Soal diseriusin atau nggak diseriusin oleh pasangan memang jadi isu yang sensitif saat sudah menjelang usia-usia pernikahan. Pacaran sudah lumayan lama, tapi kok belum ada tanda-tanda mau dikenalkan ke keluarga pasangan. Jadi baper sendiri. Jangan-jangan waktu yang dilalui bersama ini akan terbuang sia-sia kalau akhirnya kamu dan dia nggak melangkah ke mana-mana.

Perihal membawa hubungan ke jenjang pernikahan memang bukan hal sederhana. Butuh kesiapan mental dan keyakinan untuk menjalani komitmen. Belum diperkenalkan ke orang tua setelah sekian lama bukan berarti hubungan kalian sia-sia. Lagipula, kamu berharap diseriusin oleh pasangan, tapi apa kamu sendiri sudah siap? Yuk cek dulu. Kalau hal-hal di bawah ini masih kamu lakukan, jangankan serius soal hubungan, dengan hidupmu sendiri saja kamu nggak serius. Duh!

1. Kamu belum tahun rencana hidupmu lima tahun ke depan. Apa yang sebenarnya kamu inginkan tidak pernah kamu pikirkan

Tidak punya rencana masa depan via www.bustle.com

Coba tanyakan lagi kepada dirimu, apakah kamu sudah tahu apa yang kamu inginkan dalam hidup ini. Apakah kamu sudah tahu kira-kira dalam lima tahun mendatang, kamu akan jadi apa dan sepuluh tahun ke depan hidupmu akan bagaimana? Memang benar rencana nggak selamanya berjalan sempurna. Masa depan adalah misteri yang mungkin nggak bisa kamu pecahkan sampai saat itu tiba. Tapi menghadapi masa depan tanpa rencana yang jelas seperti kamu berlayar di laut lepas tanpa arah.

2. Ingin begini dan begitu sudah ada di benakmu, tapi hanya sebatas keinginan saja. Kamu tidak pernah berusaha untuk mecapainya

Hanya punya cita-cita tanpa berusaha via www.theplayerstribune.com

Advertisement

Meski rencana adalah 50% dari persiapan menyambut masa depan, tapi rencana tanpa usaha namanya bohong juga. Kamu mungkin sudah tahu apa yang kamu mau. Kamu menginginkan ini dan itu, berencana begini dan begitu, tapi waktu terus berlalu, dan yang kamu lakukan memang hanya sekadar berencana. Nggak pernah ada langkah konkret untuk menggapai apa yang kamu cita-citakan. Kamu sering lupa bahwa rencana dibuat untuk diwujudkan, bukan sekadar diwacanakan.

3. Mengubah pendapat A hari ini menjadi B esok hari adalah hal biasa. Meski kamu tidak punya alasan yang jelas mengapa

Mudah mengganti rencana via rockkhoundd.tumblr.com

Karena kamu nggak punya niat dan tekad yang cukup besar untuk mewujudkan cita-citamu, rencanamu pun sering berantakan. Ketika kamu punya rencana A, tapi tiba-tiba kamu malas melakukannya karena malas, mudah saja bagimu mengubah plan A menjadi plan B tanpa alasan yang jelas. Masalahmu hanya satu. Kamu nggak punya niat yang cukup untuk menggapai apa yang jadi keinginanmu.

4.Dengan alasan ‘nanti masih bisa’ kamu sering menunda pekerjaan. Akhirnya kamu selalu keteteran di belakang

Selalu punya alasan untuk menunda via www.bustle.com

Menunda-nunda pekerjaan memang menjadi penyakit sekaligus hobi banyak orang. Rasanya ada kenikmatan tersendiri ketika berhasil menang kejar-kejaran dengan deadline. Tapi kalau kamu serius dengan hidupmu, pastinya kamu nggak akan melakukan itu. Kamu tahu bahwa hidup ini berjalan cepat dan apa yang sudah berlalu nggak akan bisa kembali lagi. Karena itu menunda pekerjaan yang sebenarnya bisa kamu selesaikan sekarang adalah hal yang paling pantang dilakukan.

5. Mengatur keuangan sendiri pun bingung. Kalau sampai sekarang masih kelabakan, bagaimana nanti mengatur keuangan keluarga?

Sudah bisa mengatur keuangan? via coffee-and-christmas-lights.tumblr.com

Katanya mumpung masih muda dan belum banyak tanggungan, nggak apa-apa keuangan berantakan. Toh tanggunganmu memang hanya dirimu sendiri. Padahal, justru ketika masih muda dan sendiri, adalah saat yang tepat bagimu untuk belajar mengatur keuanganmu sendiri. Bebanmu belum seberapa, itu artinya, kamu masih bebas menabung sana-sini demi masa depan. Tapi bila sampai sekarang kamu masih juga kelabakan mengatur keuangan, bagaimana nanti keuangan keluarga bisa berjalan?

6. Ragu-ragu membuat keputusan, kamu selalu berharap ada orang lain yang memilihkan. Padahal hidup ini kamu sendiri yang menjalani

Nggak berani mengambil keputusan via stydiasavedmee.tumblr.com

Perkara membuat keputusan memang nggak mudah. Ada rentetan risiko yang harus kamu hadapi setelah satu keputusan diambil. Tetapi justru salah satu tanda kedewasaan adalah keberanian untuk mengambil keputusan dengan segala konsekuensinya. Bila kamu sudah serius dengan hidupmu, kamu akan tahu bahwa hidup ini adalah hidupmu. Apapun yang terjadi, kamulah yang akan menjalani. Karena itu, kamu nggak akan seceroboh itu membiarkan orang lain yang mengambil keputusan tentang hidupmu sendiri.

Sebelum berharap diseriusi pasangan, ada banyak hal yang harus kamu pastikan dahulu tentang dirimu sendiri. Soal serius atau nggak serius, bukan hanya dilihat dari dia saja, tapi juga kamu. Kalau kamu sendiri masih angin-anginan dengan hidupmu, tidak tahu apa yang kamu mau, belum bisa menghadapi masalah dengan maksimal, masa iya masih berharap diseriusin pasangan?