Sebagai manusia pasti mengerti makna cinta yang pernah dirasakan. Entah cinta yang terbalas ataupun cinta yang bertepuk sebelah tangan tapi setiap orang hanya mengerti tetapi tidak memaknai akan hadirnya sebuah cinta. Apalagi mereka yang baru beranjak remaja hanya mengerti ingin memiliki tapi tidak mengerti rasa dari mengasihi. Sehingga makin banyak problematika dalam masa remaja yang lagi ngehitz di zaman sekarang yang sering saya sebut zaman riskan.

Bukan merasa sok tua ataupun bijak tapi lihatlah di sekeliling kita, perhatikan dengan sebaik baiknya. Mereka atau para manusia di sana hanya mengenal dua cinta yang ada di hidup mereka. Mengapa?

Advertisement

Karena mereka hanya bisa merasakan cinta yang sebaik-baiknya pada dua momen.

Cinta pertama dan cinta terakhir. Ada yang membantah? Atau ada yang tidak suka dengan pemikiran saya? Menurut saya, cinta pertama adalah cinta yang tak akan bisa dilupakan tetapi sanggup ditinggalkan karena cinta pertama akan sangat sulit bertahan di waktu yang lama, pada umumnya cinta pertama dirasakan pada usia masih berumur belasan.

Apa mungkin umur 20an lewat baru merasakan cinta pertama? Saya rasa tidak. Karena cinta pertama bukan hanya pada lawan jenis ataupun pada orang lain, cinta pertama adalah cinta yang di mana tumbuh ketika seseorang merasakan kenyamanan. Seperti cinta pada seorang ibu atau seorang ayah itu masih bisa disebut sebagai cinta pertama.

Advertisement

Sedangkan cinta terakhir adalah cinta yang tidak akan pernah sanggup anda tinggalkan sekalipun keluarga anda menentang anda karena hati anda yang akan memutuskan pada akhirnya .

Sumpah ini bukan curcol!

lalu apa hubungan cinta pertama vs cinta terakhir?

Cinta pertama akan menemukanmu ketika cinta terakhir datang menunggumu. Cinta pertama menemukanmu untuk mengingatkan bahwa sebelumnya cinta inilah yang mendewasakanmu yang membuatmu mengerti arti pahitnya setiap rasa, membuatmu mengerti makna dari sebuah keputusan dan membuatmu mengerti bahwa dunia ini bukan milik kita dan kamu akan merindukan itu di saat kamu mulai menyempurnakan dirimu. Tetapi melalui cinta terakhirmu, kamu mengenang bagaimana awal cinta itu bersemi dan meletakkan semua kesalahan dalam keputusan yang membuatmu sempurna menjadi dirimu. Membuatmu bijak tanpa hasrat memiliki melainkan mencoba berdiri menemani.

Lantas apa yang akan kamu pilih? Cinta yang mendewasakanmu atau cinta yang membuatmu menemukan dirimu. Jika msih dilema antara pemilihan maka bijaklah dan belajarlah bahwa cinta tidak ada yang kekal kecuali cintamu kepada penciptaMu

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya