Lidah kita bisa mencecap beragam rasa, dari tawar, asam, manis, hingga pahit. Begitu juga dengan raga kita. Sadar atau tidak, ada berbagai rasa yang ditawarkan dunia yang pernah menghajarnya. Walau terkadang kita kelelahan serta jengah dengan rasa pahit dan asam yang selalu singgah, harus diakui bahwa itulah yang membuat hidup kita semakin berwarna dan kaya.

Percayalah, jika saat ini rasa pahit sedang kamu kunyah karena hal-hal di bawah ini, selalu ada rasa manis yang bersembunyi di baliknya dan menunggu untuk disadari.

Kamu begitu menginginkan satu pekerjaan yang akhirnya tak bisa kamu amankan. Namun percayalah, bukan hanya pekerjaan itu yang bisa membuatmu berkembang.

ada kesempatan lain yang pasti segera datang

ada kesempatan lain yang pasti segera datang via favim.com

Advertisement

Memang, apa yang kita impikan tak selamanya dapat terwujud. Kita tak langsung disodori jalan lurus, lengang, tanpa halangan untuk dilalui. Namun, ada barisan bukit, lubang, hingga jurang yang harus dilewati. Terkadang kita juga harus rela berganti rute, memutar, serta melewati jalan sempit demi tercapainya ke tempat yang dituju.

Begitu juga dengan bidang pekerjaan. Kamu selalu berharap dan tak putus-putusnya berdoa semoga bisa mencari pundi rupiah di tempat kerja yang selama ini kamu impikan. Puluhan surat lamaran dan CV kamu persiapkan sepenuh hati. Begitu pula dengan tes wawancara yang kamu siapkan dengan setengah mati. Namun, kenyataan tak seindah asa yang terjalin rapi. Pekerjaan impian menolak dan enggan menerimamu.

Justru di sinilah kamu sebenarnya kembali diingatkan. Untukmu, masih banyak pintu yang terbuka. Di depan sana, banyak pekerjaan impian yang sedang menunggu dalam diam. Menunggu kedatanganmu untuk segera menjamah mereka. Percayalah, ada banyak jalan menuju kesuksesan. Sekaranglah saatnya kamu yang menghampiri mereka.

Dipecat dari pekerjaan yang selama ini kamu geluti, justru sekarang kamu berkesempatan menekuni hal yang memang sesuai kata nurani

kamu justru bisa melakukan pekerjaan sesuai kata nurani

kamu justru bisa melakukan pekerjaan sesuai kata nurani via galleryhip.com

Advertisement

Bekerja merupakan fase hidup yang dialami semua manusia demi bisa bertahan hidup. Untuk mengisi perut dan mencukupkan kebutuhan lainnya maka manusia harus bekerja. Dari pagi hingga petang. Menyedot habis peluh, tenaga, serta pikiran demi menghasilkan pundi rupiah dalam wujud gaji tiap bulan.

Namun, sekali lagi, rasa pahit dunia kembali datang berkunjung. Pekerjaan yang selama ini kamu geluti ingin menyudahi masa berlakumu sebagai seorang pegawai. Kamu tak lagi bisa bekerja di tempat yang sama. Jika hal ini menimpamu, tak ada waktu untukmu terpuruk dan bersedih.

Di sinilah matamu di bukakan, kamu diberi kesempatan. Justru dengan ini kamu bisa menikmati hidup yang sebenar-benarnya sebagai manusia. Tak lagi berlaku bagai robot pekerja yang menghamba pada rupiah, kamu justru bisa menggeluti bidang yang sesuai renjana. Berkecimpung dalam pekerjaan yang sesuai dengan kata nurani tentu merupakan nikmat yang terdustakan yang bisa kamu cecap. Dan ini merupakan kesempatan emas yang bisa kamu lakoni sekarang juga.

Kamu boleh saja sudah berusaha sekeras-kerasnya. Namun akhirnya, kamu sadar bahwa menentukan apa yang harus terjadi bukanlah hak manusia

kamu diingatkan untuk berusaha lebih giat

kamu diingatkan untuk berusaha lebih giat via www.onlymyhealth.com

Manusia memang mudah lupa. Terkadang kita merasa sudah melakoni segalanya dengan sebaik-baiknya. Pernahkah kamu merasa sangat kecewa hingga hampir marah karena segala usaha tak terbayar lunas? Kamu merasa sudah memeras tenaga serta usaha hingga tiris, namun kamu tetap belum berhasil menggapai hal-hal yang selama ini menjadi mimpi.

Kamu seharusnya tak hanya menuturkan keluhan dan sibuk mengasihani diri atas kegagalan yang terjadi. Jika kamu mau berlapang hati dan membuka mata, maka kamu bisa melihat bahwa kamu diingatkan untuk bekerja lebih giat lagi hingga habis daya yang kamu punya. Sungguh, kesuksesan akan hadir bagi orang-orang yang memang berusaha hingga habisnya tenaga.

Saat ada kawan yang dengan sengaja menyakiti, inilah momen tepat untuk hidup hanya dengan mereka yang benar-benar peduli

kamu bisa memilih hidup dengan mereka yang benar-benar menyayangi

kamu bisa memilih hidup dengan mereka yang benar-benar menyayangi via stay.az

Kawan merupakan saudara yang tidak memiliki pertalian darah. Susah senang bersama membuat jalinan yang kalian lalui seperti layaknya keluarga. Namun, terkadang mereka yang kamu sebut dengan kawan dapat membuatmu kecewa. Mereka sengaja menyakiti dan menabur luka di hati.

Di saat kamu menyadari ada kawan yang dengan sengaja mengguratkan luka di punggung belakang, kamu tak perlu terlalu lama bersedih dan kecewa. Justru momen inilah yang pantas dihadiahi ucapan syukur. Di sini, kamu disadarkan bahwa ia memang bukan manusia baik hati yang pantas mengisi hidupmu ke depannya. Di titik inilah kamu bisa memutuskan bahwa hidupmu hanya akan diisi dengan mereka-mereka yang memang menyayangimu dengan sepenuh hati.

Ketika hatimu pecah jadi kepingan-kepingan kecil, rasa sakit inilah yang membuka mata supaya kamu makin dewasa

rasa sakitlah yang membuatmu makin dewasa

rasa sakitlah yang membuatmu makin dewasa via seeurimage.com

Sakit hati karena putus cinta tentu sering kita alami. Semangat yang kamu punya mengempis, begitu pula asa yang dulu masih tersusun rapi, kini tiba-tiba sudah tiris. Kamu terpuruk, sibuk bersedih, dan menolak bahagia. Tak jarang kamu akan menyalahkan orang lain atas keadaanmu saat ini. Menyalahkan mantan, menyalahkan diri sendiri yang jatuh hati pada orang yang tak tepat, menyalahkan keadaan, hingga mengacungkan jari telunjuk kepada Tuhan.

Jika kamu mau membuka panca indramu lebar-lebar maka alih-alih penyesalan, justru pelajaran berhargalah yang akan kamu dapat. Berada di titik terendah dengan hatimu yang sedang koyak justru mengajarkanmu menjadi manusia yang lebih dewasa. Lewat rasa sakit ini kamu banyak belajar, kamu tahu bagaimana cara menyembuhkan diri, kamu juga jadi paham bagaimana cara bertahan dan melanjutkan hidup.

Sungguh, di balik patah hati, lebih bijak jika kamu merapal syukur karena lewat cara ini kamu menjadi lebih dewasa dan kaya pengalaman sebagai manusia.

Kehilangan orang yang kamu kasihi menyadarkanmu bahwa hidup manusia memang tak abadi, dan kamu harus lebih tulus dalam menyayangi

kamu harus lebih tulus dalam menyayangi

kamu harus lebih tulus dalam menyayangi via www.mypictgallery.tk

Pahit memang rasanya ketika ditinggalkan oleh orang-orang terkasih. Hal ini menyadarkan kita kembali bahwa manusia tak hidup di bumi untuk selamanya. Jika kontrak hidup kita disudahi, maka kaki-kaki kita tak akan lagi menapaki bumi. Walau rasa pekatnya sedih yang bercampur dengan kecewa selalu ada, namun kehilangan orang yang dikasihi bisa menyegarkan kembali rongga kepala kita.

Bahwa memang hidup manusia tidak abadi. Dan di waktu yang sedikit, yang telah Tuhan beri, kita haruslah menyayangi orang-orang terkasih dengan kesungguhan serta kadar ketulusan yang tinggi. Demi memanfaatkan waktu yang masih ada dengan sebaik-baiknya. Apabila sekarang kamu masih dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangimu, jangan sia-siakan mereka, cintai dengan segenap hati.

Jika saat ini kamu sedang berjumpa dengan pahit, yakini saja bahwa ada saudaranya yang bernama kebaikan yang juga turut singgah. Sungguh, pahit yang pernah datang sanggup menempa kita menjadi seorang pemenang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya