Ada yang bilang lulus itu lebih baik di waktu yang tepat. Dalam arti, waktu kelulusan yang bisa molor satu-dua semester, atau bahkan sampai batas semester akan habis itu dijadikan alasan, untuk makin mantap mengembangkan diri di bangku kuliah.

Tapi, rasa-rasanya itu seperti alasan yang dicari-cari untuk membenarkan keterlambatan menyelesaikan kuliah. Memang keterlambatan itu nggak selamanya karena kemalasanmu. Bisa jadi itu karena penelitianmu yang ternyata harus mengulang beberapa kali, atau hal-hal lain yang membuat skripsimu bukan prioritas pertama.

Advertisement

Dan selama lulus tepat waktu itu masih bisa dicapai, kenapa harus dengan bangga memilih lulus di waktu yang tepat? Biar kamu semakin mantap dan semangat mencapai kelulusan dengan tepat waktu, Hipwee punya beberapa alasan yang akan menyemangatimu nih!

1. Lulus tepat waktu berarti menjejak dunia kerja di usia yang masih cukup muda, kesempatanmu berkarir di usia produktif pun jadi lebih leluasa

usia produktifmu untuk berkarir

usia produktifmu untuk berkarir

Misalnya kamu mulai masuk kuliah di usia 17 tahun, masa kuliah yang pas dilewati empat tahun membuat kamu mengantongi gelar sarjana di usia 21 tahun. Wah, bukankah itu usia produktif untuk memulai berkarir? Kamu memiliki cukup waktu untuk bisa mencoba hal-hal baru di luar bidangmu, seperti misalnya mengasah kembali hobimu yang lain.

Setidaknya, ketika kamu gagal di pilihan yang pertama, kamu masih punya cukup waktu untuk mencari jalan lain. Lebih beruntung lagi, jika ternyata langkah pertamamu memperlihatkan tanda kesuksesan di kedepannya. Jadi, untuk sukses di usia muda, perihal kelulusan nggak boleh kamu tunda.

Advertisement

Mumpung masih muda, tenagamu masih cukup banyak untuk mencoba hal-hal baru dalam menentukan langkah karir selanjutnya.

2. Semakin cepat lulus, maka biaya yang dikeluarkan orangtuamu nggak akan membengkak terus. Buat hati mereka bahagia dengan perjalanan kelulusan yang mulus

Buat orangtuamu lega

Buat orangtuamu lega via orientation.utah.edu

Orangtuamu memang nggak akan pernah mengeluhkan semua biaya pendidikanmu. Tapi, sudah seharusnya kamu untuk sadar diri. Bayangkan saja saat mereka harus menghadapi biaya kuliahmu yang membengkak dari perkiraan awal. Bukan cuma uang semseter kuliah kamu loh yang harus mereka bayar. Tapi kebutuhan dirimu yang lain seperi uang makan, uang kos, hingga uang kamu untuk main ke sana sini juga harus mereka cukupi.

Hei, cari uang itu nggak mudah loh! Jadi, demi meringankan pikulan dipundak orangtuamu, sekali lagi kamu harus memantapkan diri untuk lulus tepat waktu. Sesulit apapun rintangan dalam mendapatkan selembar ijasah sarjana akan kamu hadapi dengan kegigihanmu.

3. Kebanyakan teman-temanmu masih mengandalkan uang kiriman orangtua. Sebaliknya, kamu yang segera bekerja bakal bisa meringankan beban mereka

Lulus sama dengan membahagiakan orangtua

Lulus sama dengan membahagiakan orangtua via testingld.com

Sampai kapan kamu mengadalkan pemberian orangtua? Alih-alih meminta uang kepada mereka, bukankah lebih baik jika kamu dengan jerih payah pekerjaan pertama bisa mulai membahagiakan mereka. Memang materi yang kamu berikan sekarang nggak sebanding dengan semua yang sudah mereka keluarkan demi menuntaskanmu sebagai seorang sarjana.

Tapi, apakah kamu tahu, jika kebahagian mereka nggak sebatas tentang materi yang kamu hasilkan? Melihat kamu berhasil lulus dengan tepat waktu saja sudah jadi kebahagian buat mereka. Apalagi jika kamu bisa segera mengukir prestasi di perjalanan karirmu. Tunggu apa lagi, ayo lulus tepat waktu!

4. Lulus tepat waktu juga nggak bikin kamu selalu dikejar sama pertanyaan, “kapan lulus?” yang semakin hari terasa semakin menyiksa

osu

Mas/Mbak kapan lulus kuliahnya? Kapan? Kapan? Kapan?

Pertanyaan singkat itu terasa terus berdengung seperti alarm yang berusaha membangunkanmu dari kelenakkan menunda-nuda waktu kelulusan. Bukankah rasanya sangat menyesakkan, jika kamu harus terus mendengar pertanyaan itu muncul dari setiap orang dan di setiap waktu yang kamu temui. Tapi, ceritanya akan lain jika kamu lulus tepat waktu. Pastinya pertanyaan itu nggak akan sempat mampir ditelingamu.

5. Saat teman-temanmu masih pusing dengan skripsi, kamu justru sudah sibuk mengembangkan diri di dunia kerja yang kamu tekuni

Temanmu masih sibuk skripsi

Temanmu masih sibuk skripsi

Kamu yang sudah lulus, saat ditanya “sibuk apa sekarang” dengan mantap bisa segara menjawab,

“Sibuk menyiapkan materi nih buat program baru yang tayang bulan depan.”

Tapi, temanmu yang belum lulus kuliah, cuma bisa pasrah menjawab,

“Iya nih, sibuk menikmati skripsi. Hehehe…”

Kenyataan sebenarnya, kata menikmati itu hanya pemanis saat skripsi yang tak kunjung selesai mulai memusingkan pikiran. Berbeda halnya dengan kamu yang lulus tepat waktu dan sudah sibuk mengembangkan diri di dunia kerja yang pasti. Kata menikmati itu benar-benar kemewahan yang dirasakan saat kamu bisa mendapatkan ilmu baru dari dunia kerja yang lebih luas.

6. Atau saat temanmu masih sibuk mengejar gelar sarjana, kamu malah sudah maju untuk mengejar gelar di tingkat selanjutnya

Tingkat selanjutnya

Tingkat selanjutnya via www.britishcouncil.org

“Loh kok masih di kampus aja, emang belom lulus?”

Dengan wajah sepolos-polosnya kamu menjawab, “Iya belum lulus tesis nih, baru mau mulai soalnya,”

Ini bukan bermaksud menyombongkan diri. Tapi apa daya, daripada temanmu salah paham dengan kehadiranmu di kampus, lebih baik jujur dengan status tingkatan mahasisawa yang kamu sandang sekarang. Buatmu waktu kuliah selama empat tahun itu sudah cukup maksimal untuk mantap mengembangkan diri. Sedangkan lebih dari itu, manfaat dari bangku kuliah di tingkat sarjana sudah semakin berkurang. Nah, daripada membuang waktu percuma di tingkat yang sama, kenapa nggak maju untuk mengejar gelar di tingkat selanjutnya. Sekarang, masih yakin mau lulus di waktu yang tepat?

7. Tekanan terasa semakin besar jika kamu menunda kelulusan. Semakin lama kamu jadi mahasiswa, akan semakin susah lulusnya

Pusing nggak lulus-lulus

Pusing nggak lulus-lulus via www.huffingtonpost.co.uk

Ada yang bilang status mahasiswa itu lebih aman daripada status pengangguran. Hei, mau sampai kamu takut melangkah ke depan cuma karena nggak mau menyandang sementara status penggangguran? Kamu tahu, menunda apapun itu pasti akan menimbulkan kekhawatiran baru yang membuat besar tekanan yang kamu rasakan. Sama halnya dengan kelulusan yang kamu tunda. Semakin lama kamu jadi mahasiswa, semakin sulit juga kamu akan lulusnya.

8. Karena lulus kuliah tepat waktu membuat kamu nggak harus mendapat julukan “Mahasiswa Abadi”. Dan kamu juga nggak harus merasakan berjuang sendiri di kampus dengan adik-adik tingkat yang nggak kamu kenali

Mahasiswa Abadi berjuang sendiri

Mahasiswa Abadi berjuang sendiri via fmch-journal.org

Kamu yang bisa lulus tepat waktu dan segera lanjut ke tinggkat, udah pasti akan menyandang gelar MA yang artinya plesetan dari “Mahasiswa Abadi”. Lulus tepat waktu juga membuat kamu terjebak di situasi, di mana kamu merasa asing di kampus yang isinya tak familiar lagi.

Nah, gimana? Sudah semakin mantap untuk bisa lulus kuliah tepat waktu ‘kan? Dan kalau bisa lulus tepat waktu, kenapa harus menunggu hingga waktu yang tepat? Tetap semangat untuk pendidikanmu ya, guys! 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya