Jika 8 Hal Ini Kamu Rasakan, yang Lelah itu Hatimu. Bukan Fisikmu

Tanda Lelah Hati

Entah kenapa, akhir-akhir ini kamu merasa lelah sekali. Menghabiskan 8 jam dengan rutinitas weekday-mu, benar-benar menghabiskan energi. Tiba di rumah belum terlalu malam, tapi rasanya kamu sudah tidak sanggup melakukan apa-apa lagi. Akhir pekan pun kamu hanya rebahan di rumah tanpa kegiatan yang berarti. Anehnya, kamu tetap merasa lelah.

Advertisement

Rasa lelah itu hal yang wajar. Apalagi kalau sedang banyak kegiatan ataupun hal-hal yang menuntut aktivitas fisik lainnya. Tapi, tidak selamanya yang lelah itu fisik. Ada kalanya yang lelah itu hatimu. Itu juga yang membuatmu tetap merasa lelah meski kamu tidak melakukan sesuatu yang berat dan menguras tenaga. Lalu, apa lagi tanda-tanda kamu sedang lelah hati? Beberapa hal berikut bisa kamu curigai.

1. Kamu jadi gampang tersingung dan kesal karena hal-hal yang bahkan sederhana

mudah tersinggung via www.pexels.com

Di hari-harimu, belakangan emosimu mudah sekali tersulut. Hal-hal kecil yang kamu dengar dan kamu lihat, begitu cepat membuatmu tersinggung dan berpikir negatif terhadap segala hal. Temanmu pergi makan siang sendirian, membuatmu merasa ditinggalkan. Padahal mungkin kamu sedang sibuk dan temanmu tidak enak mengganggu. Intinya, emosimu mudah sekali tersulut, termasuk dengan hal-hal sederhana yang mungkin sebelumnya biasa saja.

2. Setiap bangun pagi, kamu mulai bertanya-tanya “Aku ini ngapain sih? Ah, harus begini lagi nih? Sampai kapan?”

menanyakan arti hidup setiap bangun tidur via unsplash.com

Kamu mulai mempertanyakan hidupmu setiap pagi, saat bangun tidur. Kegiatan yang sudah kamu lakukan sejak dulu, mendadak kehilangan esensinya di matamu. Hubungan yang kamu jalani bertahun-tahun, mendadak serba buram di matamu. Kamu mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya kamu lakukan, apa yang kamu inginkan, sampai kapan akan terus begini, dan apakah memang harus tetap begini?

Advertisement

3. Pola tidur pun berantakan. Sering kamu merasa kelelahan, sudah lama memejamkan mata, tapi tidak terlelap juga

pola tidur berantakan via www.pexels.com

Rasa “lelah” itu juga mulai mengganggu ritme tidurmu. Biasanya, bila yang lelah adalah fisik, kamu akan segera lelap begitu tubuhmu menyentuh kasur dan bantal. Tapi kali ini, kamu akan menghabiskan waktu berjam-jam berbaring. Menatap langit-langit kamar, kadang juga mendengarkan lagu dengan suara samar-samar, tapi tidak juga terlelap. Pikiranku begitu lelah, tapi di saat yang sama memutar banyak hal dan tidak kunjung ketiduran.

4. Dulu kamu semangat sekali update medsos sehari sekali, sekarang scrolling saja malas. Bukannya tak sempat, kamu hanya “lelah”

hal-hal yang dulu disuka nggak lagi menarik via www.pexels.com

Selelah-lelahnya fisik, biasanya kamu jadi happy lagi bila melakukan sesuatu yang kamu suka sembari beristirahat. Misalnya baca buku atau sesederhana update media sosial seperti hobimu dulu. Hal-hal itu cukup menghibur dan membuat rasa lelahmu berkurang sedikit. Sekarang, kamu rasanya seperti tidak punya tenaga untuk melakukan itu. Jangankan update, scrolling media sosial saja kamu tidak sanggup. Kalau dipaksa, kamu hanya akan scrolling tanpa arti, tanpa benar-benar tahu apa yang kamu cari.

5. Mendadak kamu jadi orang yang supersensitif. Hal-hal paling sederhana pun bisa membuatmu menangis sesenggukan

jadi sensitif dan gampang nangis via www.pexels.com

Selain mudah tersinggung, kamu juga lebih sensitif dari sebelum-sebelumnya. Sifat cengengmu keluar tanpa kamu sadari sebabnya kenapa. Hal-hal sederhana seperti lirik lagu yang sendu, adegan film yang sedikit haru, atau bahkan pemandangan sedih yang kamu lihat bisa memicu kelenjar air matamu secara berlebihan. Tanpa sadar, kamu jadi sering menangis. Walau setelah kamu pikir-pikir lagi, kamu juga bingung apa yang membuatmu begitu sedih sampai menangis. Ataukah … sebenarnya kamu sedang menangisi dirimu sendiri?

Advertisement

6. Merasa capek setelah lembur seminggu itu wajar. Tapi bila kamu tetap capek padahal aktivitas biasa saja, itu perlu dipertanyakan

padahal aktivitas biasa saja via www.pexels.com

Tanda inilah yang paling jelas dan mudah dilihat. Bila capekmu itu akibat lembur seminggu, mengurus acara yang membuatmu mondar-mandir ke sana kemari selama berhari-hari, itu adalah hal yang wajar. Tapi sesibuk apa aktivitasmu belakangan? Apakah tetap sama seperti biasa, duduk di depan laptop 7-8 jam setiap harinya, pulang pun di jam-jam yang normal dan tidak ada pekerjaan di luar kebiasaan. Kalau sudah begitu, kenapa kamu merasa begitu kelelahan?

7. Tubuh terasa pegal dan tak nyaman. Tapi setelah pijat dan relaksasi pun tak membaik juga

sudah pijat dan relaksasi, tapi masih tetap capek via www.pexels.com

Lelah fisik akan berkurang bila kamu menemui tukang pijat atau sekadar relaksasi di salon. Atau kamu bisa juga mengambil cuti untuk istirahat di rumah atau traveling di dekat-dekat sini. Seharusnya kamu kembali fresh dan siap mengarungi hari-hari selanjutnya. Tapi setelah istirahat cukup, pijat, ke salon, dan cuti untuk tidur seharian, rasa lelah itu tetap tidak mau hilang. Apa mungkin lelahmu itu jauh di dalam?

8. Kamu benci dengan situasi yang kamu hadapi saat ini, tapi kamu merasa tak bisa melakukan apa-apa untuk keluar dari sana

ingin keluar dari situasi ini tapi tidak tahu caranya via unsplash.com

Kadangkala ada rasa benci yang bergelanyut dalam dirimu. Kamu membenci situasi yang kamu hadapi saat ini. Setiap sel dalam tubuhmu seolah memberontak dan berteriak karena tidak mau mengalami situasi yang sama lagi esok-esok hari. Namun, kamu juga tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk keluar dari situasi yang menjemukan itu. Kalaupun ada, kamu tidak benar-berani mengambilnya.

Yang bisa lelah itu bukan hanya tubuh, tetapi juga hati. Biasanya hati punya mekanisme sendiri untuk menyampaikan pesan bahwa dia kelelahan. Tapi seringnya pesan itu tidak dipahami, atau memang sengaja diabaikan. Padahal bila lelah hati ini diabaikan lebih lama, lama-lama akan merembet ke tubuh fisik juga.

Yuk, coba berkomunikasi lebih baik lagi dengan hati. Mari mulai mencari solusi untuk situasi yang dihadapi. Entah itu pekerjaan-pekerjaan yang menyita tenaga, ataupun relasi-relasi lain yang membebani. Mungkin kamu hanya butuh sedikit liburan, atau mungkin memang kamu harus benar-benar melepaskan.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE