Setiap harinya kita dihadapkan pada berbagai situasi yang memancing emosi. Mulai dari jalanan yang dipenuhi orang dengan segala kelakuannya yang terkadang menyebalkan, cuaca yang panas, pekerjaan yang menumpuk, atasan yang sama sekali tak mau mengerti, pacar ngambekan, dan berbagai masalah kehidupan lainnya. Di sinilah kecerdasan emosi manusia diperlukan, yaitu dalam membangun interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun di bidang pekerjaan.

Bahkan banyak yang berpendapat bahwa kecerdasan emosional justru lebih diperlukan daripada skill ataupun kecerdasan otak. Sebagaimana kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosional juga bisa dilatih dan dikembangkan. Karena itulah ada profesi Emotional Intelligence Trainer. Namun dengan kebiasaan-kebiasaan sederhana ini, kamu bisa menguatkan kecerdasan emosionalmu tanpa mengeluarkan biaya. Yuk, dicoba!

1. Ambil jeda satu tarikan nafas sebelum kamu merespon sesuatu dengan ucapan atau tindakan. Manfaatkan satu helaan nafas ini untuk berpikir

ambil nafas panjang via www.huffingtonpost.com

Ketika dihadapkan pada situasi yang sulit banyak yang kehilangan kemampuan untuk berpikir logis. Respon yang diperlukan sebatas reaksi panik yang berlebihan, yang sayangnya, tidak bisa menyelesaikan masalah. Kepanikan ini adalah bukti kecerdasan emosional yang kurang matang.

Ketika sebuah informasi kamu terima, jangan langsung bereaksi terhadapnya. Misalnya ketika seorang teman melakukan sesuatu yang menyakitimu, jangan langsung menghakimi ataupun mengonfrontasinya. Tanyakan pada dirimu sendiri dulu, apa yang membuatnya melakukan hal tersebut. Jeda satu atau dua tarikan nafas cukup untuk menenangkan diri dan memberi waktu bagi dirimu untuk berpikir. Gegabah hanya akan memperburuk keadaan.

2. Jangan malu dianggap kuno karena menulis diari. Hal itu akan membantumu melakukan relfeksi atas perasaanmu sendiri

Advertisement

Nulis diari via filmescape.com

Kalau kamu anak SD generasi 90an, menulis diari bukanlah hal yang aneh. Tapi melakukannya sekarang akan membuatmu dianggap kuno. Toh, ada media sosial, kenapa harus cuhat di diari yang tidak bisa memberi tanggapan? Ah, untuk apa peduli omongan orang. Meski terkesan jadul, tapi menulis diari memberikan banyak manfaat untukmu. Menuangkan pengalamanmu hari ini dalam bentuk tulisan, adalah sebuah bentuk observasi diri. Ketika menulis, kamu bisa menuangkan seluruh emosi dalam dirimu. Setelahnya, dengan membaca ulang apa yang sudah kamu tuliskan dari waktu ke waktu, kamu bisa mulai mempelajari setiap emosi dalam dirimu. Menata emosi mensyaratkan kamu paham pada dirimu sendiri.

3. Jangan mudah percaya pada kata orang. Biasakan mencari fakta dan bukti agar tidak terseret emosi

Biasakan mencari fakta dan bukti, agar tak sekadar asumsi via www.bustle.com

“Kayaknya pacarmu selingkuh deh. Kemarin aku lihat dia jalan sama cewek di mall.”

“Hah? Serius? Ah liat aja! Gue putusin dia saat ini juga!”

Apa saja yang kamu dengar dan kamu lihat belum tentu menggambarkan yang sebenarnya. Tapi memberi tindakan spontan tanpa mencari tahu kebenarannya dahulu tentu bukan hal yang bijak. Di sini kita harus belajar menjadi ilmuwan atas segala yang terjadi dalam hidup kita. Jangan mudah percaya pada kata orang. Biasakan diri untuk selalu berpedoman pada bukti yang mendasar dan fakta-fakta penunjang. Dengan menjaga diri agar tetap kritis, kamu akan lebih mudah mengendalikan diri untuk tidak cepat emosi. Jadi, jangan langsung marah dan minta putus ketika temanmu bilang pacarmu terlihat dengan cewek lain ya. Biasakan memakai fakta dan bukti, agar tak semata terjebak asumsi.

4. Tambahkan pertanyaan, “Menurutmu gimana?” setiap memutuskan seuatu yang berhubungan dengan orang lain. Ini namanya empati

Belajar berempati via gideonsway.wordpress.com

Empati merupakan kemampuan untuk memahami kondisi, pandangan, dan perasaan orang lain. Orang yang memiliki empati tinggi biasanya memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi situasi maupun mood orang-orang di sekitarnya. Orang yang berempati tinggi juga tidak mudah menghakimi orang lain, karena dirinya selalu berusaha memahami mengapa seseorang bersikap demikian. Dengan memahami orang lain, orang yang berempati tinggi juga akan lebih mudah memahami dirinya sendiri. Kamu akan tahu bahwa beberapa hal yang kamu lakukan akan memberi efek kepada orang lain. Dari sana, kamu akan lebih berhati-hati dan menahan diri dari hal-hal yang tidak perlu.

5. Jangan takut bilang Tidak demi mengekspresikan diri. Daripada mengiyakan, namun menggerutu di belakang?

Belajar menolak via www.entrepreneur.com

Mengatakan tidak atau menolak memang luar biasa sulitnya. Terutama untuk orang-orang yang sensitive dan tidak tegaan. Saking sulitnya, banyak orang yang menggantinya dengan Insya Allah, dan menyelewengkan makna kata yang seharusnya begitu dalam itu. Namun kamu harus tahu bahwa mengatakan tidak adalah salah satu cara untuk mengekspresikan dirimu sendiri. Dengan berani mengatakan tidak, otomatis kamu sudah tahu dan paham benar pada apa yang kamu inginkan. Kecerdasan emosi ditandai dengan pemahaman akan kapan kamu harus mengatakan ya, dan kapan kamu harus mengatakan ‘tidak’.

6. Jangan malas keluar dan berinteraksi dengan orang. Semakin beragam orang yang kamu temui, semakin lihai kamu mengendalikan diri sendiri

Perbanyak interaksi sosial via manymonstersmovie-blog.tumblr.com

Dunia dihuni oleh milyaran orang yang memiliki karakter berbeda-beda. Kamu tentu ingat bagaimana ruang pergaulanmu meningkat setiap tahunnya. Dulu ketika masih SD, temanmu mungkin hanya satu orang-orang yang tinggal sekampung denganmu. Kemudian SMP, SMA, kuliah, dan bekerja, pergaulanmu semakin meningkat. Orang yang kamu temui juga semakin beragam. Jangan malas bersosialisasi, karena di ruang public inilah kecerdasan emosimu diuji. Dengan membuka pergaulan seluas mungkin dan bertemu dengan sebanyak mungkin orang yang karakternya berbeda-beda, juga akan membuatmu terlatih untuk mengendalikan diri. Kamu akan semakin lihai menyeleksi emosi yang kamu miliki, dan dengan demikian, semakin lihai pula kamu menempatkan diri.

7. Jangan gampang cari distraksi saat kamu merasa nggak nyaman. Kecerdasan emosional tinggi terlihat dari kemampuan menerima perasaan

Jangan buru-buru mencari distraksi via mylesloftinphotography.tumblr.com

Saat dihadapkan pada situasi asing yang membuat tidak nyaman, orang cenderung akan mencari kegiatan yang bisa mendistraksi diri. Smartphone adalah solusi yang cerdas untuk kasus ini. Saat bosan di kereta, kamu akan sibuk main ponsel demi membunuh waktu. Saat bersama dengan orang yang tidak membuatmu nyaman, kamu juga akan melihat ponselmu sebentar-sebentar hanya agar kamu terlihat punya kegiatan. Namun mulai hari ini, jangan buru-buru mencari distraksi. Cobalah menikmati keadaan, meskipun itu membuatmu tak nyaman. Bagaimana kamu bertahan di situasi kurang menyenangkan, adalah salah satu tanda bahwa kamu memiliki kendali emosi yang luar biasa.

Kecerdasan emosi bukanlah sesuatu yang bisa terjadi secara instan. Bukan pula sesuatu yang cukup diatur sekali lalu berlaku seumur hidup Kecerdasan emosi adalah sebuah proses pendewasaan diri. Terimalah segala ketidaksempurnaan diri. Proses meningkatakn kecerdasan emosi akan berlangsung seumur hidupmu. Kamu juga tidak akan berhasil hanya dengan membaca artikel ini ataupun buku-buku penuh teori. Kamu perlu melatihnya setiap hari dengan bertemu banyak orang dan berefleksi atas perasaan diri sendiri.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!