Go international! Kata ini menjadi mimpi banyak orang, namun seakan-akan mustahil untuk diwujudkan. Memang ini tak akan datang kecuali kamu mau melakukan berbagai macam pengorbanan. Bukan hanya pengorbanan waktu dan tenaga, namun bahkan urusan pribadi seperti hubungan cinta. Tak heran jika tak semua orang berhasil melakukanny.

Namun toh ada beberapa tokoh Indonesia yang kini berhasil membawa nama negeri kita harum di kancah internasional. Bukan dari dunia hiburan saja, namun juga ekonomi, olahraga, pendidikan, hingga ekonomi perbankan. Mau tahu bagaimana suka-duka perjuangan mereka? Apa saja yang bisa tiru dari kesuksesan mereka?

1. Disiplin dari kecil merupakan didikan yang diterapkan oleh ayah Anggun C. Sasmi. Tak heran Anggun bisa bertahan di tengah kerasnya kompetisi industri musik Eropa

Ayah Anggun keras. Tapi hasilnya, nama Anggun sekarang dimana-mana

Ayah Anggun keras. Tapi hasilnya, nama Anggun sekarang dimana-mana via 2.bp.blogspot.com

Advertisement

Ayah Anggun yang bernama Darto Singo merupakan seniman berdarah Jawa. Ia dikenal disiplin dan cukup keras. Sewaktu mengutarakan keinginannya menjadi penyanyi, ayah Anggun mendidiknya benar-benar total. Bayangkan Anggun harus melatih teknik vokalnya sambil berteriak-teriak dengan tempat bedak tabur di bawah mulutnya. Namun bedak itu tidak boleh terbang ketika Anggun berteriak.

Anggun kecil pun sudah mulai menginjak panggung sejak usia 7 tahun. Semuanya ia jalani dengan ikhlas meski sering hanya mendapatkan imbalan nasi bungkus. Di usia yang sangat belia, 12 tahun, ia sudah mampu menelurkan album rock. Meski album ini belum mampu mengangkat namanya, ia tak putus asa. Ia berjuang lagi hingga namanya dikenal sebagai penyanyi rock.

Ketika memutuskan hijrah keluar negeri, jangan dipikir Anggun langsung ternama. Ia justru memulai karir dari nol. Demo rekaman dikirimkan ke berbagai studio di Inggris. Ia juga pergi ke klub-klub untuk memperkenalkan dirinya sebagai penyanyi. Uang Anggun pun hampir habis karena biaya hidup di Inggris tinggi dan demo rekamannya tidak membuahkan respon positif. Akhirnya ia berpindah ke Perancis karena merasa tidak akan memiliki masa depan di Inggris.

Advertisement

Barulah ketika di Perancis, gayung bersambut. Ia bisa mengangkat namanya di mata dunia, sampai ke Amerika. Berbagai penghargaan di bidang musik diraihnya. Bahkan ia didaulat menjadi juru bicara PBB untuk program pengentasan kemiskinan di seluruh dunia dan duta FAO. Namun Anggun tak sombong. Ia tetap cinta pada Indonesia dan selalu tahu darimana ia berasal.

Pelajaran yang bisa dipetik dari Anggun adalah kesuksesan tidak terjadi secara instan. Kalau kamu disiplin, mau terus berusaha, dan terbuka pada informasi, kamu juga akan sesukses Anggun. Namun jangan menjadi kacang yang lupa akan kulitnya meskipun namamu sudah besar.

2. Tidak melulu tergantung pada dukungan pemerintah, Rio Haryanto melenggang ke pentas dunia dengan usahanya sendiri.

Tak melulu mengandalkan pemerintah kalau mau maju.

Tak melulu mengandalkan pemerintah kalau mau maju. via gp2fanatic.files.wordpress.com

Menjadi seorang atlet memanglah tidak mudah. Apalagi jika kamu ingin menggeluti olahraga kelas menengah ke atas, seperti pembalap mobil. Untuk menjadi pembalap, seseorang tidak bisa hanya mengandalkan talenta. Sebelum mendapatkan sponsor, ia harus menyediakan sendiri dana untuk mengikuti kejuaraan. Itu pun belum termasuk akomodasi dan tim. Nah, saat naik ke balap mobil formula, biaya yang harus disediakan makin besar.

Hal serupa juga pernah dialami oleh Rio Haryanto. Meski pernah mengantongi beberapa prestasi di kejuaraan gokart di tingkat ASEAN dan nasional, Rio harus berkompetisi dengan mengeluarkan dana sendiri. Sebab tidak mungkin meminta dukungan pemerintah karena biaya yang diperlukannya sangat banyak.

Rio masih bernasib baik karena ayahnya adalah seorang pengusaha buku tulis ternama Kiky dan bersedia menjadi sponsor. Tapi ketika seharusnya Rio sudah bisa melenggang ke GP2 yang kualifikasinya setingkat di bawah F1, karena kekurangan dana Rio fokus sementara waktu di GP3 sambil mencari sponsor. Rio tak menyerah dan sekitar tahun 2012, ia telah berhasil masuk GP2.

Pelajaran yang dapat kamu petik dari kesuksesan Rio adalah untuk tidak selalu mengandalkan pemerintah. Kamu tahu bahwa pemerintah juga punya tugas yang ditujukan untuk seluruh rakyat Indonesia. Ada baiknya jika kamu berusaha dengan inisiatif sendiri. Bila memerlukan bantuan dana, bekerja keraslah sambil mengumpulkan portofolio/prestasi. Terkadang memang memerlukan pengorbanan yang begitu besar untuk mendapatkan hasil yang baik.

3. Tegas namun tetap anggun seperti Ibu Sri Mulyani. Meski telah menjadi orang yang berpengaruh, ia tetap profesional dan berdedikasi tinggi.

sri_mulyani

Analisisnya terkenal tajam dan kritis. via nasionalisrakyatmerdeka.files.wordpress.com

Selama menjadi seorang menteri, tak banyak yang tahu tentang kehidupan Ibu Sri Mulyani sebagai seorang pribadi. Yang orang tahu, hanyalah deretan prestasi dan portofolionya. Kamu mau lihat CV atau pengalaman Ibu Sri Mulyani? Dijamin kamu pusing karena begitu banyaknya. Tidak mengherankan jika beliau dipercaya bekerja di Bank Dunia. Tak tanggung-tanggung, beliau adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Ibu Sri Mulyani merupakan sosok wanita sukses yang anggun, analisisnya tajam dan kritis, tegas, namun jarang sekali berkeluh kesah. Ia selalu profesional dan mencintai dunia ekonomi yang telah dipilihnya di bangku kuliah. Beliau memulai karirnya sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sejak itulah pengalaman kerja, kegiatan penelitian, dan publikasi beliau meroket. Karya-karya tersebut pula yang membawanya menjadi Menteri Keuangan Terbaik Asia 2006 menurut Emerging Markets, Wanita Paling Berpengaruh ke-23 di Dunia versi majalah Forbes di tahun 2008, dan Wanita Paling Berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia di bulan Oktober 2007.

Tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidangnya, beliau adalah sosok yang patut menjadi inspirasi dan panutan bagi semua orang, khususnya wanita Indonesia. Dedikasi dan keteguhannya menjalani posisi yang bagi banyak orang sulit atau mustahil, ia percaya bisa dan mampu menjalankannya.

4. Bertindaklah nyata seperti Bapak Anies Baswedan. Maka kamu akan bersyukur bahwa kamu punya pendidikan yang layak dan ilmu yang bisa dibagikan.

Jangan hanya mengomentari pemerintah, namun bertindak nyata.

Jangan hanya mengomentari pemerintah, namun bertindak nyata. via dodiprananda.files.wordpress.com

Nama Anies Baswedan kini sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Namanya mulai dikenal ketika menjabat sebagai rektor di Universitas Paramadina. Berkat kepeduliannya yang besar pada pendidikan anak bangsa, digagaslah Gerakan Indonesia Mengajar. Selain itu, masih ada program Indonesia Menyala dan Kelas Inspirasi. Pemikiran nyatanya dalam bidang pendidikan tersebut turut menghantarkan beliau sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Kalau kamu mau melihat CV Bapak Anies, sudah tentu akan sama pusingnya dengan melihat CV Ibu Sri Mulyani. Pengalamannya pun begitu banyak! Bahkan ia sudah memupuk itu semua semenjak bangku SMP dengan bergabungnya di OSIS. Meski jalan hidup Bapak Anies terkesan lurus-lurus saja, namun bukannya ia tak pernah prihatin. Semasa SMA, beliau harus mengenyam masa pendidikan selama empat tahun karena mengikuti pertukaran pelajar AFS. Ketika selesai mengambil kuliah doktor pada 2004 di Amerika, pun begitu. Karena tidak memiliki uang untuk kembali ke tanah air, beliau sempat bekerja sebagai manajer riset di IPC, Inc. Chicago, sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia. Tak ada yang sia-sia, justru lewat keprihatinan itulah beliau sadar akan kondisi pendidikan di Indonesia.

Tinggal, belajar, dan bekerja di Amerika membuat beliau memahami bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kelas dunia untuk bersaing di lingkungan global. Tetapi kompetensi kelas dunia saja tak cukup. Anak-anak muda Indonesia harus punya pemahaman empatik yang mendalam seperti akar rumput meresapi tanah tempatnya hidup. Semua proses di atas, secara perlahan membentuk ide besar Gerakan Indonesia Mengajar. Konstruksi dasarnya mulai terumuskan pada pertengahan 2009. Ketika itu, Anies mendiskusikan dan menguji idenya pada berbagai pihak. Gagasan ini kemudian siap mewujud ketika beberapa pihak berkenan menjadi sponsor. Proses untuk mendesain dan mengembangkan konsep Indonesia Mengajar pun dimulai pada akhir 2009, dengan membentuk tim kecil yang kemudian berkembang hingga menjadi organisasi seperti sekarang ini.

Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan selalu mengatakan ada tiga hal yang ia jadikan pedoman dalam memilih karier. Apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, dan apakah mempunyai pengaruh sosial. Kamu pun dapat belajar dari Bapak Anies. Jangan remehkan ide-ide kecilmu karena ide Gerakan Indonesia Mengajar juga bermula dari ide kecil dan kepedulian. Bapak Anies sendiri adalah sosok yang dekat dengan orang tua dan keluarga karena lewat doa mereka, ia pun jadi sesukses sekarang.

5. Meninggalkan bangku sekolah demi impian yang diseriusinya. Itulah Tex Saverio, desainer Indonesia kenamaan untuk Lady Gaga dan Anggun C. Sasmi.

tex saverio

Konsekuen meninggalkan bangku sekolah tak jadi masalah ketika Tex berhasil membuktikan kesuksesannya. via proto.areamagz.com

Di balik nama Tex Saverio yang mendunia berkat rancangannya untuk Lady Gaga, siapa sangka ia pernah meninggalkan bangku SLTA? Meski demikian, keinginannya tersebut bukan karena alasan malas-malasan. Ia sudah sadar betul kalau minatnya ada di dunia desain busana. Maka mendaftarlah ia di Sekolah Mode Bunka, Jakarta dan magang di Studio Phalie.

Karya-karya Tex kini tak hanya digunakan oleh Lady Gaga saja. Sebutlah nama Anggun C. Sasmi, Jennifer Lawrence, dan Kim Kardashian. Karya Tex memang tergolong beda. Ia memang ingin menjadi dirinya sendiri dan tidak mau mengikuti pasar. Baginya, keunikan sebuah karya justru bisa didapat apabila seseorang mampu menjadi dirinya sendiri.

Untuk sukses seperti Tex Saverio, kamu harus konsekuen akan pilihan hidupmu. Jika saja Tex telah memilih keluar dari bangku SMA dan ogah-ogahan ketika bersekolah di sekolah mode, sudah pasti ia tidak akan seperti sekarang ini. Dengan keseriusan dan ketekunan, niscaya apapun yang kamu perbuat akan berhasil.

6. Meski dicaci karena aksennya, Cinta Laura maju terus pantang mundur. Malahan ia sukses membawa dirinya bermain di film berskala internasional.

cinta-laura-780x390

Mana ujan, ga ada ojek, becek-becek via 3.bp.blogspot.com

 “Mana ujan, ga ada ojek. Becek!”

Berkat Cinta Laura, kalimat tersebut tak lagi asing buat kita. Kalimat itu juga yang membuat kita tertawa karena aksennya. Namun Cinta Laura dapat membuktikan pada dunia bahwa ia punya kemampuan melebihi aksen dan paras cantiknya. Meski punya nama tenar, sosok Cinta selalu mengutamakan pendidikan. Ia kemudian meniti bangku kuliah di Columbia University, Amerika dan berhasil lulus cum laude.

Cinta juga membangun bisnis fashion dengan brand yang diambil dari inisial namanya, CLK. Tidak di Indonesia, fashion line miliknya sudah mendapat copyright di lima negara, yakni Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam.

Untuk membuktikan cintanya pada Indonesia, ia menyumbangkan dananya untuk operasional pendidikan di Indonesia lewar Soekarseno Peduli. Soekarseno Peduli sendiri adalah yayasan yang dimiliki oleh keluarga Cinta. Terbukti Cinta mendirikan sekolah di Bogor bagi anak-anak yang tinggal di sekitarnya. Cinta berharap, apa yang telah dilakukan yayasan keluarganya dapat membuat pemerintah sadar bahwa masih banyak sekolah-sekolah yang butuh perhatian.

So, mau bilang apa lagi? Sosok Cinta mau terus bekerja keras, mengutamakan pendidikan, dan peduli kepada sesama perlu kamu tilik lagi.

7. Erick Thohir tak ragu berguru kepada senior yang berpengalaman. Alhasil, Republika kembali menjadi koran yang berjaya.

erick thohir

Salah satu pemegang saham Inter Milan. via static.sepakbola.com

Untuk kamu yang penggemar sepakbola, nama Erick Thohir pastinya tidak asing. Wajar saja karena namanya menjadi salah satu pemilik saham klub sepakbola ternama dunia, Inter Milan. Meski Erick Thohir adalah putra dari pengusaha sukses, ia tak lantas berdiam diri di balik lindungan kesuksesan orang tuanya. Berbekal pendidikannya yang tinggi di ilmu bisnis, ia mendirikan Mahaka Group. Perusahaan ini membeli saham koran Republika yang pada tahun 2001 berada di ambang kebangkrutan. Tidak mempunyai pengalaman di bisnis media tak membuatnya gentar. Ia malah berguru kepada Jakob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan dari Jawa Pos, meskipun kedua perusahaan media tersebut adalah kompetitor Republika. Pengalamannya berguru pun berhasil membuat Republika bangkit kembali. Seakan tak cukup, kemampuannya dalam bisnis media semakin kaya dengan bergabungnya sejumlah radio swasta, majalah, dan stasiun televisi dalam Mahaka Media.

Lain di media, lain di lini bisnis lainnya. Erick juga memiliki usaha di bidang kuliner, periklanan, dan olahraga. Untuk yang terakhir, Erick pernah membeli saham klub basket tim basket NBA, Philadelphia 76ers. Ialah orang Asia pertama yang memiliki tim basket NBA. Tahun 2013, namanya kembali disegani karena membeli saham Inter Milan setelah berbincang dengan Massimo Morati.

Janganlah kamu berhenti haus akan ilmu. Meskipun Erick memiliki jenjang pendidikan bisnis yang tinggi di luar negeri, tapi ia tak pernah segan berguru pada yang lebih berpengalaman. Jalanilah semua dengan sungguh-sungguh.

Deretan nama-nama tersebut mengajarkan kepada kita bahwa sukses harus melalui proses. Proses itu sendiri melibatkan banyaknya prihatin dan ilmu yang kamu dapat. Kalau kamu tekun, yakinlah kamu bisa sebesar mereka!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya