Kita hanya manusia yg bisa berencana, selebihnya Dialah yg menentukannya,

Terdengar sedikit konyol memang, ketika kita sudah berharap banyak akan sebuah hubungan, disaat impian sudah melambung tinggi untuk menghabiskan sisa waktu berdua, tapi tuhan berkata berbeda. Ia yg engkau banggakan kini telah jauh berbeda, ia berpaling dan pergi meninggalkanmu. Sedih, pilu, sakit membaur jadi satu.

cengeng iya memang cengeng, tapi ini masalah hati, engga ada yg bisa mengelak.

 

1. Setiap perjalanan pasti ada ujungnya, setiap waktu pasti ada akhirnya, setiap angan pasti ada berhentinya. Begitupun impian ini.

Harapan & Do'a

Harapan & Do'a via https://www.facebook.com

Mungkin itu yg gue rasakan setahun yg lalu, ketika kita udah berkorban habis-habisan, dari kita dan keluarga udah saling kenal. Semua dijalanin berdua, dari masa cupu sampai kenal dunia luar, dari masa kuliah, pengangguran, kerja.

2. Kenapa harus mulai jika ahirnya akan menghianati?

Kau yg mulai kau yg mengingkari

Kau yg mulai kau yg mengingkari via http://www.google.com

Ingen engga awal pertama dekat dan pacaran?. Apakah lo yang minta buat kita jalanin hubungan ini dan ngebangun semuanya?. Ngeyakinin gue dengan kata setia.

Don’t forget it choy...

3 Tahun bukanlah waktu yg singkat, menjaga kesetiaan, melawan godaan dan memantapkan hati itu butuh perjuangan. Tetapi kenapa setelah semua harapan ini ada, lo pergi dengan dia yg lebih tajir. Why?

3. semua kehidupan Butuh proses

Memekomiks

Memekomiks via https://www.google.com

Sekian lama dijalani dengan kata keseriusan, gua salah. Disaat semua udah saling kenal udah begitu akrab, knapa lo khianat. Seolah engga pernah berfikir. Gue orang bawah dan untuk sampai ke puncak itu harus menempuh down up-nya terlebih dahulu.

Lo tau engga? Disini, rasa sakit ini masih begitu terasa. takut untuk memulai dengan yg lain padahal udah setahun.

Disana mungkin lo udah enak dengan dia yg bisa ngasi segalanya. Tapi ada satu hal yg wajib lo inget, inget semasa pahit lo, bahu gue tempat lo bersandar, dia? Kenal lo disaat lo udah di atas, gua tau dari masa lo bukan siapa dan sampe sekarang lo jadi apa-apa.

Lo buang gue dimasa down gue, kulah kerja lo bareng gue, dan pas gue nganggur lo buang gua. Paitt banget kan. Disaat gue butuh support gue dipaksa tegak sendiri. Gua hancur, gua kecewa, gua sakit.

4. Untukmu yang menanamkan luka terdalam di diri ini,

Roni Okbrianto

Roni Okbrianto via https://www.facebook.com

terimakasih untukmu yg meninggalkan luka begitu mendalam di diri ini, sampai saat ini entah sampai kapan perih ini masih abadi. menikmati kesendirian ini.

terkadang sempat terfikir dibenak untuk cari penggantimu, ketika cape pulang kerja, ketika ada masalah, ketika butuh sandaran, cerita kegiatan apa aja hari ini, tapi disisi lain masih takut kecewa lagi.

difikiran hanya ada satu,

" Dari pada disakitin mending sendiri,

Daripada nuakitin mending engga usah "

5. Berbahagialah disana, disini kita punya cerita berbeda.

Untukmu yg terindah, aku selalu berdo'a kepada Yg Kuasa, semoga engkau dan aku slalu diberikan hal terindah untuk masa mendatang.

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya