Berada di tengah tengah yang dimana semua sama dan hanya diri ku yang berbeda bukan hal yang mudah,disini aku hanya memiliki dua pilihan menjadi seperti mereka atau tetap menjadi diri sendiri dengan siap menanggung segala konsekuensi yang ada.Introvert,inilah gelar yang ku sandang jika memang mau di buat sandanng menyandang,tapi sepertinya kurang layak juga ,masa iya kepribadian di buat sebagi sandang atau gelar ,terkesan sombong gitu,hehehe…aku gunakan kata sandang ya karna aku bingung mau pakai kata apa untuk menyatakan diri ,ya jadi begitulah,sandang introvert bukan lah hal yang perlu di bangga banggakan .
Disini aku akan menceritakan seluk beluk manjalani hidup sebagai introvert.Disini aku sedang tidak bermaksud pamer atau apalah ,hanya berbagi cerita saja.
Aku saat kecil adalah pribadi anak anak pada umumnya,suka main,cerewet ,berantem dan sering melakukan hal hal konyol ya layaknya anak anak.Tiba pada saat aku berada di bangku sd kelas 4,aku mendapat bullyan karna perubahan suara akhir baliq,di usia 12 kan suara anak khususnya laki lakikan berubah,nah saat itulah banyak yang komen ke aku kalau aku suara nya kata mereka yang ada di sekitarku seperti suara bapak guru.
Sebagai anak anak kan belum bisa memanage perasaan,belum mengertilah apa itu mental health atau berkaitan dengan teknik teknik pengendalian diri,namanya juga anak anak ,seringnya aku mendapat perlakuan yang secara verbal sangat tidak enak di dengar waktu itu,aku menjadi minder.Jadi malas berbicara,yang biasanya aku aktif di kelas dengan pekataan yang banyak,aku mengurangi volume bicaraku,seiringnya berjalannya waktu aku menjadi benar benar malas bicara.
Aku menjadi tertutup,malas bergaul dengan teman teman sebaya,karna mereka menurutku tidak memahamiku.Bahkan bertrmu dengan tetangga pun malas ,ya akhirnya orang orang di sekitarku mencapku sebagai anak kuper.Ya memang saat itu dimulailah kehidupan rumahan aku,menjadi anak rumahan.Dari inilah aku menyimpulkan ,bahwa kepribadianku ini adalah pembentukan dari lingkungan,bukan yang ujug ujug ada di dalam diriku,semua ada sebab nya.Menjadi introvert di tengah dunia yang ekstrovert tidak mudah.
Aku merasa bersyukur karna dari dulu aku memiliki keinginan untuk berubah,pikiranku waktu itu,walau aku tidak bisa merubah kepribadian,paling tidak aku harus bisa menrima diri dan tetap baik baik saja dengan menjadi diri sendiri.Sampai di titik aku memiliki pemikiranku saat ini ,dalam menghadapi hidup yang tidak selalu mudah,itu melalui jalan yang berat ibaratnya jalan darah.Ya untuk mencapai kedewasaan itu harus bayar harga.Jadi yang ingin ku sampaikan di menjelang akhir tulisan ini adalah.Seperti apapun kamu,wahai pembaca,jangan takut menjadi beda,teruslah belajar untuk terus bertumbuh dan bahagia dalam kehidupan ini.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”