Sering denger kata-kata itu? Itu tantangan pertama yang harus kamu jawab dengan penuh rasa percaya diri. Kalau biasanya kamu membuat agenda travelling dengan keluarga, teman ataupun pasanganmu. Saat ini saatnya kamu  menantang dirimu sendiri untuk bepergian sendirian!

1. Kenali prosedur bandara

Setelah mendarat, penumpang akan diarahkan untuk ke bagian imigrasi (jangan lupa siapkan paspor beserta boarding pass ya!). Contohnya jika kamu pergi ker Jerman, maka akan mendarat di bandara Frankfurt. Di sana penumpang akan diberi beberapa pertanyaan seperti, “Ada perlu apa kesini?”, “Akan menginap dimana?”, “Berapa lama tinggal di Jerman?”, dsb. Setelah selesai proses imigrasi, kamu boleh mengambil bagasimu.

2. Paspormu adalah nyawamu

Yup, paspor dan visa bisa diibaratkan sebagai nyawamu selama bepergian ke luar negeri. Bawalah ke manapun kamu bepergian. Pengalaman saya menaiki kereta dari Belanda ke Gare du Nord, Paris ada pengecekan paspor selama perjalanan. Lebih baik letakan barang-barangmu dalam 1 tas khusus. Untuk uang, bisa kamu sebar di berbagai lokasi untuk berjaga-jaga menghindari hal yang tidak diinginkan. Jangan lupa fotokopi paspor dan juga visamu juga ya !

3. Kalau cuma foto-foto bangunan sih bisa cari di google

Advertisement

Manfaatkan waktumu di Eropa juga dengan berfoto. Kamu bisa minta tolong sesama turis disana untuk mengambil gambarmu dengan landmark yang ada. Masih ragu dan takut minta tolong? Tenang, tips dari aku, kamu bisa minta tolong turis di sekitarmu yang juga memiliki kamera yang serupa dengan yg kamu miliki. Misal : kamu punya DSLR maka minta bantuanlah dengan orang yang juga punya DSLR. Ini akan cenderung lebih aman, dan hasil fotomu pun akan lebih sesuai dengan yang kamu harapkan.

4. Pelajarilah bahasa sederhana negara tujuan

Menurut pengalamanku, penggunaan bahasa Inggris lebih banyak ditemui di daerah Belanda, sedangkan penduduk Jerman dan Perancis lebih fasih menggunakan bahasa setempat. Pelajari hal-hal sederhana seperti : Bagaimana cara membeli makanan, memastikan apakah ini kereta yang tepat untuk dinaiki, dimana letak suatu tempat. Hal ini mempermudah kamu berkomunikasi dan menjalin relasi

5. Selalu peka terhadap lingkunganmu

Saking asiknya perjalanan, hati-hati meleng ya! Beberapa negara di Eropa memiliki nama stasiun yang hampir serupa contoh: Frankfurt am Main Flughafen dan Frankfurt Hauptbahnhof. Keduanya memiliki nama yang mirip tetapi sebenarnya berbeda lokasi. Cermati kembali tiketmu apakah sudah sesuai, jangan-jangan itu bukan stasiun tujuanmu yang sebenarnya. Jika belum yakin maka bertanyalah kepada petugas bandara.

6. Selalu percaya banyak orang baik di sekelilingmu

Advertisement

Jika kamu buntu dan kamu bingung harus kemana, jangan segan untuk tanya kepada petugas. Jika disana sedang tidak ada petugas, maka bertanyalah! Kamu juga bisa manfaatkan koneksi internet tetapi tidak semua stasiun menyediakan fasilitas tersebut. Tetapi bandara-bandara besar seperti Belanda dan Jerman menyediakan fasilitas ini. Jangan lupa juga selalu sedia peta offline maupun online.

7. Temanmu Minta Oleh-oleh? Kasih ini aja !

Buat kamu yang budgetnya terbatas, apalagi buat beli oleh-oleh buat orang terdekat tentu uang jalan-jalanmu hrus terpangkas. Foto ala begini aja, dijamin temen-temenmu bakal seneng deh! Cuma butuh kertas dan spidol, beres deh.

8. Bikin tema perjalananmu

Bikin tema tertentu untuk setiap perjalanmu supaya lebih seru. Misalnya: kamu suka musik? Kamu bisa datangi Austria secara khusus. Atau kamu suka sejarah Indonesia? Maka kamu perlu datangi beberapa museum seperti museum tropis ataupun musium maritim di Belanda. Kamu bisa juga sesuaikan tujuan perjalanan dengan kostum yang kamu kenakan.

9. Kamu rindu makan nasi?

Restoran Indonesia via http://onokinegrindz.typepad.com

Sebagai orang Indonesia, tentu kadang kita rindu dengan nasi sebagai makanan pokok. Meskipun ada yang lain seperti jagung dan sagu. Buat kamu yang kangen sama nasi, kamu bisa kunjungi tempat makan Asia. Kebanyakan dari mereka menyediakan nasi. Eitss tapi nasi disana tidak semua bisa dikatakan enak lho…. sulit dijelaskan bagaimana nasi yang saya rasa tidak enak. Yang saya bilang enak adalah nasi yang saya makan di Indonesia. Jika kamu ingin menemukan nasi yang enak, maka datanglah ke Belanda. Rata-rata dari mereka melakukan impor nasi dari Suriname yang berasnya mirip dengan yang ada di Indonesia.

Masih mau menunda perjalananmu? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Y.O.L.O!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya