“Umur kamu udah berapa sih? Dewasa dikit lah!”

Pernah mendapat kalimat semacam itu dan jadi baper banget? Yup, dibilang kurang dewasa dan nggak sesuai dengan umur memang cukup menyakitkan. Apalagi kalau kamu yang setiap tahun terus bertambah usianya, justru merasa hidupmu masih sama seperti sebelum-sebelumnya.

Sebenarnya, kedewasaan nggak selalu ditentukan oleh usia. Kedewasaan bisa dilihat dari sikap-sikap keseharianmu kok. Mulai dari bagaimana kamu mengambil keputusan, sampai bagaimana kamu menghadapi konflik. Nah, sudah dewasakah kamu? Kalau hal-hal ini sudah kamu alami, tak usah khawatir. Kamu sudah cukup dewasa kok 🙂

1. Dulu sering bangun mepet supaya lebih puas tidurnya. Sekarang sadar kalau bangun lebih pagi banyak keuntungannya

bangun lebih pagi via www.pexels.com

Terbiasa begadang berpengaruh juga untuk aktivitas pagimu. 10-15 menit tidur itu sungguh berharga, karena itu kamu pilih bangun mepet waktu. Sarapan? Ah, bisa diskip saja. Olahraga apalagi. Tapi sekarang pola pikir-mu jauh berbeda. Kamu mulai berpikir tentang kesehatanmu di masa tua nanti. Dari situ, kamu mulai mencoba untuk tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Lumayan waktunya bisa untuk workout sebentar, sarapan, dan memulai hari dengan merawat diri bersama yang halal seperti Wardah. Hidup teratur begini ternyata lebih nyaman juga ya.

2. Dulu sering langsung emosi waktu ada yang ngebully di medsos. Sekarang sih lebih selow dan diketawain aja

ketawa aja deh via www.123rf.com

Media sosial kadang bisa begitu jahat. Kita posting sesuatu, netizen pun datang membully, Mereka nggak akan mau tahu akar persoalan atau latar belakang postingan itu, yang penting diserang terus. Dulu kamu suka emosi kalau ada yang nyolotin kamu begini. Kepenginnya balas nyolot. Kalau sekarang kamu jauh lebih kalem. Mau dibully, ketawain aja biar nggak spaneng. Kamu paham kalau medsos memang rawan dengan hal-hal semacam itu. Ketimbang ikutan berantem, kamu lebih suka menggunakan medsosmu untuk mulai berbagai inspirasi.

3. Dulu setiap momen rasanya pengen diunggah ke IG biar orang tahu. Sekarang sering mikir dua kali dulu sebelum posting sesuatu

mulai memfilter postingan via www.123rf.com

Dulu media sosial jadi media curhat untukmu. Setiap momen kehidupan rasanya sia-sia kalau nggak diunggah ke media sosial. Kalau ada yang bikin kesel sedikit, langsung marah-marah di media sosial. Itu dulu karena sekarang kamu lebih selektif. Sebelum posting sesuatu kamu selalu berpikir 1-2 kali dulu. Apakah kata-katanya sudah sopan dan laik? Apakah hal-hal semacam ini patut dishare di media sosial? Apa mungkin akan ada yang tersinggung? Apa perlu marah-marah di media sosial?

4. Dulu ke mana-mana nunggu ada temen. Sekarang woles aja gitu ke mana-mana dan ngelakuin apa aja sendirian

biasa aja jalan sendiri via www.pexels.com

Dulu pergi ke sebuah acara sendirian itu nggak banget buatmu. Takut dianggap terlalu mandiri alias nggak punya teman dan juga pacar. Karena itu, kamu selalu nunggu teman dulu untuk melakukan sesuatu. Sampai akhirnya kamu merasa kalau itu nggak efektif. Banyak hal yang tertunda karena kamu terlalu takut jalan sendiri. Sekarang sih sudah terbiasa melakukan sesuatu atau pergi ke mana-mana sendiri.

Sebab sekarang adalah #SaatnyaMemulai, dan sudah nggak zaman lagi tunggu-tungguan. Jadi, jangan ragu untuk memulai sesuatu yang baik, untuk diri sendiri ataupun orang lain. Sehingga dirimu juga selalu berkembang. Jangan kalah sama Wardah, yang menjadi pioneer kosmetik halal di Indonesia. Wardah berani memulai yang pertama dengan semangat dan terus berinovasi untuk menciptakan produk-produk kosmetik halal untuk perempuan Indonesia. Karena segala sesuatu harus ada yang pertama ‘kan?

5. Dulu baper banget kalau dikritik teman dan bilang “Siapa elo ngritik-ngritik gue?”. Sekarang sih selow dan malah berterima kasih

“Oh ya ya, lupa!” via www.123rf.com

Menerima kritik nggak pernah mudah. Kamu dulu juga begitu. Setiap ada teman yang mengritikmu rasanya emosi langsung ke ubun-ubun. Menurut kamu dia nggak punya hak untuk mengritisi dirimu. Tapi sekarang kamu sadar kalau kritik itu justru akan membantumu untuk berkembang. Jadi sekarang kamu malah senang kalau temanmu memberikan kritik. Sekarang kamu juga sudah pintar memilah-milah, mana komentar nyinyir dan mana komentar yang membangun. Hidup jadi lebih tenang dan terarah deh.

6. Dulu sering malu kalau kamu jomblo sendiri di antara temen-temen se-geng. Sekarang sih bodo amat yang penting bahagia

tetep woles meski jomblo sendiri via www.123rf.com

“Buruan doong nyari, tinggal kamu doang nih yang masih betah menjomblo. Haha”

Akibat jadi jomblo di antara teman-teman yang sudah punya pasangan kamu sering jadi bulan-bulanan. Lama-lama jadi males ikut nongkrong, karena jujur saja kamu iri. Kadang kamu juga bertanya-tanya “kenapa sih aku nggak segera punya pacar?”. Sekarang pola pikirmu sudah berbeda. Kamu bahkan paham bahwa keinginan menggebu untuk pacaran dulu itu hanya didorong oleh rasa nggak mau kalah dengan yang lainnya. Kenapa harus buru-buru kalau memang waktunya belum tepat? Nanti dulu saja, ada banyak kebahagiaan lain yang bisa kamu cari meski statusmu masih sendiri.

Menjadi dewasa secara usia itu mudah. Tapi bersikap dewasa nggak gampang. Untuk bersikap dewasa, kita harus bisa mengontrol emosi dan tahu apa yang baik untuk diri sendiri dulu. Belajar berani memulai sesuatu yang positif dan belajar memperbaiki diri, seperti Wardah yang Halal dari awal dan tak pernah berhenti menginspirasi. Kalau hal-hal di atas sudah kamu alami, selamat ya, kamu sudah dewasa 😊

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya