Tanpamu mungkin aku bukanlah siapa-siapa, karena kesabaranmulah aku bisa menjadi orang yang tangguh, dan mampu berdiri tegak di tengah badai sekalipun

Tak terbayang hidupku tanpamu, tak akan ada tempatku untuk bersandar, saat dunia bersekongkol untuk menjatuhkanku, tak ada tempat untukku meluapkan isi hati untuk melepas rasa gundah.

Ibu, maafkan aku karena hingga sekarang aku belum bisa untuk membahagiakanmu, aku belum mampu untuk membuatmu tersenyum, apalagi untuk sekedar membuatmu bangga padaku.

Ibu, maafkan aku karena aku belum mampu untuk menjadi anak yang berbakti, maafkan aku jika aku selalu membuatmu bersedih, tak terhitung sudah jumlah air mata yang jatuh dari matamu karena ulahku

Ibu, maafkan aku karena aku belum bisa menjadi seperti anak yang kau harapkan saat aku pertama kali menginjakkan kaki di dunia ini, maafkan aku karena aku selalu mengecewakanmu.

Advertisement

Ibu, seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas.

Ibu, bagiku kaulah pahlawan tanpa tanda jasa yang sebernarnya, merawatku dengan kasih tanpa sedikitpun ada pamrih. Tak pernah ada kata lelah untuk membimbingku saat aku kehilangan arah

Ibu, bagiku kau adalah malaikat yang di kirim Tuhan untukku, kau adalah pelindungku, penjagaku yang selalu mengabulkan semua permohonanku.

Ibu, tak ada tempat senyaman pelukmu, tak ada senyum seindah senyummu dan tak ada kata-kata sedamai nasehatmu.

Tak terhitung sudah berapa banyak pengorbanan yang telah kau lakukan untukku, aku tak kan mampu untuk membalasnya, tak ternilai semua yang telah kalau lakukan untukku, aku tak akan sanggup untuk membayarnya.

Hingga kini aku tak mengerti, terbuat dari apakah hatimu, begitu sabar dalam menghadapi segala kenakalanku.

Untuk itu ibu, di sisa hidupku ini, Mulai detik ini aku berjanji padamu ibu, akan menjadi anak yang berbakti, tak akan kubiarkan air matamu jatuh walau hanya setetes, tak akan kubiarkan tanganmu yang lembut itu kotor walau hanya oleh setitik noda.

Diusiamu yang sudah mulai senja, adalah waktumu untuk beristirhat, kau tak perlu berkerja keras lagi, sudah waktunya anakmu ini yang mengabdi untukmu, untuk membalas semua jasa-jasamu, meski aku tau , aku tak akan mampu membayar semua pengorbananmu.

Advertisement

Sejujurnya hal yang paling aku takutkan adalah saat usiaku mulai bertambah disisi lain aku juga harus melihatmu mulai menua, tak terbayang suatu hari nanti saat aku harus kehilanganmu. Jika boleh aku memohon kepada tuhan, aku ingin kelak surga menjadi tempat terakhir kita bertemu dan dipersatukan, agar aku bisa hidup abadi selamanya bersamamu.

Terakhir, ada atu hal yang perlu engkau ketahui ibu, selama aku hidup sampai hari ini, belum ada makanan yang seenak makanan yang selalu kau buatkan untukku, puluhan mungkin ratusan tempat makan telah aku datangi, namun hanya masakanmu lah yang selalu membuatku rindu.

Ibu, aku menyayangimu. 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya