Bapak,

jika ada yang bertanya tentang siapa guru besarku di dunia ini yang mengajarkan tentang arti kehidupan, maka jawabannya adalah kau.

Advertisement

Kau adalah lelaki sederhana yang tidak pernah mengeluh, selelah dan seberat apapun pekerjaan yang kau tanggung. Kau mengajarkanku untuk selalu berbaik sangka, kepada Tuhan, juga kepada semua manusia. Dengan kepolosan dan kesederhanaanmu, kau selalu tersenyum menghadapi seluruh dunia yang kadang mempertemukan kita dengan orang-orang yang tidak selamanya baik hati.

Kau selalu percaya bahwa selalu ada jalan untuk setiap masalah, selalu ada jawaban untuk setiap pertanyaan, asalkan kita percaya dan mau berusaha. Kau selalu rela berbagi dan memberi sekalipun kita tidak banyak memiliki. Dengan keringat, cinta serta doa-doa, kau selalu menaungi rumah kita yang meskipun sederhana, tapi tidak akan ada duanya di dunia.

Bapak,

Advertisement

selama bertahun-tahun ketika aku pergi kuliah di luar kota, kau-lah yang selalu menungguku di tempat yang sama setiap kali aku pulang ke rumah. Hujan, panas, cerah, mendung, siang ataupun malam, kau selalu datang menjemputku dengan sepeda motor tua itu. Kau selalu menyambutku dengan senyum yang sama, dan kemudian kau juga akan selalu mengajukan pertanyaan yang sama: ‘kau mau makan dulu?’

Tahun-tahun berlalu dan rutinitas kita masih sama hingga aku harus pergi bekerja, masih tetap di luar kota. Setiap kali aku pulang dan melihat senyummu, kemudian menyambut dan mencium tanganmu, aku selalu merasa wajahmu semakin bertambah tua. Tapi senyummu tetap sama meneduhkan. Matamu tetap sama bijak dan menenangkan. Di balik semua itu, aku tahu engkau masih menyimpan satu kekhawatiran.

Bapak,

pada hari ini aku ingin bercerita padamu tentang seorang laki-laki lain. Kuharap dia tidak akan membuatmu cemburu.

Dia memang tidak setampan dirimu, tentu saja. Bagiku, Bapak akan tetap jadi laki-laki paling tampan di dunia.

Dia memang tidak semudah kau saat bergaul dengan orang lain, tapi dia selalu berusaha membuka diri untuk mengenal orang baru di luar lingkungan yang menjadi tempat nyamannya.

Dia memang tidak terlihat sebijak dirimu, tapi dia selalu sabar menghadapi apapun dan akan bertanggungjawab pada semua yang menjadi tanggungannya. Jika dia lelah, maka di depanku dia tidak malu untuk mengaku dan tidak pernah berusaha untuk selalu menjadi sok kuat.

Dia tidak berjanji untuk selalu membuatku bahagia. Pada suatu ketika, dia juga pasti akan membuatku marah, kesal, menangis dan juga kecewa. Tapi apapun yang terjadi, dia berjanji untuk selalu ada di sisiku dan bertahan bersama.

Bapak,

kau adalah lelaki pertama yang kukenal dan membuatku jatuh cinta. Aku tahu tidak akan ada lagi laki-laki yang sepertimu di dunia ini. Tapi setidaknya, laki-laki ini bersedia menerimaku untuk seluruh waktu yang masih dia punya, untuk menjalani semuanya bersama-sama dalam keadaan apapun. Kuharap sebentar lagi Bapak bisa bertemu dengannya, berbincang tentang apa saja dan temukan kesungguhan itu di matanya. Dia, cinta keduaku setelah dirimu, dan yang kuharap akan selamanya menjaga putri kecil yang kau sayangi ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya