Biar Nggak Bosan Menjalani Gap Year, 5 Kegiatan Ini Bisa Menambah Nilai Plus untukmu Lho!

kegiatan nilai plus gap year

Setelah masa-masa SMA kamu berakhir akan tiba saatnya kamu bener-bener nentuin tujuan idup elo saat itu juga. What ?? yaa, karena kamu akan menempuh jenjang yang lebih tinggi. Banyak juga lho, anak-anak di usia ini masih ngalamin kebingungan identitas atau bahasa gaulnya quarter life crisis. Miris deh, ketika mereka berada di posisi yang salah dalam nentuin tujuan mereka.

Ada juga kok, ketika SMA yang udah punya pandangan hidup. Setelah lulus doi mau ke mana dan mau ngapain. Tapi buat kamu yang belum punya pilihan dan terlanjur enggak ngelanjutin studi alias cuti. Jangan galau, berikut rekomendasi buat kalian para gap year. Nikmatin waktu luang dan jangan sia-siakan kesempatan emas ini!

Advertisement

1. Kegiatan paling idaman nih buat mayoritas orang di kala jenuh. Yup, liburan atau travelling!

Photo by Te lensFix from Pexels

Photo by Te lensFix from Pexels via http://pexels.com

Cocok bagi kalian yang punya hobi jalan-jalan. Jangan salah, travelling nggak cuma buang-buang duit aja. Kalian juga bakal ngarasain pengalaman-pengalaman menarik saat travelling. Misalnya, kamu bisa belajar sejarah secara langsung dan nambah wawasan tentang berbagai daerah yang kamu kunjungi. Terserah kamu mau ke dalam negeri atau luar negeri yang penting ada budget-nya. Hehe.

2. Bagi kalian yang punya semangat tinggi dan nggak bisa diem di rumah bisa banget kerja full time atau part time

Photo by Proxyclick Visitor Management System from Pexels

Photo by Proxyclick Visitor Management System from Pexels via http://pexels.com

Nah, ini kegiatan yang paling banyak para gap year lakukan. Kerja penuh waktu buat ngebantu orang tua. Biasanya yang memilih kerja sistem full time, mereka-mereka  yang punya niat buat fokus karir dulu. Sambil ngumpulin uang buat biaya kuliahnya sendiri.

Advertisement

Di sisi lain ada juga yang milih buat kerja part time. Ini buat kamu yang pengen nyantai tapi punya penghasilan juga. Kerja paruh waktu yang nggak butuh rutinitas yang padat.

3. Wajib banget yang ini, sempet-sempetin buat bantuin orang tua.

Membantu Orang Tua Photo by Your Photo Trips from Pexels

Membantu Orang Tua Photo by Your Photo Trips from Pexels via http://pexels.com

Sebagai anak yaa kewajibannya bantuin orang tua. Itung-itung belajar ngurus rumah dan plusnya sering deket sama orang tua. Yakin deh, orang tua kita nggak pengen bikin anaknya repot.

Setidaknya kita bisa bikin orang tua kita seneng dengan ngeringanin beban mereka. Syukur-syukur orang tua kalian ada yang punya usaha, sekalian deh belajar bisnis lewat bokap/nyokap sendiri.

Advertisement

4. Rasa empati juga perlu dibentuk. Harus ikut nih acara-acara sosial jadi relawan kehidupan bukan pahlawan kesiangan

Photo by Roman Synkevych on Unsplash

Photo by Roman Synkevych on Unsplash via http://unplash.com

Buat kamu yang punya jiwa-jiwa sosial bisa banget nih. Cari aja kegiatan sosial di sekitarmu. Kalau belum puas bisa deh partisipasi di luar daerahmu. Kalian bakalan nemu banyak banget pengalaman berharga di sini. Mulai dari bertemu teman baru, sharing pengalaman sesama volunteer, ngelatih public speakingmu dan masih banyak lagi.

5. Dasar paling penting punya pegangan yang kuat. Terus bekali diri ilmu agama dengan ikut nyantren

Photo by Pok Rie from Pexels

Photo by Pok Rie from Pexels via http://pexels

Ini juga penting lho! Jangan lupa sama belajar agama. Memang, belajar agama juga nggak perlu nyantren. Tapi buat kalian yang dulu pengen nyantren tapi nggak kesampaen, bisa manfaatin momen ini. Cari pesantren yang punya program khusus. Misalnya, program pondok satu tahun hafal qur’an atau baca kitab.

Walaupun, masa satu tahun bukannlah masih dianggap kurang untuk menguasai suatu ilmu. Namun, sekarang ini banyak cara yang efektif dan efisien untuk bisa menguasainya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

une femme libre

CLOSE