Stop Jadi Orang Nggak Enakan. Ini 3 Cara Buat Belajar Bilang Tidak pada Tiap Permintaan

Cara stop jadi orang nggak enakan

Memiliki sifat ‘nggak enakan’ itu timbul dari hati nurani kita. Sifat seperti ini menandakan bahwa kita termasuk orang yang baik. Di balik sisi positif, sifat tidak enakan membuat keadaan serba salah. Ingin menolak tidak enak, ingin jujur takut menyinggung perasaan orang lain. Benar seperti itu?

Advertisement

Orang lain meminta bantuan atau melakukan suatu hal, perasaan tidak enak kalau tidak menjawab ‘iya’. Akibatnya, menjadi mengiyakan suatu hal yang sebenarnya tidak ingin dilakukan. Terlalu sering melayani seseorang karena mementingkan perasaan tidak enak, hanya akan membuat waktu untuk diri sendiri menjadi terbuang sia-sia.

Hal yang membuat perasaan tidak enakan:

1. Sulit menolak atau berkata tidak

Advertisement

Terlalu sering kita mengiyakan permintaan seseorang karena takut pada risiko jika menolaknya. Misalnya, saat seorang teman meminta ditemani untuk pergi ke cafe, atau ingin meminjam uang, pasti kita akan mengiyakan permintaan tersebut meskipun sebenarnya kita tidak ingin melakukan hal tersebut. Padahal, jika menolak permintaan seseorang belum tentu akan membuat dirimu dicap buruk

2. Lebih mengutamakan perasaan orang lain

Lebih banyak mengalah walaupun dalam posisi yang benar, karena merasa tidak enak. Jika sifat ini selalu dibiasakan dalam bersosial, lama-kelamaan bisa membuat orang lain akan semena-mena dengan dirimu. Maka itu, supaya tidak menjadi korban keegoisan seseorang disekitarmu, dari sekarang mulailah bersikap realistis pada diri sendiri, tidak selamanya mengalah itu simbol dari sebuah kemenangan. Dirimu sendiri juga perlu memikirkan kebaikan untuk kenyamanan dan ketenangan ke depannya.

3. Terlalu sering basa-basi (nggak to the point)

Sebab kita  memiliki perasaan yang tidak enak, maka setiap berbicara untuk meminta sesuatu, kita akan berbasa-basi terlebih dahulu. Misalnya kita mengagumi seseorang, pasti akan terlebih dahulu berbasa-basi, dan tidak langsung berbicara to the poin. Hal tersebut sering dilakukan dalam kehidupan bersosial.

4. Sering meminta maaf

Memang pada dasarnya mempunyai sifat yang baik, untuk menghindari suasana yang tidak mengenakan mungkin begitu sulit. Jadi untuk menghindari terjadinya suatu konflik, lebih dulu sering meminta maaf. Bahwa itu jelas bukan kesalahan dari diri kita sendiri. Hal ini dilakukan karena untuk mencairkan suasana disekitar. Bahkan saat ada  teman yang menyinggung perasaanmu, diri ini tidak segan untuk berkata “tidak apa-apa”.

5. Berpura-pura baik hati

Sifat ini menjadi kebiasaan dalam kehidupan bersosial. Misalnya, dalam hubungan pertemanan pasti didasari oleh rasa nyaman. Tetapi, lama-kelamaan pasti akan timbul suatu permasalahn kecil yang membuat dirimu merasakan ketidaknyamanan atau tidak cocok lagi bermain dengan mereka. Berdasarkan perasaan yang tidak nyaman, dirimu akan tetap bertahan untuk berteman, walaupun merasakan kurang nyaman.

Dampak dari perasaan nggak enakan: 

1. Membohongi diri sendiri

Menjadikan diri sendiri sebagai pembohong demi untuk menjaga pertemanan dan menjadikan suasana baik-baik saja. Dirimu suka berbohong dan diam, lalu sering membenarkan kesalahan yang dilakukan oleh temanmu. Jadi untuk menghindari keburukan pada diri sendiri lakukanlah hal-hal yang positif, dan beranilah untuk menepis hal-hal negatif dari sifat yang tidak enakan.

2. Menghambat waktu luang

Memiliki sifat yang tidak enakan akan membuat waktu luang kita terbuang sia-sia. Misalnya kita diajak oleh teman untuk pergi ke sesuatu tempat, dan karena merasa tidak enak oleh teman akrab kita, padahal sudah ada kegiatan untuk belajar bersama oleh teman belajar, maka kita lebih mengikuti perasaan tidak enak untuk tetap ikut pergi bersama teman kita, dibandingkan dengan belajar bersama oleh teman belajar. Padahal hal tersebut sangat merugikan diri sendiri, dan tidak dipercayai oleh orang lain.

3. Memicu pada kesehatan tubuh

Jika ingin hidup sehat dan bahagia, maka kerjakanlah kegiatan yang disukai dengan tulus. Jika kita tidak melakukan suatu hal yang kita lalui dengan perasaan yang senang dan nyaman, maka akan menimbulkan rasa tertekan serta terpaksa, karena semacam ada beban. Sehingga membuat kita menjadi stress, kepala pening dan pusing, dan mungkin ada hal ketidaknyamanan lainnya. Bahkan, setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut, perasaan kesal pun ikut terbawa.

Solusi mengatasi perasaan tidak enakan:

1. Tunjukkan sikap menghargai

Saat seseorang meminta bantuan, artinya ia mengingat dan mempercayai kalian untuk membantunya. Jika kalian ingin menolaknya dengan cara yang baik ucapkanlah terima kasih terlebih dahulu. Kemudian bicaralah mengapa memilih untuk tidak membantunya. Sikap ini membuat seseorang yang meminta bantuan pada kalian tidak merasa tersinggung dan kecewa serta menunjukkan sikap yang menghargai.

2. Bersikap tegas

Beberapa  orang tidak mudah menyerah untuk meminta bantuan pada kalian. Tentu sulit untuk menolaknya, caranya adalah bersikap tegas dan merespon dengan tenang untuk mencairkan suasana. Jadi, kita bisa menegaskan diri untuk menolak.

3. Beranikan diri

Merasa takut untuk mengecewakan atau gagal memenuhi harapan orang lain bila menolak permintaannya. Caranya adalah tarik napas dan kuatkan diri, lalu munculkan keberanian untuk menghadapi kekhawatiranmu untuk berani menolak dengan berbicara yang baik.

Mulailah kita mengoreksi diri, mengapa selama ini kita merasakan perasaan yang tidak enakan? Apakah karena takut melukai perasaan orang lain? Jika iya seperti itu, kita harus belajar untuk lebih mempercayai orang lain. Ataukah takut teman-teman menganggap diri kita tidak bisa diandalkan? Jika kita berani untuk berkata “tidak”, mereka tidak berhak memaksamu untuk memberikan bantuan tersebut, begitu bukan?

Di balik sisi negatif dari sifat tersebut, ada juga lho sisi positifnya, yaitu kita mempunyai empati yang lebih besar, menjadi seseorang yang ingin lebih berguna. Semoga sisi yang negatif atau kurang menyenangkan bisa segera dihilangkan ya.

Yuk berani berkata tidak.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE