Untuk kita yang pernah saling mengenal,saling berharap, dan saling memilih. Darimu aku belajar bagaimana cara Desember menyimpan rindu bersama langit yang merahasiakan diantara jarak dan waktu. Cerita dulu kita mulai dengan sebait kalimat lalu dengan kuat mengaminkan dalam hati hingga jarum merah beberapa kali lewat diantara angka-angka hitamnya. Bagiku jatuh cinta padamu adalah bentuk keyakinan bahwa semesta ini masih memang benar-benar baik untuk ditempati,menyelaraskan antara jasad untuk menemani akal yang tak mampu merasionalkan cara terbaik tuhan memberi bahagia. Aku percaya bahwa wujud jamaliyah sepenuhnya ada pada dirimu,wujud manifestsi dari kelemah lembutan dzat pengabul do'a. Sore seolah enggan beranjak menuju gelap karena dia tahu aku masih ingin lebih berlama-lama lagi menikmati dingin denganmu,menikmati hujan dan embun yang memburamkan kaca lalu menulis nama kita berdua setelahnya.

Aku masih disini diantara hitam dan jingga,menemani sore yang kian terasa istimewa karena diantara hujan dan matahari ada pelangi yang melengkung indah dibalik jendela. Tak terasa 8 bulan kita tak bertegur sapa setelah kamu memilih berjalan sendiri,berjalan dengan alasan berbeda visi misi dan ingin mandiri. Aku masih ingat tentang ekspektasi yang sering kita perbincangkan dulu soal meramal masa depan hingga seolah-olah aku adalah Tuhan dan kamu adalah nabi-Nya. Harus kau tahu bahwa hal yang paling aku anggap bodoh saat itu adalah mendefinisikan cinta diluar pahaman iman dan logika,dan jelas juga terasa aneh ketika berbicara tentang masa depan itu dengan dokter muda seperti mu, karena yang aku pahami bahwa sosok yang manja tak bisa diberikan tanggung jawab apalagi tentang perasaan. Dan betul saja, setelah itu kau merasa bosan lalu memilih pergi, mengalasankan perbedaan sebagai hal yang harus aku maklumi lalu beranjak dari kursi yang pernah kita duduki bersama hingga lupa cara yang baik untuk permisi. Saat ini diantara tujuan hidup yang ingin aku tuntaskan,terselip deretan abjad membentuk namamu,nama yang harus kuselesaikan dengan cepat yang selama ini mengusik kesendirianku. Menyelesaikan skripsi,pergi mendaki,atau berbisnis adalah cara lain untuk menyibukkan diri saat ini hingga aku benar-benar lupa kalau kamu memang pernah ada.

Advertisement

Terima kasih untuk secangkir seduhan teh hangatmu di pertengahan desember, secangkin teh yang karenanya aku belajar bahwa menikmati cinta itu cukup dengan cara sederhana,tidak perlu terlalu serius maupun terlalu santai.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya