Tahun depan mau bikin resolusi apa?

Dari sekian banyak orang, kamu mungkin jadi satu-satunya yang masih bingung soal resolusi tahun depan. Mau merencanakan ini itu, tapi takut nggak bisa diwujudkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kalau nggak bikin resolusi, nanti dibilang sebagai manusia yang hidupnya tanpa tujuan dan rencana. Ah, kenapa sih orang-orang selalu memberikan komentar nggak enak hanya karena kamu tidak seperti mereka?

Advertisement

Nah daripada bingung mikirin apa yang harus dicapai tahun depan, kenapa nggak bikin resolusi supaya kamu perlu lebih selow hadapi omongan orang? Toh kamu sendiri sudah kewalahan dengan omongan orang tentang hidupmu ini. Apalagi tahun depan diramalkan dunia maya akan panas-panasnya. Siapa saja bisa kena semprot nantinya.

1. Bersikap selow saat hadapi sama omongan orang itu nggak dosa. Justru bisa buatmu jadi pribadi yang lebih baik nantinya

Sama sekali nggak dosa via www.pexels.com

Hai apa kabar? Kok kamu gendutan sih sekarang?

Dari sekian banyak kalimat sapaan, kamu sering kali mendapatkannya. Mungkin maksud mereka biar kelihatan akrab, tapi bagimu ini jelas body shaming yang merendahkan. Untuk itu mulai saat ini kamu perlu bersikap lebih selow tentang segala omongan yang datang. Dibilang gendutan, seseorang minim hoki karena masih jadi pengangguran, sampai jomblo tahunan, cukup senyumin saja. Toh bersikap selow (dan cenderung bodo amat) sama omongan mereka itu sama sekali bukan dosa. Justru menjadi langkah awal untuk menjadi manusia yang lebih baik nantinya.

2. Meladeni semua omongan orang itu jelas buang-buang energi. Sementara kamu harus mulai fokus untuk mengejar mimpi

Capek kan kalau diladeni? via www.pexels.com

Advertisement

Selain menghadapi mantan yang tahu-tahu datang setelah lama menghilang, hadapi omongan orang juga turut memakan energimu. Bayangkan kalau dalam sehari ada dua omongan yang kamu pikirkan sekali. Sudah berapa energi yang terbuang percuma? Padahal dengan sejumlah energy yang sama, kamu bisa melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpimu yang sempat tertunda.

Tahun dapan adalah saatnya kamu hahaha-in saja setiap omongan orang yang coba menjatuhkan, dan hehehe-in saja omongan mereka yang coba untuk memancing amarahmu keluar.

3. Omongan orang jelas tak menentukan masa depan. Jadi buat apa repot-repot termakan omongan orang?

Kalau bisa selow kenapa harus repot? via www.unsplash.com

Sebenarnya omongan orang yang seringkali buatmu sebal ini hanya untuk main-main dan bercanda. Bahkan mereka kadang nggak memikirkan sama sekali akan akibatnya. Satu hal yang perlu kamu tahu, bahwa omongan orang ini jelas bukan penentu dari masa depanmu. Sudah hanya buatmu sebal, nggak punya andil apa-apa buat masa depan, jadi kenapa harus kamu pikirkan dan ambil hati? Kamu hanya akan makan hati dan rugi sendiri kalau masih termakan omongan orang.

4. Terpancing sama omongan orang hanya akan buat mereka bahagia. Sementara kamu justru terpuruk dan terluka

Kalau kamu tanggepin, mereka justru suka via www.pexels.com

Mereka bilang kamu minim hoki. Mereka bilang kamu nggak berbakat sama sekali. Ketika kamu mulai terpancing dan bilang “emang iya ya?” di situlah mereka akan merasa bahagia. Mereka bahagia karena kamu dengan mudahnya percaya.

Kamu minim hoki? Ah, nggak juga. Kalau pun sekarang belum dapat pekerjaan, itu karena semesta ingin kamu lebih gigih mencari. Kamu nggak berbakat? Belum tentu! Siapa tahu selama ini kamu hanya belum menyadari bakatmu.

5. Di masa depan, tantangan hidupmu akan semakin berat. Selow dengan omongan orang merupakan cara agar kamu tetap waras

Salah satu cara agar kamu cepat waras via www.pexels.com

Tahun depan, bukan saja umurmu yang bertambah. Tanggung jawab serta tantangan dalam hidupmu juga akan bertambah. Dengan semakin bertambahnya tanggung jawab dan tantangan ini, rasanya kok sayang sekali jika kamu masih memikirkan omongan orang. Bukannya makin mudah, hidupmu justru punya potensi untuk jauh dari kata waras.

Makanya mulai sekarang, sesekali cobalah untuk bersikap selow dengan tiap omongan orang. Biar tahun depan kamu bisa sepenuhnya selow dan tetap waras jalani kehidupan.

6. Kini saatnya kamu tunjukkan bahwa dirimu bisa hidup bahagia. Meski omongan orang datang tiada hentinya

Kamu bisa dan berhak untuk bahagia via www.pexels.com

Tahun ini akan berakhir, digantikan dengan tahun baru yang segera hadir. Sudah saatnya kamu fokus pada diri sendiri dan keluarga. Mulai seleksi orang-orang yang hanya buatmu rugi, dekap erat mereka yang buatmu makin semangat menggapai prestasi. Kini saatnya kamu untuk menunjukkan bahwa meski omongan mereka datang tiada henti, kamu tetap bisa bahagia. Toh itu hak setiap orang, baik sekarang atau nanti di masa depan.

Demi hidup yang lebih tenang, nyaman, serta waras, yuk mulai sekarang balajar hadapi omongan orang dengan lebih selow lagi. Kalau dinyinyirin, senyumin saja sambil tunjukkan kalau kamu mampu dan bisa. Kalau semangatmu coba dipatahkan, tertawakan saja layaknya kamu lihat standup comedy di layar kaca 😀

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya