“Duh, mau ngomong apa? Gimana kalau nanti lupa semua materi? Gimana kalau audiens bosen? Gimana kalau mereka nggak suka? Gimana kalau nanti malah pingsan?!”

“Udah sih, santai. Baca aja yang kamu tulis di slide.”

Sekilas mudah dikatakan, tapi sulit dipraktikkan. Untuk seorang ekstrovert yang memang selalu menemukan kebahagiaan saat bicara di hadapan banyak orang mungkin memang mudah. Tapi untuk seorang introvert, public speaking bagaikan neraka dunia. Bagaimana bisa tenang dan santai, kalau berada di hadapan orang asing saja sudah bisa membuatmu nervous, keringat dingin, dan deg-degan? Apalagi berada di hadapan puluhan pasang mata? Rasa ingin menghilang saja itu pasti muncul segera.

Advertisement

Tapi tenang. Karena tak selamanya kamu bisa menghindari yang namanya presentasi, belajar mengatasinya adalah mutlak. Caranya? Yuk scroll ke bawah!

1. Sebagai seorang introvert, kamu terbiasa berpikir sebelum bicara. Slide presentasi yang mumpuni akan membantu mengatasi rasa grogi

Siapkan materi

Siapkan materi dengan matang via www.tumblr.com

Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh kamu yang introvert adalah kemampuan untuk berpikir masak-masak dahulu sebelum bicara. Mengungkapkan isi pikiran dalam bentuk tulisan adalah keahliannya. Salah satu unsur penting presentasi adalah materi yang runut dan komprehensif. Kamu bisa mencapainya dengan membuat slide presentasi yang juara. Tuangkan apa yang ingin kamu sampaikan dalam bentuk slide-slide yang atraktif. Selain akan membuat audiens tertarik, slide-slide presentasi itu juga akan menjadi ‘panduan’ untukmu menyampaikan materi presentasi.

2. Selain prepare, ada practice. Tak perlu malu berlatih presentasi di depan cermin. Dan jangan ragu untuk berlatih di depan temanmu

Latihan di depan cermin

Latihan di depan cermin via authorityremedies.com

Apa yang membuat presentasi terkesan mengerikan adalah karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi di sana. Persiapan yang sudah kamu lakukan bisa hancur berantakan begitu kamu memasuki ruangan dan melihat apa yang di sana tidak sesuai dengan yang kamu pikirkan. Untuk meminimalkan risikonya, kamu bisa berlatih dulu sebelum hari-H.

Advertisement

Berlatih presentasi di depan cermin adalah yang paling umum. Kamu bisa mengatur nada suaramu, arah pandanganmu, dan mengetes penyampaian materi yang kamu punya. Jangan ragu juga untuk mencoba presentasi di hadapan teman. Untuk membuat kesan kamu berada dalam presentasi sesungguhnya, suruh temanmu untuk mengajukan pertanyaan. Yang sulit pun tak apa. Dengan begitu sedikit banyak kamu sudah mengantisipasi apa yang mungkin terjadi di hari H.

3. Berpuluh pasang mata memang menciutkan nyali. Anggap mereka sebagai orang yang ingin mendengar ceritamu, bukan ingin membantaimu

Mereka ingin mendengar ceritamu

Mereka ingin mendengar ceritamu via www.tumblr.com

Apa yang membuat presentasi jadi semakin mengerikan adalah karena kamu merasa inilah saatnya hari pembantaian itu tiba. Orang-orang yang ada di sana akan menghujanimu dengan berbagai pertanyaan menyulitkan dan bantahan yang menghancurkan pikiran yang yang kamu punya. Wajar bila memikirkan hal ini membuat nyalimu seketika menciut. Karena itu, buang jauh-jauh bayangan kamu akan dibantai. Orang-orang yang ada di sana, menatapmu dengan pandangan beringas itu, hanyalah orang-orang yang ingin tahu. Mereka mencari informasi, dan mengharapkan sebuah cerita darimu.

4. Bila menatap audiens secara langsung membuatmu semakin grogi, temukan hal lain yang bisa kamu jadikan fokus tatapan

Anggap saja penontonnya ngeblur. Disensor.

Anggap saja penontonnya ngeblur. Disensor. via amc.ru

Terlibat kontak mata dengan audiens memang mengerikan. Tatapan mereka, entah mengapa, membawa intimidasi yang mengecilkan nyali. Padahal sih sebenarnya biasa saja. Tenang, kamu tidak harus menatap mata-mata audiens kok selama presentasi. Kamu bisa mencari fokus tatapan dari salah satu lokasi dalam ruangan.

Yang paling umum, kamu bisa menatap titik tepat di atas kepala audiens. Jadi kamu bisa seolah-olah kamu menatap mereka, padahal tidak juga. Dan jangan lupa, sesekali edarkan mata ke sekeliling ruangan. Wajah audiens itulah yang membuatmu keder duluan, karena itu, menghindarinya adalah solusi jitu.

5. Nervous adalah hal biasa. Semua orang pasti mengalami, jadi, santai saja!

Nervous itu biasa

Nervous itu biasa via comingupforblair.tumblr.com

Belum juga sampai lokasi presentasi, kamu sudah gemetar dan keringat dinginmu sudah keluar. Rasa-rasanya kamu tidak akan sanggup memasuki ruangan, berdiri di depan, dan menghadapi mata-mata yang ingin tahu itu. Itu wajar kok. Rasa gugup, tidak percaya diri, merasa tak sanggup itu bisa dialami siapa saja saat hendak bicara di hadapan banyak orang. Bukan hanya kamu seorang yang mengalaminya. Karena itu, jangan langsung menganggap dirimu payah atau tak mungkin bisa. Karena nervous adalah salah satu kemampuan rasa yang dimiliki manusia.

6. Sebelum memulai presentasi, ada baiknya kamu tersenyum pada audiens. Selain membuat audiens tenang, juga akan menenangkan dirimu sendiri

SMILEEE!

SMILEEE! via www.tumblr.com

Percayakah kamu bahwa sebuah senyum bisa mengurangi kegugupan? Senyum yang adalah hal sangat sederhana dan semua orang pasti bisa itu bisa membantumu mengurangi nervous menjelang presentasi. Jangan lupa untuk tersenyum saat memasuki ruangan. Dan jangan lupa tersenyum lagi saat kamu hendak memulai presentasi. Selain membuat orang lain senang, senyum juga bisa membuatmu lebih rileks secara otomatis. Jadi, supaya mentalmu tidak semakin jatuh, sapalah audiens dengan senyumanmu.

7. Jadilah dirimu sendiri. Tak perlu memaksa melucu bila memang kamu tidak suka melucu

Jadi diri sendiri

Yang penting audiens mengerti apa yang kamu sampaikan via iedp-penngse.tumblr.com

Banyak orang yang berpikir bahwa presentasi yang berhasil adalah presentasi yang hangat, cair, penuh lelucon, dan mengundang gelak tawa dari audiens. Itu tandanya presentasimu tidak membosankan. Tapi tidak selalu begitu kok. Jadilah dirimu sendiri. Kalau kamu memang punya sense of humor yang tinggi, boleh lah kamu sesekali melucu. Tapi bila tidak, jangan pernah memaksa, karena bisa-bisa jadinya malah garing. Bila kamu punya keahlian bercerita secara runut dan mudah diterima, maksimalkan itu. Intinya, kamu tidak harus membuat penonton tertawa. Yang penting adalah materi yang kamu bawa bisa diterima.

8. Saat panik melanda, tarik nafas panjang dan katakan pada dirimu sendiri: Ini bukan akhir dunia. Klasik memang, tapi sangat berguna!

Mantrai dirimu sendiri

Mantrai dirimu sendiri via onlybadchi.wordpress.com

Bila rasa gugupmu sudah sampai puncaknya, cobalah untuk mengucapkan mantra pada dirimu sendiri. Katakan bahwa akhir dunia masih jauh, dan presentasi ini hanya akan berjalan selama 30 menitan. Semangati dirimu sendiri dengan mengatakan:

“Ayolah! Ini Cuma presentasi. Cuma 30 menit. Sampaikan semua, lalu pulang dengan segera!”

Sekilas memang klasik dan basi, karena kenyataan tidak sesederhana itu. Tapi cara ini cukup membantu kok. Karena terkadang yang bisa menenangkan dirimu ya hanya dirimu sendiri.

Apalah hal terburuk yang bisa terjadi dalam sebuah presentasi yang hanya berjalan antara 20-40 menit? Paling banter hanya kamu dicecar berbagai pertanyaan, yang sebenarnya tidak masalah bila kamu benar-benar menguasai materi. Memang lebih mudah dikatakan daripada dipraktikkan. Tapi tidak ada salahnya kan mencoba? Toh kamu juga tidak bisa menghindar selamanya. Dan, hey, ini hanya presentasi kok 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya