Kesuksesan mungkin memiliki arti yang berbeda-beda untuk setiap individu, tapi yang pasti setiap usaha yang kita lakukan untuk mencapai kesuksesan pasti ada harga yang harus dibayar. Prinsipnya, semakin tinggi mimpi dan arti kesuksesan bagi seseorang, maka semakin mahal harga yang harus dibayar.

Kita harus pandai-pandai mengatur prioritas dan dengan bijak mempertimbangkan resiko. Jadilah, individu yang mengedepankan rasionalitas dengan memperhitungkan efek yang mungkin terjadi dari setiap tindakan yang kita lakukan. Berikut ini Hipwee akan membahas tentang 8 hal yang sering kita korbankan untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Satu hari hanya punya 24 jam saja. Bila lebih dari 8 jam kamu habiskan untuk tidur dan malas-malasan, maka sepertiga hidupmu sudah kesia-siaan

Mengatur waktu dengan baik dan efektif via favim.com

Advertisement

Kita semua punya waktu yang sama, 24 jam saja. Namun kita punya hak untuk menentukan bagaimana menggunakannya. Entah dimaksimalkan sebagaimana bisa, entah malah dijadikan sia-sia. Tak peduli saat meniti karir atau sudah sukses, tidak ada tambahan waktu yang kita punya.

Menggunakan waktu dengan bijaksana adalah kunci sebuah kesuksesan. Biasanya kita membuat daftar pekerjaan yang akan kita lakukan untuk sehari. Ketika deadline sudah dekat dan pekerjaan belum selesai, tak jarang kita mengeluh dengan mengatakan “Seandainya aku punya lebih banyak waktu.” Ketika kita tidak menggunakan waktu dengan baik bahkan untuk mencapai tujuan kecil sekalipun, kita tidak akan bisa mencapai tujuan yang besar.

Saat Kita Berpikir Bahwa Kebebasan Terlalu Indah Untuk Dikorbankan, Lihatlah Lagi Seberapa Besar Mimipi yang Hendak Kita Perjuangkan

Kehidupan pribadi seringkali terabaikan via sizzlingmagazine.com

Ini adalah kondisi yang paling sulit. Pada dasarnya kebebasan adalah hal yang menjadi idaman setiap manusia. Ketika kebebasan seseorang dikorbankan demi pekerjaan, rasanya pasti terkekang dan lumayan menyiksa. Waktu kita bersama pacar, suami, keluarga, dan teman-teman pasti berkurang dan terasa ada yang kurang di hidup kita.

Advertisement

Tak ada habisnya menyesali, tapi ingatlah mimpi-mimpi kita. Ingat pula komitmen kita saat bekerja, dan bersyukurlah jika kita mempunyai pacar, suami, keluarga, dan teman-teman yang bisa mengerti kita dan pekerjaan kita.

Saat Memperjuangkan Sesuatu, Beberapa Hal Harus Dinomorduakan. Namun Jangan Pernah Menomorduakan Kesehatan

Sehat itu penting, pikirkan juga tubuh Anda via www.tugmcgraw.org

Semakin sibuk seseorang, dia akan mengesampingkan hal-hal lain selain urusan pekerjaan. Biasanya kita mulai dengan makan makanan yang tidak bergizi dan jarang berolahraga. Kita memang tidak sepenuhnya menjaga kesehatan baik fisik, mental, dan emosi tapi kita bisa merasakan jika badan kita mulai lelah karena terlalu banyak pekerjaan.

Orang yang sukses cenderung untuk mengesampingkan bagian dari hidup mereka untuk memperbaiki bagian yang lain dari hidup mereka. Karena terlalu fokus pada apa yang dikerjakan, kesehatan yang biasa di abaikan mulai dari sakit maag hingga penyakit-penyakit lain datang menghampiri. Cepat atau lambat kita harus hidup lebih sehat atau akan menyesal dimasa depan.

Mengejar Cita-cita Berarti Mengesampingkan Banyak Hal Selainnya. Siap-siap Kehilangan Waktu Berharga Dengan Teman dan Keluarga

Kesehatan mental itu mahal harganya via elitedaily.com

Teman, keluarga dan pasangan selalu khawatir ketika menganggap kita gila kerja. Beberapa kali undangan mereka untuk makan dan jalan-jalan harus kita tolak demi mengejar target dan menyelesaikan tanggung jawab dengan sempurna. Tak dapat dipungkiri, kadang muncul rasa bersalah karena tak begitu sering lagi menghabiskan waktu bersama mereka.

Tapi, bekerja keras untuk mencapai tujuan yang besar bertujuan untuk menguji kita, menantang kita, dan membantu kita untuk mencapai target-target besar kita dalam hidup dan pekerjaan. Selama apa yang kita lakukan masih rasional, tak perlu merasa bersalah telah menolak berbagai ajakan untuk makan dan jalan-jalan. Toh, bukankah kesuksesan ini kamu usahakan demi membuat mereka bangga?

Percayalah, tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Sekarang pertanyaannya, apa kamu sudah siap mengorbankan semua yang kamu punya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya