#BelajarDiNegeriOrang-Tidak Semenyenangkan Kelihatannya, Lho! Udah Siap Melakukan Apa-Apa Sendiri?

Tidak selamanya menyenangkan belajar di luar negeri

Belajar di luar negeri tidak selamanya menyenangkan, mungkin malah banyak sedihnya dibandingkan senangnya. Kamu harus banyak-banyak beradaptasi, dari segi perbedaan cuaca yang ekstrem, makanan yang jauh dari rasa lidah nusantara, budaya dan tradisi serta mungkin merasakan diskriminasi-diskriminasi antara lokal dan pendatang. 

Advertisement

Belum lagi kamu harus terbiasa melakukan semua-muanya sendiri dengan komunikasi yang terbatas, jika kamu berkuliah di negara yang bukan berbahasa utama bahasa inggris. Belum lagi kesulitan-kesulitan lain seperti keuangan, kehilangan barang, asuransi dan lain sebagainya yang cukup menyulitkan untuk diurus jika kamu adalah orang asing di suatu negara.

Maka sebelum kamu beranjak untuk pergi keluar negeri, tanya ini pada dirimu sendiri : apa kamu sudah siap untuk melakukan dan mengurus semuanya sendiri? apa kamu sanggup menelan perasaan kesendirian dan kesepian yang mungkin saja menerpa tiba-tiba?

Karena itulah terbiasa dengan kemandirian dan kesendirian menjadi hal yang wajib dilakukan, maklum negara di Eropa dan mungkin di benua lainnya lebih cenderung pada prinsip hidup individualis, tidak seperti indonesia. Tentu saja ada sisi plusnya, tidak banyak orang yang kepo atau mau tahu dengan urusan orang lain karenanya. Disini banyak belajar masa bodo terhadap seseorang atau sesuatu, demi menjaga diri sendiri juga pada akhirnya.

Advertisement

Anehnya, walaupun aku sendiri sudah cukup terbiasa pada kesendirian, sendiri hidup di negara orang lain tetap berbeda rasanya dengan hidup di negara sendiri. Dulu walaupun sendiri tapi tidak pernah merasa sepi karena berbagai aktivitas relawan dan kegiatan keagamaan di samping bekerja. Teman-teman pun beragam dengan cerita-cerita yang berbeda. Di sini, jujur rasa-rasanya sulit menemukan teman yang satu frekuensi.

Hidup di luar negeri membuat diriku belajar banyak hal, terutama belajar untuk terbiasa. Disini, di Hongaria, tempatku melanjutkan studi magister, warga Indonesia-nya tidak sebanyak warga di negara lain, dan rata-rata berkediaman di Budapest, sedangkan aku berkuliah di Szeged, kota terbesar ketiga di Hongaria. Ini juga bisa jadi suatu keuntungan dan kerugian. Keuntungannya mungkin kamu akan banyak berinteraksi dengan warga internasional lain karena sedikitnya warga negara, tetapi bisa jadi juga kamu akan kesepian karena tidak menemukan teman senegara,

Namun banyak tidaknya warga Indonesia disuatu negara bukanlah menjadi ukuran, di negara manapun kemandirian sangatlah penting. Jika kamu masih belum berani kemana-mana sendiri atau bahkan pakaianmu masih dicucikan mungkin ada baiknya kamu mulai belajar melakukan apapun sendiri, tanpa mengandalkan orang lain.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE