Kata Joko Pinurbo Jogja itu terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Kenapa angkringan turut tersemat dalam kata-kata Joko Pinurbo? Karena begitu mudahnya ditemukan angkringan di setiap sudut kota Jogja.

Salah satu sudut kota Jogja yang terdapat angkringan adalah Malioboro. Angkringan di Malioboro banyak ditemukan saat pagi hingga menjelang petang dan saat dini hari hingga pagi. Jumlahnya tak sebanyak angkringan yang ada di dekat Stasiun Tugu. Namun, letaknya yang berada di pusat perbelanjaan dan oleh-oleh membuat angkringan di Malioboro tak pernah sepi pengunjung.

Advertisement

Tak terlalu berbeda dari angkringan lainnya, tapi suasana Malioboro mampu menciptakan kenangan istimewa bagi setiap pengunjung. Baik itu pengunjung luar kota atau bahkan masyarakat Jogja sendiri. Ramai orang lalu-lalang, deru kendaraan, lonceng kuda delman dan nyanyian dari pengamen yang bersahut-sahutan menciptakan keramaian yang menyenangkan.

Keramaian itu setia menemani pengunjung saat menikmati kudapan di angkringan Malioboro. Kudapan yang tersaji hanya berupa makanan sederhana. Seperti nasi kucing, gorengan, aneka sate, dan minuman pelengkap seperti kopi dan teh. Namun, kudapan ini terasa sangat nikmat karena disantap bersama kawan atau keluarga sambil bercakap dan bersenda gurau. Sehingga tercipta rasa hangat kebersamaan dan kekeluargaan.

Hal seperti itu turut dirasakan oleh salah satu pengunjung angkringan di Malioboro, Risdhya Ayu (23). Wisatawan asal Ngawi, Jawa Timur ini mengaku bahwa angkringan di Malioboro membuatnya selalu ingin berkunjung kembali. “Saya sudah berkali-kali ke angkringan Malioboro. Suasananya enak untuk duduk-duduk, identik dengan suasana Kota Jogja. Letaknya juga di pusat perbelanjaan, jadi saya sekalian makan setelah belanja. Ramai, seru, saya jadi ketagihan datang kesini”, ucapnya.

Advertisement

Bukan hanya sekedar makan, banyak hal lain yang bisa didapatkan saat berkunjung di angkringan Malioboro. Seperti yang diungkapkan oleh Anji Aulia Irfanda (21). Pengunjung asal Jogja ini mengaku sering mendapat teman baru saat nongkrong di angkringan Malioboro. “Saya tidak pernah bosan nongkrong di sini. Hampir tiap bulan pasti nongkrong di sini. Di angkringan saya sering berkenalan dengan orang baru hingga bisa dijadikan relasi”, tutur mahasiswa UGM ini.

Selain itu Anji juga mengungkapkan angkringan Malioboro merupakan tempat yang tepat untuk bercakap dan melepas penat. “Sejak saya jadi mahasiswa, saya sering jenuh dengan tugas-tugas kuliah. Ketika sudah jenuh dengan laporan praktikum, saya motoran keliling kota, lalu ke sini untuk menghilangkan kejenuhan dengan ngobrol-ngobrol santai dengan teman-teman. Tempatnya dan makanannya cocok untuk ngobrol dari larut malah hingga pagi seperti ini”, tambahnya.

Kudapan sederhana, ramainya Malioboro, teman baru, hingga percakapan dan senda gurau yang tercipta bersama orang-orang terdekat, membuat angkringan Malioboro mudah melekat di hati para pengunjung. Itulah yang menjadikan angkringan di Malioboro terasa istimewa

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya