Mencintai, adalah sebuah kata paling gila yang bisa dilakukan oleh banyak orang. Mencintai adalah rasa yang sulit dihilangkan. Tidak semudah apa yang dipikirkan. Karena cinta adalah anugerah dari sang Maha Cinta. Maka sulitlah kita mengelak perasaan itu. Namun tidak semua pandai mengucapkan secara terang, tidak pandai mengutarakan nya secara langsung. Maka sebagian memilih lewat tulisan yang dibuat dalam bait kata-kata sehingga terhimpun kalimat paling jujur yang dinamakan rasa.

Bisa berupa puisi maupun deskripi tentang hatinya.. Bagi seorang yang sangat menyukai menulis, maka menuliskan nama orang yang disayangi sangat lah berarti. Dimana orang tersebut akan selalu hidup dalam tulisan itu. Bukan berarti menulis adalah tindakan pengecut, tidak, tidak sama sekali. Justru menulis adalah tindakan paling romantis. Di mana nama orang yang dicintai tak akan pernah pudar bahkan hingga waktu usai.

Advertisement

Maka menulis sama romantisnya dengan mendoakan  keselamatan orang yang dicintai sepanjang usia. Maka kuputuskan terus berdoa untuk keselamatanmu, juga menulis namamu dalam mahakarya yang kusebut cinta. Cintaku padamu adalah keabadian. Lewat kata yang tak pernah hilang, Akan tersimpan selalu dalam  tulisanku. Karena ternyata itulah cara terbaik mengabadikanmu dalam ingatanku yang tak akan pernah pudar.

Karena cerita tentangmu selalu manis, maka aku tak ingin ingatan itu berlalu begitu saja. Aku ingin ingatan itu bisa kubaca kapanpun, dimanapun mungkin denganmu suatu saat nanti. Tertawa bersama membaca betapa konyolnya aku memperjuangkanmu lewat tulisan-tulisan. Yang ternyata itu menjadi alasan kenapa kita harus bersama. Akulah si perangkai kata yang tak berani menyapa. Hanya berani menjadikanmu alasan kenapa aku berani menuliskan cinta. Padahal aku tahu cinta bukanlah selalu tentang keindahan , namun banyak duka, kepedihan bahkan kekecewaan maupun kehilangan. Namun saat aku putuskan menuliskanmu, aku berusaha tak akan takut dalam menerima kenyataan apapun. Karena itu adalah resiko aku dalam mencintaimu.

Ku perjelas padamu, Memang aku pernah merasakan kepedihan atas nama cinta. Tapi aku tak akan takut , karena aku percaya kau lebih indah dari apa yang selalu aku deskripsikan dalam tulisanku. Apapun kekuranganmu adalah menjadi kelebihanmu bagiku. Tak ada yang tak indah darimu. Dari caramu menatap dunia, berbicara tentang mimpi bahkan menjelaskan siapa dirimu aku selalu kagu dan taka akan berhenti menulis keindahan itu selamanya.

Advertisement

Dan bolehkah aku menyimpan rasa ini lewat tulisanku? Dan berharap kau membaca dan menerima hal ini sebagai rasamu juga, rasa cinta yang pada akhirnya menjadi kita. Karena kamu adalah bait-bait puisi yang tak pernah usai, deskripsi tulisan yang selalu menarik untuk dibaca.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya