Saat ini, dengan berkembangnya zaman, semakin berkembangnya teknologi dan semakin luasnya pergaulan remaja, dapat dengan mudahnya mempengaruhi tingkah laku seorang remaja. Menurut Hurlock, Elizabeth B, Masa remaja adalah masa peralihan dari anak–anak menuju dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik.

Pernah merasa risih nggak sih, pada saat dengerin temen kamu ngomong kotor? Apalagi ngomong kotornya pakai suara kencang dan depan publik, pasti malu-maluin banget kan! 

Tanpa sadar, kebiasaan berbicara kotor ini sudah dianggap hal yang wajar dan biasa oleh para remaja di Indonesia, dan tanpa sadar juga berbicara kotor juga sudah menjadi budaya bagi para remaja di Indonesia. Buktinya, 96% remaja di Indonesia ini masih sering menggunakan kata kotor pada keseharian mereka. Seiring berjalannya waktu, kata kotor sudah di modifikasi menjadi bahasa pergaulan sehari-hari.

Padahal, hal seperti ini tidak patut untuk diwajarkan dan tidak boleh untuk dilanjutkan. Jika budaya ini terus dilanjutkan dan terus disepele kan, akan berdampak buruk pada generasi berikutnya dan akan terus terjadi pada generasi berikutnya. Orang yang sering berbicara kotor akan dipandang orang yang tidak terdidik dan tidak dihargai oleh orang.

Anak-anak yang mendengar kamu kalau lagi berbicara kotor, juga ditakutkan akan mencontoh loh! Apakah kamu mau anak dan cucu kamu nanti berbicara kotor? dan apakah mau direndahkan oleh orang dan tidak dihargai oleh orang? Coba dimulai dari diri sendiri untuk berhenti atau mengurangi penggunaan kata kotor di kebiasaanmu.

Seperti kebiasaan dan sifat buruk lainnya, berkata kotor/kasar adalah kebiasan yang mudah dilakukan, tetapi sulit untuk dihilangkan, dikarenakan sudah melekat dan menjadi kebiasaan di diri individu. Saking sulitnya, bahkan kadang kita tidak sadar kalau baru saja berkata kotor/kasar. 96.4% remaja di Indonesia berfikir kalau kebiasaan berbicara kotor ini sudah parah dan memang harus dikurangi.

Selama  sadar akan kebiasaan buruk ini dan benar-benar ingin menghilangkannya, kita akan bisa berhenti untuk berkata kotor atau kasar. Maka dari itu, berikut beberapa tips untuk berhenti atau mengurangi penggunaan kata kotor dari kebiasaanmu:

1. Yakin kepada diri sendiri, bahwa berbicara kotor adalah hal yang buruk

You can do It

You can do It via http://www.google.com

Berkata kasar punya beberapa tujuan atau fungsi, tetapi apapun alasannya, berkata kotor teteap merupakan kebiasaan buruk yang dapat membuat kita terlihat bodoh atau tidak terdidik, dapat mengintimidasi, menyinggung orang lain, dan membuat orang lain tidak menghargai kita.

Advertisement

Sadarlah akan kebiasaan berkata kotor yang sering kita ucapkan, setelah sadar, kamu akan menyadari bahwa betapa tidak enaknya ketika kata kotor diucapkan dari mulut seseorang dan pasti kita akan memandang orang itu tidak dapat menghargai orang lain. Posisikan diri anda menjadi orang yang sering berkata kotor itu dan posisikan orang-orang sekitar yang mendengar kita saat berbicara kotor, mereka juga akan berpikir kita adalah orang yang tidak dapat menghargai orang lain.

Mulai dari diri sendiri untuk berhenti berbicara kotor dan pikirkan dampak yang akan terjadi jika kebiasaan ini terus dilanjutkan. Sadar, bahwa dengan berbicara kotor dapat melukai hati seseorang dan kamu akan direndahkan oleh orang.

2. Minta bantuan teman maupun orang-orang terdekat untuk mengingatkanmu saat kelepasan bicara kotor.

Giving advice

Giving advice via http://google.com

Jika kamu sudah melakukan banyak cara untuk berhenti berbicara kotor tetapi masih saja suka kelepasan bicara, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan teman atau orang-orang terdekat. Kamu bisa meminta orang disekitarmu untuk mengingatkan kamu saat kelepasan bicara supaya kita sendiri pun akan terus mengingatnya. Minta mereka untuk menegurmu jika mulai kelepasan saat berkata kotor.

Advertisement

Carilah teman yang jarang atau bahkan tidak pernah berkata kasar sebagai alarm. Biasanya dengam cara ini, karena sudah biasa diingitkan, dengan seiring berjalannya waktu, tanpa diingatkan pun kamu akan merasa enggan untuk berkata kotor atau kasar lagi. Jangan pernah malu untuk meminta teman menegur mu saat kamu berperilaku buruk, karena teman yang baik akan mendukung semua kegiatan positifmu.

3. Hukum dirimu jika kelepasan berbicara atau dengan sengaja berbicara kotor

saving money

saving money via http://google.com

Salah satu cara alternatif menghukum dirimu adalah, siapkan sebuah celengan atau tempat untuk menyimpan uang yang sulit dirusak atau dibuka. Buat aturan kepada diri masing-masing jika setiap kali berbicara kotor secara disengaja atau tidak, harus memasukan sejumlah uang ke dalam celengan tersebut. Uang yang sudah tertabung pasti akan berguna untuk dirimu kedepannya, dan kalau bisa nominal uangnya tidak di bawah Rp.2000,00.

Kamu bisa juga mengajak orang lain yang punya kebiasaan buruk yang sama untuk ikut dalam "permainan" hukuman ini. Pastikan bahwa semua orang yang mau bermain permainan hukuman ini dengan jujur. Jika celengan sudah penuh atau berhasil, bisa membeli sesuatu sebagai bentuk perayaan.

Karena dengan "permainan" hukuman ini, kita jadi bisa berpikir dulu sebelum berkata agar tidak terkena hukuman saat berbicara kotor.

4. Cobalah untuk mengespresikan dirimu dengan kosakata yang lebih luas dan membangun

express yourself

express yourself via http://google.com

Seperti yang kita tahu, bahasa memiliki jutaan kata dan istilah, mengapa tidak mecoba untuk mencari padanan kata yang lebih halus untuk mengekspresikan diri. Hampir semua kata umpatan memiliki arti yang kotor atau kasar dan seringkali menyinggung perasaan orang lain, maka dari itu, mulai dibiasakan untuk memikirkan perasaan orang sekitar saat kita berbicara kotor dan jika ingin mengekspresikan atau meluapkan emosi carilah kegiatan yang bermanfaat, misalnya menulis diary, mendengarkan lagu, bernyanyi, dan kegiatan positif lainnya.

Cara meluapkan emosi tidak harus dengan mengucapkan kata kotor, karena kalau kamu terus terbiasa berbicara kotor akan menjadi kebiasaan buruk dan akan sulit untuk dihilangkan.

5. Coba hindari media yang mempunyai konten omongan kotor

Social Media

Social Media via http://google.com

Banyak kebiasaan berkata kotor, terutama pada remaja, muncul karena pengaruh konten publik seperti musik, flm, atau TV. Apalagi, di zaman teknologi sekarang mulai sulit atau menyaring hiburan yang berasal dari social media yang dengan mudahnya para pembuat konten berkata kotor, maka hindari untuk meniru perkataan buruk tersebut dan mengabaikannya, jika masih ingin menonton hiburan tersebut maka sudah sebaiknya untuk kamu membuang yang buruk dan terima yang baik. Jika ingin berhenti untuk berbicara kotor maka sudah seharusnya untuk kamu tidak menirunya.

Banyak dampak buruk yang akan terjadi jika budaya berbicara kotor ini terus dilanjutkan dan jika tidak ada niat usaha untuk memberhentikannya. Salah satu dampaknya adalah bisa melukai hati seseorang dan tidak dapat dihargai oleh orang lain.

Dikhawatirkan, jika budaya berbicara ini tidak diberhentikan, maka generasi kita di masa depan ini juga akan terbawa oleh budaya ini. Makanya yuk! bangunlah generasi yang baik dimulai dari diri sendiri dengan cara memberhentikan atau mengurangi budaya berbicara kotor!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya