Kamu yang dari dulu hatinya peka dan sensitif, pasti sering terjebak di situasi yang membingungkan. Ketika suasana hati sedang tidak enak, situasi sekitarmu tidak sesuai dengan yang kamu harapkan, atau ada hal-hal yang membuat hatimu tersentuh, kamu bawaannya suka pengen nangis. Apalagi kalau kamu jadi pelampiasan kemarahan orang lain. Boro-boro balik marah, kamu malah menitikkan air mata walau nggak salah. Sifatmu ini mungkin kamu anggap menyebalkan dan ingin kamu hilangkan. Tapi mau bagaimana, sudah bawaan dari sananya, pikirmu.

Hei, jangan menganggap dirimu tidak berguna dulu! Sebab mungkin kelebihan-kelebihan di bawah ini bersemayam dalam dirimu.

1. Kamu adalah orang yang peka, tangisanmu untuk suatu hal biasanya timbul bukan sekedar simpati belaka

Sedih banget sih filmnya huaaa… via giphy.com

Kamu gampang nangis karena cerita sedih di novel atau film yang barusan kamu tonton? Bukan sekedar simpati biasa yang kamu rasakan, tapi lebih mendalam daripada itu. Ya, kamu berempati! Kebiasaan menangismu muncul ketika kamu sedang berempati dengan sebuah kejadian atau cerita. Sifat mudah berempati ini merupakan kelebihanmu. Kamu bisa merasakan penderitaan orang lain secara mendalam. Kamu juga adalah pendengar yang baik bagi orang lain. Bahkan karena terlalu berlebihan merasakan, kamu juga bisa menangis saat mendengarkan.

2. Kamu memiliki emosi yang lebih sehat, jika dibandingkan dengan orang yang di dalam hati diam-diam menahan sesak dan penat

Menangis itu menyehatkan, dalam batas yang wajar via www.wisdompills.com

Advertisement

Menangis adalah cara manusia mengekspresikan kondisi emosinya. Misalnya, ketika sedang bersedih atau marah, kamu terbiasa meluapkannya dengan menangis. Dan pada dasarnya menangis juga merupakan sebuah bentuk komunikasi mental. Ketika dirimu merasa tertekan dan menjadi sedih, menangis adalah hal yang wajar kamu lakukan.

Dikutip dari portal berita Okezone, menurut Dr. William H. Frey II, PhD, Direktur dari Alzheimer’s Research Center di Rumah Sakit St. Paul, Minnesota, menahan air mata dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan komplikasi jantung lainnya. Sementara dari segi mental, menahan air mata dapat mengarahkan kepada depresi. Maka dari itu, kamu yang biasa meluapkan emosi dengan menangis lebih sehat secara emosi dan mental.

3. Di balik wajah yang nggak karuan kalau sedang menangis, kamu memiliki hati yang besar. Buktinya, amarah pun jarang terlontar

Marah, tapi ujungnya cuma bisa nangis via rebloggy.com

Biasanya orang yang menangis itu bakal terbiasa memendam perasaannya. Yang tadinya mau marah, malah berujung nangis. Nggak jarang kamu lebih memendam segala amarahmu, dan akhirnya malah nangis. Daripada membuat orang lain terluka dengan omongan kasarmu, kamu biasanya lebih memilih nangis di kamar. Dari hal ini aja udah keliatan bahwa kamu memiliki hati yang besar dan lapang. Kamu sering disakitin tapi pada akhirnya lebih memilih untuk memaafkan.

4. Kamu tahu tempat ketika ingin meluapkan emosi, tak ingin yang sudah runyam malah semakin menjadi-jadi

Daripada nangis mending nyanyi… via cdn.klimg.com

Lucunya kamu malah jarang terlihat menangis di depan banyak orang. Makanya kamu terkenal dengan orang yang tahu tempat ketika emosi melanda. Kadang pikiran “apa yang akan terjadi kalo kamu nangis di depan banyak orang?” biasa terlintas sebelum air matamu tumpah. Nah, pasti ada momen penting tertentu yang bertabrakan dengan suasana hati yang bawaannya bikin pengen nangis aja. Misalnya ketika kamu sedang ngerasa sedih karena baru putus sama pacar, padahal hari itu juga kamu ada sidang skripsi. Nggak mungkin kan kamu nangis-nangis di depan dosen penguji? Salah-salah malah bikin masalahmu semakin menjadi.

Cek kelebihanmu yang lainnya di halaman selanjutnya.