Alamanda Shantika, siapa sih yang nggak kenal dengan sosok wanita yang satu ini. Terutama anak-anak startup digital ya, keterlaluan banget bagi kalian jika tidak kenal sama sosok inspiratif satu ini. Mengapa menginspirasi, wanita yang kerap disapa Kak Ala ini adalah salah satu pendiri sekaligus tokoh yang tergabung secara langsung dalam pembuatan aplikasi yang cukup hitz kita pakai saat ini yaitu Go-Jek. Sekarang beliau juga mendirikan salah satu startup yang fokus untuk memberikan ilmu pengembangan aplikasi digital secara langsung bernama Binar Academy. Nah di balik kesuksesan dari kak Ala, beliau memiliki sikap dan proses teladan. Berikut merupakan kisah-kisah inspiratif yang bisa kita tiru dari kak Ala sampai bisa sehebat sekarang ini :

1. Mulai menyenangi dunia coding dari umur 14 tahun

person using macbook pro

person using macbook pro via https://www.pexels.com

Diumur 14 tahun kira-kira dulu kita lagi ngapain ya ?, masih melayap main sana-sini, ngerasain cinta monyet sampai lupa tidur siang atau berjam-jam di depan monitor rental ps. Tidak ada yang salah kok. Tapi beda ceritanya nih dibandingkan dengan kak Ala, dia sudah mulai menyenangi dunia koding sejak umur 14 tahun. Dunia yang dipenuhi dengan logika yang memusingkan, lupa titik koma saja bisa lembur 2 hari. Bahkan beberapa dari kita aja yang sudah kuliah fokus IT sampe 5-7 tahun aja tetep nggak suka sama dunia koding. Kenapa ya ? Ternyata peran orang tua cukup penting bagi kak Ala. Sang Ayah memang sudah mulai mengajarkan matematika kepada kak Ala sejak kecil. Hal tersebut yang membuat kak Ala sudah senang dengan logika dan matematika sejak dini. Bagi kalian yang masih anak-anak dan calon ayah wajib ditiru ya.

2. Kuliah di 3 jurusan

apple check computer female

apple check computer female via https://www.pexels.com

Advertisement

Kak Ala merupakan mahasiswa lulusan Universitas Bina Nusantara Jakarta. Tidak tanggung-tangung jurusan yang diambil ada 3 diantaranya IT, matematika dan desain. Kebayang nggak sih gimana kak Ala mengatur waktunya. Kita yang ambil cuma 1 jurusan saja masih susah fokus dan nggak selesai ngerjain skripsi. Bukan hanya itu ketika kita digembor-gemborkan dengan edukasi pemisahan konsentrasi antara dominan otak kanan atau dominan otak kiri, kak Ala justru mengambil jurusan yang mencakup keduanya. IT dan Matematika yang erat sama logika, keteraturan mendominasi otak kiri sedangkan desain yang erat dengan perasaan,seni dan ketidakteraturan mendominasi otak kanan. Wah keren banget nggak sih bisa peduli untuk mencapai keseimbangan antar keduanya.

3. Salah satu pendiri sekaligus tokoh yang terlibat langsung sebagai programmer Go-jek

Siapa sih yang nggak kenal sama aplikasi hitz yang satu ini, Go-jek merupakan salah satu startup yang berkembang sangat pesat dan tercatat sebagai salah satu startup unicornnasional. Dibalik suksesnya Go-jek, ternyata kak Ala tergabung dalam proses merintis startup tersebut dan terjun langsung dalam pembuatan aplikasi yang selama ini kita pakai. Besarnya nama Go-jek tentu saja membuktikan bahwa orang-orang yang tergabung di dalamnya punya kualitas yang sudah tidak diragukan lagi. Kak Ala bisa menjadi salah satu inspirasi terutama bagi wanita di Indonesia bahwa wanita bisa menjadi programmer yang keren.

4. Uang bukan tujuan Utama

working business money coins

working business money coins via https://www.pexels.com

Kalo kita membayangkan menjadi kak Ala dengan penghasilannya di Gojek, pasti nyaman banget ya, Liat kantornya Go-jek aja serasa semua udah dicover dan pengennya tinggal di kantor. Tapi bukan itu yang menjadi salah satu tujuan utama kak Ala terjun di dunia digital. Kak Ala pernah mengalami bisa membeli mobil mercy dari jerih payahnya sendiri, tapi kesenangan itu hanya berlangsung sebentar di awal. Pernah suatu ketika kak Ala berbincang dengan CEO Go-Jek Nadiem Makarim, " Kalo yang dikejar cuma uang saja maka tidak akan ada habisnya ". Salah satu cerita yang membuat kagum dari besarnya Go-jek adalah Go-Jek didirikan karena orang-orang di dalamnya ingin membantu masyarakat terutama yang berprofesi menjadi tukang Ojek. Terbukti berkat Go-Jek banyak tukang ojek yang terbantu hidupnya. Bahkan beberapa orang yang menganggur akhirnya memutuskan untuk mendaftar menjadi pengemudi Go-Jek. Mulia sekali kan tujuan dari menciptakan usahanya.

5. Pendiri Sekolah Coding Binar Academy

Binar Academy

Binar Academy via https://google.co.id

Advertisement

Nah seperti yang diceritakan sebelumnya, uang bukan menjadi salah satu tujuan utama kak Ala. Kak Ala ingin memberikan social impact kepada masyarakat lewat perannya. "Bisa membahagiakan banyak orang" menjadi support dan dongkrak bagi kak Ala untuk kemudian mendirikan startup baru bernama Binar Academy. Binar Academy merupakan sekolah yang mengajarkan ilmu pengembangan aplikasi salah satunya ilmu pemrograman. Binar Academy juga bekerjasama dengan berbagai startup digital dan menyalurkan programer untuk bekerja di dalamnya. Binar bisa menjadi jembatan nih bagi teman-teman untuk bekerja di startup-startup ternama lewat belajar ilmu pemrograman di dalamnya.

6. Bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan

black white chalkboard

black white chalkboard via https://www.pexels.com

Melihat track recordnya di Go-Jek dan antusiasnya dalam membantu masyarakat Indonesia lewat Binar Academy sudah bisa kita liat sekilas perjalanan hebat dari tokoh Alamanda Shantika. Belum berhenti disitu, kak Ala ternyata memiliki mimpi hebat lainnya yaitu menjadi menteri pendidikan. Wih dengan keberaniannya pasti kak Ala sudah menyiapkan berbagai strategi dan visi mau dibawa kemana sistem pendidikan di Indonesia. Dengan tujuan mulianya berimpact besar membantu masyarakat pasti kamu dapat banyak support kak.

Ayo teman-teman yang lain harus ketularan dengan semangatnya kak Alamanda Shantika.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya