Denger kata skripsi itu bawaannya stres, apalagi kalo yang denger mahasiswa tingkat akhir. Entah dengar kata itu dari temen maupun kaka kelas yang lagi pusing sama skripsinya. Masalah yang dihadapi beragam, entah dospemnya lah, entah materinya lah, atau perjuangan dalam mengambil data. Emang sih nyebelin banget, tapi kalo kita mau coba evaluasi sebenenrya banyak banget dampak positifnya. Terkadang sebagian dari kita gak sadar bahwa sebenernya kita belajar banyak sekali hal dari proses pembuatan skripsi. Nah, disini penulis akan berbagi dampak positif dari makhluk aneh bin ngeselin yang bernama ‘skripsi’ berdasarkan pengalaman penulis dan teman-temannya.

1. Kamu jadi berpikir lebih logis dan kritis

bigstock-Young-girl-thinking-with-abstr via http://femaleintel.com

Duh kalo soal ini jangan ditanya ya, secara kita berurusan sama hal akademis yang dituntut untuk masuk akal. Dalam meneiliti, tentu kita diarahkan untuk mengungkap kebenaran. Kamu ga bisa tuh asal nulis tanpa memperhatikan sistematika penulisan dan logika berpikir. Selain itu, kemampuan berpikir kritis kamu digunakan mulai dari bab pertama. Ya di bab ini ini kamu dituntut untuk berargumen, kenapa kamu perlu melakukan penelitian itu. Kamu juga dituntut jeli dalam melihat kondisi sehingga kamu bisa menemukan keganjilan yang bisa kamu bisa jadikan bahan untuk diteliti. Bukan berarti kamu nyari-nyari masalah ya.

2. Kemampuan komunikasimu meningkat

explaining via https://fthmb.tqn.com

Di awal penelitian, pastinya kamu banyak berinteraksi sama dosen pembimbing. Bedanya kamu disini gak asal bicara. Kamu disini ngebahas hal yang lebih ‘berat’ yaitu topik seputar penelitian yang berkaitan dengan teori. Kamu dituntut untuk berkomunikasi secara efektif. Apalagi buat kamu yang pembimbingnya super sibuk sehingga waktu bimibingannya terbatas. Kamu juga dituntut untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada dosen sehingga dosen kamu bisa paham. Ga mudah loh guys mejelaskan sesuatu yang kamu baru pelajari ke orang lain. Apalagi kalo kamu berurusan dengan pihak yang berpendidikan (maaf) rendah dalam pengambilan data, perlu usaha lebih agar mereka bisa paham. Kamu dituntut untuk menyampaikan sesuatu yang rumit ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami. Selain itu, walaupun terlihat sepele, kemampuan mendengarkan kamu juga meningkat. Kamu dituntut untuk memahami hal yang lebih kompleks berkaitan dengan teori.

3. berpikir strategis dalam mengambil keputusan

Advertisement

Yup ini sih udah pasti, namanya juga manusia yang penuh dengan keterbatasan. Dua tangan, dua kaki, satu otak, dan yang pasti biaya dan waktu yang terbatas. Ketika proses pengerjaa skripsi kamu dihadapkan pada segudang tugas bertemu bapa inilah, bertemu ibu itulah, minta izin ambil data, sampai ke perpustakaan buat cari literatur. Tak jarang tuga-tugas tersebut harus diselesaikan dalam satu hari agar kamu segera mencapai target mu, cepat lulus. Dalam kasus ini kamu telah melakukan pertimbangan baik dari segi urgensi maupun desakan. Artinya kamu belajar memprioritaskan sesuatu dari sekian banyak hal. Mana hal yang penting tapi tidak mendesak, mana yang mendesak tapi tidak penting dan sebagainya.

4. Kesabaranmu Tingkat Dewa

Kesabaran kamu diuji mulai dari nungguin dospem yang susah banget ditemuin, susahnya nyari literatur, sampai kesabaran kamu dalam berpikir untuk mengerjakan skripsi ini. Ya semua hal itu membuat kamu sadar bahwa dalam setiap rencana pasti dipengaruhi yang namanya faktor eksternal yang ga bisa kamu kendaliin. Kamu sadar bahwa kalo menyalahkan keadaan gak bakal menggiring kamu ke gedung wisuda. Mungkin sebagian kamu ada yang pernah ngalamin ganti judul sehingga kamu mesti ulang dari awal atau hal lain yang membuat kamu rasa-rasanya pengen nyerah aja :’( , pengen langsung nikah 🙂 . Selamat buat kalian yang sudah melewati masa-masa sulit itu. Kamu belajar yang namanya perjuangan. Hanya motivasi yang bisa buat kita tetap kuat ketika manghadapi masalah seperti itu. Mungkin melihat orang tua tersenyum ketika wisuda nanti bisa jadi salah satu motivasinya, atau dapet izin nikah buat yang cewe 😀 .

5. Kamu makin sadar bahwa ‘nothing is perfect’

unfinished puzzle via http://fantheflamedates.com

Seiring berjalannya waktu dalam mengerjakan skripsi, kamu juga makin sadar bahwa kamu adalah manusia yang pada hakekatnya tidak sempurna. Kamu terus menerus bimbingan dan masih aja dapat koreksi dari dosen pembimbing. Jangankan skripsi, penelitian seperti tesis, disertasi dan jurnal yang tingkatannya lebih rumit pun sebenernya masih ada kekurangannnya, makanya ada bab atau bagian tersendiri yang membahas ‘keterbatasan penelitian’ kalo kamu sadar. Yang terpenting adalah kamu belajar untuk meneliti sesuatu. Kamu jadi tahu susahnya meneliti dari awal sampai akhir yaitu membuat laporan tertulis (skripsi). Dengan begitu kita juga bisa menghargai hasil penelitian para pendahulu.

Advertisement

Nah sekarang kamu makin sadar bahwa segala yang menurut kamu ga baik, bisa jadi baik buat kamu, baik banget malah. Ga ada yang sia-sia atas apa yang udah kamu lakuin. Kamu ga bakal tau skrispsi atau penelitian kamu akan dibaca oleh siapa saja di kemudian hari. Besar kemungkinan peneltian kamu dibutuhin banget sama peneliti-penelitian lain untuk menghasilkan karya yang besar. So, teruslah meneliti suatu hal yang bikin kamu penasaran, karena salah satu ciri orang cerdas ialah mereka yang kepo sama ilmu pengetahun, bukan kepoin akun media sosial mantan ya!.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya