kita lakukan. Tapi jangan pernah mencoba untuk terlambat saat bimbingan skripsi karena dosen tidak akan segan-segan untuk pergi saat waktu bimbingan sudah selesai. Lagian yang butuh siapa deh sampai dosen harus menunggu kita?

2. Nongkrong di warung kopi? Kini kebiasaan itu telah berganti menjadi nongkrong sambil literasi

Nongkrong di perpus via http://www.umm.ac.id

Selama kuliah mungkin kita sering menghabiskan waktu di warung kopi untuk sekadar bercanda atau menghabiskan waktu dengan banyak tertawa. Setelah resmi jadi mahasiswa skripsi barulah kebiasaan ini berubah menjadi lebih sering nongkrong di perpustakaan. Demi mencari ketenangan dan inspirasi menulis.

Advertisement

Perlahan perpustakaan akan berubah jadi tempat favoritmu untuk menikmati proses ini.

3. Kamu yang biasa mengecewakan orang karena tak menepati janji juga akan bersabar karena dosen mendadak membatalkan janji bimbingan

Nungguin dosen via http://media.medicalbag.com

Inilah saat yang sering kita alami, menunggu dari pagi dan ternyata dosen tiba-tiba membatalkan janji. Mau kesel kok ya nggak bisa karena dia dosennya. Gemas karena ini berarti kamu akan lulus lebih lama dari waktu seharusnya. Tapi diam-diam bersyukur juga karena sebenarnya draft-mu belum sempurna.

Pengalaman mengecewakan orang lain mungkin pernah kita lakukan, dengan ini kita tahu benar rasanya saat orang lain menunggu untuk kita, namun kita tiba-tiba membatalkan janji itu.

4. Akhirnya kamu bisa berpikir dengan logika dan fakta, bukan hanya asumsi tanpa dasar belaka

Berpikir strategis via http://3.bp.blogspot.com

Advertisement

Banyak dari kita berpendapat disertai emosi dan cenderung mudah terbawa provokasi. Kita sering tidak mengkaji lagi tentang permasalahan tersebut dan sering berpendapat tanpa bukti dan cenderung menggunakan asumsi yang tidak memiliki dasar. Skripsi akan sangat membantumu berkata dengan bukti, fakta dan logika yang benar.

Tidak ada lagi istilah 'kira-kira' karena semua yang kamu tulis dalam skripsimu harus bisa diuji secara empiris.

5. Selama proses ini kamu harus selalu mendengar untuk memahami. Tidak reaktif lagi

Mendengar untuk memahami via https://www.mindtools.com

Selama proses skripsi, kamu akan sering mendengar dosenmu untuk memahami maksudnya. Mendengar untuk memahami bukan lagi mendengar untuk menjawab.

Dalam perjalanan panjang yang seperti tak ada ujungnya kamu akan belajar jadi pendengar yang baik. Mendengarkan tanpa intensi. Kamu akan mencerna segala sesuatu dengan lebih pelan agar maksudnya benar-benar terekam.

6. Kamu belajar jadi bos untuk diri sendiri. Deadline kamu ciptakan dan taati

Dikejar Deadline via https://i.kinja-img.com

Saat skripsi kamu tidak bisa bersantai setiap saat, kamu harus menyelesaikan revisi secepat mungkin karena kamu adalah bos untuk dirimu sendiri. Proses skripsi akhirnya menyadarkanmu tentang pentingnya rasa tanggung jawab terhadap komitmen yang sudah kamu sepakati.

7. Dalam hati kamu berjanji kelak akan mengejar semua dengan lebih cepat lagi. Waktu memang tidak bisa dibeli

Berharganya waktu via https://rumaysho.com

Di akhir masa skripsi kebanyakan dari kita akan memandang draft skripsi yang sudah di acc kemudian bertanya-tanya, "Selama ini gue ngapain aja ya? Begini aja lama!"

Diam-diam kamu berjanji seandainya nanti harus menghadapi thesis atau bahkan disertasi — semua akan dimulai saja. Yang penting dikerjakan dan diawali segera. Karena di situlah titik tersulitnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya