keren/ke·ren/ /kerén/ 1 tampak gagah dan tangkas; 2 galak; garang; lekas marah; 3 lekas berlari cepat (tentang kuda); 4 perlente (berpakaian bagus, berdandan rapi, dan sebagainya)

Entah bermula dari mana, banyak orang mengamini bahwa merokok itu keren. Tanpa ada maksud mendiskreditkan, jika dibenturkan dengan arti keren, barangkali hanya dalam arti ‘tampak gagah’ sajalah yang mendekati maksud dari anggapan tersebut. Itu pun sangat besar kemungkinannya dipengaruhi oleh kenyataan bahwa para perokok umumnya adalah laki-laki di mana selama ini laki-laki dipandang sebagai simbol kegagahan – lebih kuat dibanding perempuan secara fisik.

Advertisement

Namun bagi mereka yang nggak merokok, rasanya kok biasa-biasa saja, ya baik yang merokok maupun yang tidak – nggak ada bedanya tuh. Cuma agaknya nggak adil saja mengetahui bahwa perokok punya jargon semacam itu, sementara yang nggak merokok tak punya. Baiklah, biar adil mari kita rumuskan bersama-sama apa jargon yang tepat untuk kamu yang nggak merokok. Bagaimana kalau ‘tidak merokok itu visioner’? Lho kok bisa? Begini 6 alasannya mengapa kamu yang nggak merokok tergolong pribadi yang visioner.

1. Ketika kamu nggak merokok karena alasan kesehatan, itu sama halnya dengan memikirkan kelangsungan hidup sekarang dan masa depan

Peduli kesehatan via unsplash.com

Kebanyakan dari non perokok memilih nggak merokok dengan alasan rokok kurang baik bagi kesehatan tubuh. Yap! Beberapa penelitian telah membuktikannya. Nah untukmu yang memutuskan nggak merokok demi kesehatan, keputusan ini jadi tanda bahwa kamu peduli terhadap tubuhmu sendiri.

Secara nggak langsung kamu sudah berinvestasi terhadap dirimu di masa depan. Nggak cuma ihwal kesehatan, namun juga keuangan sebab sehat itu mahal. Buktinya, rumah sakit kerap meminta bayaran mahal untuk merawat dan menyembuhkan suatu penyakit.

2. Berhenti merokok karena pertimbangan finansial, sejatinya kamu pribadi yang bertanggung jawab pada diri sendiri dan tak ingin merepotkan orang

Peduli finansial via www.pexels.com

Advertisement

Ada juga sebagian orang yang memutuskan untuk nggak merokok dengan alasan finansial, padahal sejatinya ia juga suka merokok. Nah jika kamu adalah salah satunya, kamu tergolong pribadi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap diri sendiri – kamu juga tahu bahwa merokok mengganggu kesehatan finansial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, dari sini juga bisa terbaca bahwa kamu adalah tipe orang yang nggak suka merepotkan orang lain. Kamu nggak ingin seperti orang-orang yang memaksakan merokok padahal kebutuhan lain dalam hidupnya masih banyak. Kamu tergolong peduli terhadap kehidupan sosialmu, kamu nggak ingin menyusahkan orang lain hanya karena ingin memenuhi hasrat untuk merokok.

3. Saat orang lain membutuhkan rokok untuk mencari ketenangan dan inspirasi, kamu bisa melakukannya tanpa stimulan yang justru dicari-cari

Kreatif via www.pexels.com

Nggak bisa dipungkiri bahwa, banyak dari perokok yang menjadikan rokok sebagai alat bantu yang membuat pikiran tenang, jernih, dan sebagai sumber inspirasi. Terlepas dari benar atau tidaknya dampak rokok yang diyakini perokok tersebut, ketidakbergantungan kamu yang nggak merokok membuktikan bahwa kamu orang yang independen dan kreatif.

Kamu nggak membutuhkan alat bantu seperti mereka ketika sedang dalam keadaan buntu. Kamu bisa mengatasi kondisi seperti yang mereka alami tanpa bantuan apa-apa. Yap! Kamu sukses membuat dirimu sendiri berdaya tanpa bantuan apa-apa.

4. Merokok itu keren menurutmu anggapan yang salah. Karena keren yang sesungguhnya itu saat kamu memiliki karya

Punya karya via www.pexels.com

Semakin ke sini, kata keren telah berkembang maknanya karena acap diasosiasikan dengan pencapaian yang wah, elegan atau luar biasa – contohnya “gila loe keren sekarang bisa sesukses sekarang”. Nah bagi kamu yang memilih untuk nggak merokok karena beranggapan bahwa keren itu mesti punya prestasi yang membanggakan, maka kamu pantas menyandang predikat keren yang sebenar-benarnya.

Agaknya konotasi keren yang semacam inilah yang lebih membangun jika dibandingkan dengan arti keren semacam yang ditampilkan dalam kbbi di atas. Keren itu berprestasi, keren itu berkarya!

5. Kamu memutuskan tak merokok karena tak ingin menambah polusi udara yang jelas mengganggu pernapasan banyak orang

Peduli alam via www.pexels.com

Nah keputusan untuk nggak merokokmu akan lebih mulia jika berlandaskan kepada kehidupan sosial dan lingkungan. Seperti yang kita tahu nggak semua orang betah dengan asap rokok, bahkan justru banyak yang pusing bila asap rokok terombang-ambing di sekitarnya. Kamu yang bisa menahan nafsu untuk merokokmu karena nggak ingin mengganggu orang di sekitarmu, maka kamu tergolong berhati baik.

Selain itu, memutuskan untuk nggak merokok karena nggak ingin memperburuk pencemaran lingkungan (lewat udara) tergolong keputusan yang mulia. Jika kamu melakukannya, bisa dibilang dirimu mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap kehidupan di masa sekarang dan mendatang.

6. Berhenti karena kamu tak bisa merasakan nikmat rokok, jadi tanda bahwa jiwamu merdeka dan nggak mudah ikut-ikutan

Pribadi merdeka via www.pexels.com

Barangkali kamu pernah mencoba untuk merokok namun nggak meneruskan, karena merasa tak mendapatkan kenikmatan yang dibicarakan banyak orang. Nah untuk kamu yang melawan arus, kamu adalah pribadi yang berjiwa merdeka. Terbukti keputusanmu untuk merokok lalu berhenti nggak dipengaruhi oleh siapapun.

Kredo ‘merokok itu keren’ secara nggak langsung berperan penting bagi fenomena banyak orang yang merokok hanya karena ikut-ikutan saja. Kalau dipikir-pikir, sungguh dangkal dan payah apabila kamu memutuskan merokok hanya untuk terlihat keren. Begini, kalau kamu butuh pengakuan ingin tampak gagah atau dipandang sebagai pribadi yang wah maka kenapa kamu nggak melakukan hal yang berkaitan dengan keinginanmu tersebut. Mengapa lebih memilih jalan pintas dengan merokok. Ayolah, manusia mesti berdaya. Mau kelihatan keren tapi kok nggak mau bersusah payah memperjuangkannya.

Itulah tadi beberapa alsan mengapa kamu yang nggak merokok tergolong pribadi yang visioner. Perlu diingat bahwa artikel ini nggak punya maksud untuk mempermasalahkan keputusanmu untuk merokok – tidak sama sekali. Artikel ini hanya mempertanyakan kredo, jargon atau apalah sebutannya ‘merokok itu keren’. Keputusanmu merokok adaah hakmu, selama nggak mengganggu kenyamanan orang-orang di sekitarmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya