Edensor, dilafalkan sebagai /'ɛnzə:/ ~ enzer (dengan r samar) adalah sebuah desa kecil di kawasan Derbyshire, Inggris. Desa kecil ini berlokasi di kawasan the Chatsworth House yang merupakan hunian dari the Cavendish Family sejak tahun 1549. Bagi orang Indonesia, Edensor sangatlah familiar dan dikenal melalui buku karya Andrea Hirata yang mengangkat nama desa ini sebagai judulnya.

Namun ternyata, hampir sebagian besar masyarakat Inggris tidak mengetahui atau bahkan pernah mendengar tentang desa ini. Jujur, saya sendiri belum sempat membaca Edensor, namun saya cukup penasaran dengan desa ini. Demi mengobati rasa penasaran saya, saya pun memutuskan untuk mengunjungi desa ini, yang ternyata cukup membutuhkan perjuangan.

Advertisement

Saat itu, dengan bermodalkan GPS dan rute bus yg disediakan di kota Sheffield, saya pun bertolak ke daerah Peak District di mana Edensor ini berada. Sebagai informasi, Edensor merupakan salah satu bagian dari Peak District yang merupakan taman nasional di kawasan Inggris yang meliputi beberapa kawasan wisata dengan pemandangan yang indah, salah satunya adalah Edensor (kawasan the Chatsworth House).

Sayangnya, Peak District tidak berada di jalur utama angkutan massa di Inggris. Oleh karena itu, agar lebih mudah dan murah, kota Sheffield adalah pilihan terbaik untuk singgah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Peak District. Dari terminal bus Sheffield, kita dapat menaiki bus yang khusus ke arah Peak District. Alangkah baiknya jika kita membeli one-day ticket sehingga dapat kita gunakan berkali-kali dan dapat berkunjung ke tempat lainnya di Peak District selain Edensor, salah satunya adalah Bakewell.

Bakewell pun adalah salah satu desa kecil di Inggris yang merupakan penghasil puding yang sangat terkenal. Mungkin dalam benak saya dan orang pada umumnya, puding adalah sejenis hidangan penutup yang serupa dengan agar-agar, namun ternyata, Bakewell Pudding adalah sebuah roti sejenis pastry dengan isian selai dan telur juga pasta almond. Menurut sejarah, hidangan penutup ini dibuat tanpa sengaja di tahun 1820 (Wikipedia) di mana pemilik sebuah penginapan di Inggris meninggalkan resep di dapur dan koki yang bertugas membuatnya melakukan kesalahan dengan meletakkan telur dan pasta almond sebagai topping, padahal kedua bahan tersebut seharusnya dicampurkan ke dalam pastry. Namun, secara mengejutkan, pudding ini justru menarik perhatian dan menjadi makanan khas dari Bakewell.

Advertisement

Kembali lagi ke Edensor. Mengingat Edensor bukanlah tujuan utama para turis yang berkunjung, kita sebaiknya turun di halte the Chatsworth yang lokasinya sangat dekat dengan edensor. Sebelum berjalan kaki menuju Edensor, saya pun menjelajah the Chatsworth House terlebih dahulu (walaupun tidak sampai masuk karena tiket masuknya yang sangat mahal). Di the Chatsworth House, kita dapat melihat-lihat hasil kerajinan dari daerah setempat. Tempat ini sangat iconic dan menjadi lokasi tujuan para turis untuk melepas lelah sejenak selama perjalanan di kafe-kafe yang ada di sekitarnya.

Uniknya, kafe-kafe di sini terpusat di bagian samping the Chatsworth House yang dikelilingi oleh bangunan indah dan klasik dari hunian ini. Saat itu, saya hanya membeli es krim dan melihat-lihat toko kerajinan dan oleh-oleh. Setelah puas melihat-melihat, saya menuju ke Edensor dengan berjalan kaki dan mencari tempat-tempat iconic yang dijadikan ilustrasi latar dari cover buku Edensor. Saya pun menemukan sebuah gereja dan jembatan yang menjadi latar dalam cover buku tersebut. Kesan suram yang terdapat dalam cover buku itu sama sekali tidak tercerminkan pada kondisi Edensor yang sebenarnya (mungkin memang kesan itu yang ingin dimunculkan oleh Andrea Hirata).

Berbeda dengan yang tergambar dalam cover buku yang ditulis oleh Andrea Hirata, nyatanya, Edensor merupakan sebuah desa kecil yang sangat hijau dan asri dengan beberapa rumah khas pedesaan Inggris yang bagi saya bentuknya lucu-lucu. Banyak domba berkeliaran di padang rumput sekitarnya, juga terdapat sungai jernih yang secara tidak langsung menjadi pembatas antara desa Edensor dengan the Chatsworth House. Beruntung hari itu cuaca di Edensor sangatlah cerah dan hangat sehingga pemandangan yang ditawarkan pun semakin memikat.

Setelah membaca sedikit sinopsis dari buku Edensor, saya pun mendapat gambaran bahwa buku ini bercerita tentang perjalanan seorang anak dan kawannya yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah di Eropa. Saya pun berinisiatif untuk mengambil beberapa gambar di desa ini dan berharap agar dapat memberikan semangat kepada teman-teman lainnya yang sudah berani bermimpi besar dan sedang dalam proses mewujudkan cita-citanya.

Sedikit kutipan dari buku Edensor, "Pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda." Teruslah berusaha karena kita tak pernah tahu sejauh apa usaha yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kita 🙂 Tak ada usaha yang luput dari pandangan Tuhan dan tak ada doa yang luput dari pendengaranNya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya