Bukan perkara yang mudah harus jauh dari rumah. Bertahun-tahun terbiasa tinggal sama orang tua, eh tiba-tiba harus hidup sendiri di luar kota. Belum lagi jarak yang ratusan bahkan ribuan kilometer membuat kamu harus berpisah sementara dari teman atau orang tersayang.

Kamu mungkin belum pernah membayangkan sebelumnya untuk hidup sendiri. Sampai di sana kamu juga perlu adaptasi dengan semua hal yang baru. Budaya baru, lingkungan baru, dan orang baru yang akan jadi teman kuliahmu nantinya. Tapi semua itu akan membuatmu lebih mandiri. Terutama bila kamu sudah melewati fase-fase ini.

1. Di beberapa hari pertama hidupmu seketika terasa sepi. Keluarga sudah pulang, mau kenalan dengan orang pun masih segan

sendiri berteman sepi via www.pexels.com

Advertisement

Kini suara adik yang merajuk, nasihat kakak yang terus mengalir, serta omelan ibu saat jam makan tiba nggak lagi kamu dengar. Rasanya sepi karena kamu sendirian. Lingkungan baru membuatmu takut untuk berkenalan dengan orang lain. Takut salah ngomong, takut dibilang sok kenal. Pada akhirnya kamu berusaha untuk menikmati sepi terlebih dahulu.

2. Mau nggak mau kamu harus menerima kenyataan untuk mulai bersosialisasi. Meski masih canggung, kamu bisa berkenalan dengan tetangga sebelah kamar

kenalan dengan tetangga kamar via www.rent.com.au

Kamu merasa nggak bisa lagi berhadapan dengan sepi. Akhirnya kamu mencoba untuk berkenalan dengan penghuni kamar lainnya. Apa pun nanti kesan yang didapatkan, setidaknya kamu mencoba untuk berkenalan dengan orang baru. Nggak ada salahnya kok, kamu juga butuh orang lain untuk menemani atau sekedar menyapa selamat pagi.

3. Kenyamanan di lingkungan kosan nggak bisa mengobati rindu pada keluarga. Kamu mulai menghitung berapa lama lagi bisa pulang

kapan ya bisa pulang? via www.pexels.com

Tetangga kamar kini menjadi temanmu, tapi pasti kamu masih merindukan keluarga yang ada di rumah. Suasana rumah dan orang-orang di dalamnya memang nggak bisa tergantikan oleh apa pun. Kamu mulai berpikir, kapan ya bisa pulang ke rumah? Lantas kamu pun mulai rajin melihat kalender, mencari hari libur, menentukan waktu yang pas untuk pulang ke rumah. Nggak apa-apa, ini bukan berarti kamu nggak bisa jauh dari keluarga. Kamu hanya ingin mengobati rasa rindu ‘kan?

4. Pelan-pelan kamu bisa menerima keadaan. Rasa sedih mulai berkurang walaupun harus jauh dan sendirian. Lagipula, bapak dan ibu sering bertanya kabar kan?

masih bisa video call kok! via www.pexels.com

Advertisement

Kamu mulai merasa nyaman dengan lingkungan baru. Rasa sedih karena kangen rumah mulai berkurang diganti dengan canda tawa bersama teman-teman baru. Bahkan teman-teman yang bernasib sama selalu kamu andalkan sebagai tempat cerita. Orang tua juga pasti sering bertanya kabarmu. Percayalah, ketika kamu merasa senang di kota perantauan maka mereka juga akan merasa tenang.

5. Cobaan paling berat adalah sakit di perantauan. Rasanya jadi berlipat-lipat ganda,

sakit tapi nggak mau bikin khawatir via www.pexels.com

Kamu mungkin akan merasakan perbedaan ketika sakit di rumah dan sakit saat hidup di perantauan. Kalau di rumah, rasanya sakit bukan jadi masalah besar selama ada ibu yang menemani. Tapi, ketika jatuh sakit di kosan, kamu hanya sendirian. Sekadar flu pun jadi terasa sangat menyiksa. Tapi setelah menjadi anak kos, kamu akan berpikir kalau sakit itu nggak enak dan betapa pentingnya jaga kesehatan. Iya, kan?

6. Lama kelamaan kamu terbiasa melakukan apa-apa sendirian. Rasanya bangga juga bisa menyelesaikan sendiri segala persoalan

mulai bisa selesaikan persoalan sendiri via www.pexels.com

mulai tenang saat masalah datang~Dulu,ketika masalah datang, kamu bisa mengeluh dan mengadu ke orang terdekatmu. Saat hidup sendiri sebagai anak kos, kamu menyadari kalau nggak bisa mengandalkan orang lain terus-menerus. Kamu mulai bisa memikirkan jalan keluar sendiri saat masalah datang. Keluhan yang biasanya kamu ucapkan, kini bisa kamu simpan.

7. Saking terbiasanya kamu melakukan apa-apa sendiri, ketika pulang malah membawa kebiasaan baru

jadi rajin bersih-bersih deh~ via articles.bplans.com

Kamu yang mudah merengek dan manja mungkin nggak akan ditemukan lagi saat pulang ke rumah. Jadi anak kos membuat kamu harus bisa melakukan apapun sendirian. Mulai dari nyapu, ngepel, dan nyuci baju pun harus kamu lakukan sendiri. Hal-hal yang nggak kamu lakukan di rumah sebelum jadi anak kos, akhirnya jadi kebiasaan. Mungkin awalnya penghuni rumah akan heran, tapi mereka pasti senang kalau kamu bisa membantu.

Tanpa kamu sadari, jadi anak kos mengajarkanmu untuk keluar dari zona nyaman. Meski awalnya terasa sulit, tapi akhirnya kamu bisa jadi pribadi yang lebih mandiri ‘kan? Selamat ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya