Saat Dunia Selalu Menuntutmu untuk Terlihat Kuat, Tetaplah Jujur Tentang Kondisimu Sebenarnya

esensi kejujuran

Dunia sering mengajarkan kita untuk berkata atau bertindak yang sesuai porsinya. Untuk bersikap dan bertindak bijak di dalam waktu dan tempat yang tepat. Hal itu benar adanya dan itu sangat wajar.

Tetapi jangan pernah lupakan bahwa…

Advertisement

1. Tentang hal menyadari kejujuran itu sendiri

Foto oleh Anastasia Shuraeva dari Pexels

Foto oleh Anastasia Shuraeva dari Pexels via https://www.pexels.com

Di kala kita telah selesai berkompromi dengan hati dan pikiran, ketika kita usai berhadapan dengan dunia beserta segala hal-hal yang kompleks di dalamnya. Adanya kalanya kita perlu berehat sejenak dan belajar untuk mulai jujur kepada diri sendiri, kepada keadaan; kepada orang lain dan kepada Sang Pencipta. Dan percayalah, itu penting adanya.

2. Kejujuran kepada orang lain

Foto oleh Katerina Holmes dari Pexels

Foto oleh Katerina Holmes dari Pexels via https://www.pexels.com

Kejujuran kepada orang lain adalah salah satu bentuk interpersonal skill yang harus kita miliki dengan penempatan diri dalam situasi dan kondisi yang tepat pula. Karena tetap harus ada hal perlu kita utarakan maupun yang hal yang perlu kita simpan. Entah berhadapan dengan orang asing, teman, kolega.

Advertisement

Bedakan dengan hal-hal yang perlu orang lain tahu, hingga yang perlu diketahui orang lain dengan batas ala kadarnya. Tetaplah pegang sebuah prinsip integritas dalam hubungan kita dengan orang lain sebagai fondasi dasar dalam segala hal.

3. Kejujuran kepada diri sendiri

Foto oleh Juan Pablo Serrano Arenas dari Pexels

Foto oleh Juan Pablo Serrano Arenas dari Pexels via https://www.pexels.com

Ketika dunia terkadang terlalu pintar mengajarkan kita untuk berpura-pura, sadari bahwa kembali kepada sebuah esensi kejujuran kepada diri sendiri adalah tetap baik adanya. Menghibernasikan diri dan sesekali bertanya kepada diri sendiri,

Advertisement

“hei, apa kamu sedang baik-baik saja?”

“Dear self, are you okay?”

Sah-sah saja kok bertanya kepada diri sendiri dan mendapati jika kita sedang lelah dan sedang tidak baik-baik saja. Itu hal yang sangat manusiawi. Ambillah waktu quality time untuk dirimu sendiri, lakukan kegiatan apapun yang membuat kamu bahagia (jiwa dan raga), selama tidak merugikan orang lain.

Jangan hindari perasaan apapun yang muncul dari dalam diri kamu. Sadari bahwa kejujuran kepada dirimu sendiri itu tidak kalah penting dari apapun. Itu merupakan salah satu pelajaran penting tentang belajar mencintai diri kamu sendiri. It's about loving yourself. Hanya kamu yang dapat mencintai diri kamu sendiri, hal ini sudah bukan tugas orang lain. Ini adalah murni tanggung jawabmu sendiri. Jangan percayakan kebahagiaanmu kepada orang lain, pasangan atau pun bahkan kepada situasi kondisi. Karena kamu pasti akan kecewa. Remember that you are your own best friend.

4. Kejujuran kepada keadaan

Foto oleh Ekaterina Bolovtsova dari Pexels

Foto oleh Ekaterina Bolovtsova dari Pexels via https://www.pexels.com

Selama hidup di dunia, kebahagiaan dan masalah akan selalu ada waktu absensi kehadirannya di hidup kita. Jika memang keadaan sedang tidak baik-baik saja, jangan pungkiri keberadaannya. Terlalu mengandalkan diri sendiri dan berpusat kepada pengertianmu sendiri akan membuat duniamu terlalu sempit. Kita butuh orang lain untuk kadang sekadar menyederhanakan kerumitan yang ada di dalam kepala kita.

Manusia tetap butuh orang lain untuk survive, kita tidak akan pernah bisa hidup sendiri. That's not how we created as human beings. Situasi dan kondisi dapat berubah, sadari dan jujurlah dengan semuanya. Berdamailah dengannya.

5. Kejujuran kepada Sang Pencipta

Foto oleh Arina Krasnikova dari Pexels

Foto oleh Arina Krasnikova dari Pexels via https://www.pexels.com

Kejujuran kepada Sang Pencipta itu hal sederhana yang sering dilupakan manusia. Ketika kita berdoa dan meminta kepada-Nya terkadang lupa untuk sekadar bercerita, apa yang sedang kita alami, hingga hal-hal kecil yang terjadi dalam kesehariannya.

Jujur kepada-Nya jika memang kita sedang butuh bantuan-Nya, jika kita sedang perlu ditemani ataupun sedang perlu dikuatkan. Jujur kepada-Nya jika kita sedang jatuh dan perlu pengampunan-Nya. Jangan pernah berpura-pura kepada-Nya, toh Dia sudah tahu segalanya bahkan sebelum kita mengutarakannya.

“The only One who can truly satisfy the human heart is the One who created it.” – unknown

Jadi, jangan pernah lupakan esensi kejujuran entah hal yang baik hingga yang buruk bahkan. Terkadang kejujuran terkesan seperti sebuah pil pahit yang harus kita telan, tetapi jika itu akan membuatnya menjadi lebih baik. Kenapa tidak, bukan? Sesuatu terus menerus kita anggap tidak ada atau sesuatu yang kita hadapi dengan denial. Suatu hari akan berubah menjadi sebuah bumerang yang ujungnya akan merugikan kita sendiri.

Normalize being honest to yourself, to others; about your situations & conditions and toward your God.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE