Untukmu yang Tulus Mencintaiku, Maaf Jika Aku Selalu Membisu Meski Diri Ini Juga Selalu Ingin Berucap Rindu

membisu meski berucap rindu

Terima kasih telah mencintaiku dengan tulus hati, meski diri ini kerap membuatmu sakit hati. Maaf aku selalu memintamu untuk menjauh bahkan pernah terbesit inginku kau menghilang saja dari ceritaku. Namun, terkadang kau dengan hebatnya mampu hadir lagi dalam ceritaku dikala hati ini mudah luluh. Dan kini aku telah membentengi hubungan antara kita agar tak ada dosa diantaranya. Sejujurnya hati ini mulai merasakan nyaman atas nama cinta. 

Advertisement

Bukan maksudku egois karena selalu menuntutmu, bukan pula ingin menghindar darimu. Justru aku ingin kelak kita bisa bersama dalam keadaan yang di ridhai-Nya. Bahkan aku pernah berkhayal pergi ke Mekkah bersama melempar dosa-dosa kita di sana. Berkeliling ke daerah-daerah yang hangat akan peradaban islam. Tak lupa menikmati sunset bersama hingga malam memeluknya. 

Terkadang aku ingin menyerah saja pada perasaan ini. Mencoba menjalani hubungan seperti orang-orang pada umumnya, tidak pacaran tapi berteman. Namun, apa artinya berteman jika di antaranya ada rasa ingin memiliki. Berteman tapi seperti pacaran karena ke mana-mana selalu berduaan. Meski berduaan hanya mengobrol saja, tetapi entah kenapa seperti merasakan bahwa Allah tidak menyukai hal itu juga. 

Hingga akhirnya aku lebih memilih melepaskanmu meski dengan sebuah tangisan daripada terjebak pada cinta yang salah. Ya cinta yang salah adalah ketika dia membuatmu jauh dari Allah dan aku lebih memilih pura-pura tidak peduli pada sikapmu walau dirimu mungkin berfikir aku membencimu. Namun sudah berkali-kali aku jelaskan bahwa Allah tidak menyukai hal ini meski kita tidak melakukan apa-apa. Sebenarnya aku bahagia luar biasa ketika mendapatkan perhatianmu bahkan perhatianmu yang paling sederhana pun. Dan sekali lagi aku memilih mengabaikan perhatianmu karena aku takut jatuh dalam pelukan cintamu yang bisa saja cinta itu hanya alias dari nafsu bukan maksud dari fitrah-Nya. 

Aku cuma meminta padamu, kenali Allah dulu maka kau boleh mendekatiku. Karena aku percaya jika seseorang sudah mengenal Allah dia akan mendekati orang yang disukainya dengan cara yang Allah sukai misalnya ta'aruf, melamar lalu menikahinya. Jika seseorang itu belum mengenal Allah maka dia akan mendekati orang yang disukainya dengan caranya sendiri seperti pertemuan tanpa ada orang ketiga, jalan-jalan hanya berdua dan lain-lainnya dengan dalih supaya saling mengenal lebih dalam. Padahal yang Allah sukai jika ingin mengenal lebih dalam orang yang disukai adalah dengan cara ta'aruf. 

Namun dengan berlalunya hari semua tampak biasa saja seolah tak ada perkembangan atas perasaan ini. Terkadang rindu itu muncul hanya karena referensiku yang buruk dan aku mengobatinya dengan lebih mendekat kepada Allah. Bahkan jika rindu itu tetap melekat aku akan lebih dekat pada Allah dengan cara memeluk-Nya kuat-kuat. Karena akupun sosok pendosa yang masih suka merindukan sosok manusia dibanding Tuhannya sendiri. 

Maaf kini aku selalu membisu meski diri ini selalu ingin berucap rindu. Aku sedang berjuang mencintai-Nya seutuhnya sebelum rasa cinta itu hilang karena cintamu. Maaf diriku begitu dingin terhadap sikapmu meski kadang aku ingin bercanda denganmu. Maaf aku tak pernah memahamimu bahkan tak sedikit pun mengerti keadaanmu. Aku tak bisa memahamimu dengan tatapan bahkan dengan selalu ada di sampingmu. Aku hanya mampu memahamimu lewat doa. Dan maaf aku lebih memilih memperjuangkan cinta untuk-Nya bukan untukmu. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

to be inspiring writer and teacher

Editor

une femme libre

CLOSE