Friski Mutiara Firdaus, dia adalah remaja berusia 19 tahun yang baru beranjak dewasa. Dengan usianya yang cukup muda dia harus digelutkan dengan akses bolak balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideranya.

Perempuan yang akrab dengan panggilan Firda tersebut mengidap penyakit tumor jinak. Sudah setahun ini semenjak dia masuk perguruan tinggi di salah satu Universitas swasta terbaik di Malang yaitu Universita Muhamadiyah Malang, dan mulai dari sana awal dia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.

Advertisement

Awal November 2016 dia menjadi mahasiswa baru di kampus putih tersebut. Di sana dia tinggal di kos beralamat di Jalan Tlogo Alkautsar No.70 Ds. Tlogomas Kec. Lowokwaru Malang, hidupnya serba menyenangkan menjadi anak kos. Selain dia jarang masak sendiri dan kegemarannya suka pergi ke café bersama teman-temannya sembari mengerjakan tugas kuliah. Makanan yang di makan pun kurang sehat ketika dia berada jauh dari orang tuanya. Dia merasa jarang makan sekalinya makan dia makan makanan yang tidak sehat seperti junk food atau pun fast food. Dia mengonsumsi secara berlebihan dan tidak di imbangi dengan olahraga yang teratur. ”Mana sempat olahraga sibuk dengan tugas tugas kuliah,” ujar mahasiswa FEB tersebut. Karena pola makan yang tidak teratur dan sekali-kalinya makan dia memilih makanan yang cepat saji membuat kondisi tubuhnya kian memburuk. Dan pada akhirnya dia di vonis dokter terserang tumor jinak.

Mulai dia hidup di rantau, jarang sekali memantau kesehatannya. Dia makan semaunya tanpa ada larangan ketat dari orang tuanya. Di mulai dari November akhir, kebiasaannya nongkrong di café dan makan makanan di tempat-tempat yang sedang digemari anak muda zaman sekarang seperti makanan junk food dan fast food. Hampir setiap hari dia makan dan nongkrong di tempat-tempat seperti itu. Sesekali dadanya ngilu ketika sedang bersenda gurau asyik bersama teman-teman kampusnya. Awalnya dia mengabaikan rasa ngilu atau nyeri di dada tersebut. Sesekali nyeri itu hadir lalu kembali lagi dengan spontan. Sempat khawatir namun hanya sesaat. “Pada waktu itu memang aku merasa nyeri namun aku tak peduli. Aku hanya ingin berpikiran positif terhadap diriku karena aku masih muda tak mungkin terkena penyakit aneh-aneh,” ujar gadis kelahiran kota Udang dan Bandeng tersebut.

Semua berjalan seperti itu sampai awal Maret. Dari awal Maret dia baru merasakan keanehan dalam dirinya semakin bertambah. Perutnya sering sakit seperti maag. Hampir setiap hari dia mengalami perih di bagian perut. “Awalnya aku mengira biasa penyakit anak kos kalau hanya maag saja,” katanya. Lalu dia periksakan ke rumah sakit UMM dan dia hanya di beri obat maag. Namun lambat laun dia juga sering terkena typus dan maag nya pun tak kunjung membaik . Dan ketika dia pulang ke rumah asalnya di Sidoarjo kemudian menceritakan keanehan dalam dirinya kepada orang tuanya dan kepada sahabat kecilnya yaitu Mega.

Advertisement

Merasa sudah tidak sering merasakan maag lagi dia tenang-tenang saja tidak mengkhwatirkan kesehatannya lagi . Dia tetap menjalankan pola hidupnya dengan pola makan yang ala-ala anak hit zaman sekarang. Dia memang tidak terlalu terobsesi dengan yang namanya popularitas atau menjadi anak yang hit namun lingkungan yang membuat dia ikut menikmati sajian makanan yang tidak baik jika di konsumsi setiap saatnya.

Suatu hari dia sedang mengerjakan tugas di café di daerah Tlogomas dekat kampusnya bersama teman satu geng nya. “Iya aku sering nongkrong ke resto-resto fast food dan junk food dengan geng ku dia sahabatku selama aku di Malang mereka adalah Intan, Khairani, Anggun, Alsa dan Ayu,” ujar perempuan kelahiran 16 September 1997 tersebut. Dan ketika sedang asyik bercanda tiba-tiba rasa nyeri di dada itu kembali lagi dengan durasi yang sedikit lama dari biasanya. “Seketika aku memegang dada sebelah kiriku karena nyeri yang begitu menggangu aktivitasku,” ujar perempuan bertubuh mungil tersebut. Setelah sampai di kosan dia merasakan ada hal yang aneh di sekitaran ketiaknya. Di sekitaran ketiak nya tumbuh seperti benjolan yang jika di pegang terasa sakit. “Aku tak ambil pusing dengan keanehan yang ada di ketiakku karena waktu itu aku sudah sangat lelah jadi aku memutuskan untuk acuh dah tertidur. Keesokan harinya setelah bangun tidur benjolan itu sudah sedikit tidak nampak dan nyerinya pun hilang,” ujarnya .

Kemudian dia menceritakan keanehannnya sekali lagi kepada ibunya dan dia di jemput ibuunya untuk pulang dan memeriksakan keadaannya di rumah sakit di daerah Sidoarjo. Dua bulan terakhir yaitu Maret dan April Firda bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk mengetahui penyakitnya yang tak kunjung membaik walaupun sebelumnya sudah di bawa ke berapa rumah sakit di antaranya RSI Siti Hajar dan RS Mitra Keluarga hasilnya tetap sama, perutnya sudah di USG hasilnya tetap penyakit maag saja. Namun keadaan nya tak kunjung membaik dadanya terus-terusan nyeri. Karena takut terjadi apa-apa dengan jantungnya sang ibu yang beprofesi sebagai guru SMK tersebut langsung membawa anaknya ke RSUD Sidoarjo, mereka berdua masuk ke poli jantung.

Setelah ke poli jantung sang dokter mengatakan “Kondisi jantung adik Firda baik baik saja tidak ada yang mengkhawatirkan namun jika sesekali adik Firda merasakan bahwa ada sedikit benjolan di payudara atas maka saya akan merujuk untuk di periksa lebih lanjut ke poli bedah umum saja bu,” Ujar dokter sepesialis jantung yang sedang membicarakan kondisi Firda kepada ibunya .

Hari berikutnya mereka berdua kembali ke RSUD Sidoarjo untuk menuju ke poli bedah umum. Dan disana ada kabar yang sangat mengejutkan mengenai penyakit Firda tersebut. Dokter mengatakan “Bahwa ada benjolan yang ada di dalam payudara atas milik Firda, saya belum tau jenis benjolan apa yang ada di dalam payudaranya bisa saja tumor atau hanya kelenjar atau termasuk kangker. Mengenai hal itu silahkan melakukan USG, Foto Rontgen dan Tes Darah dan saya nanti baru akan dapat mengetahui hasilnya ”ujar dokter Bambang dokter sepesialis bedah umum.

“Hatikuku rasanya teriris mendengar ucapan dokter bedah tadi. Rasanya aku baik-baik saja dan seakan tak percaya gadis remaja yang baru beranjak dewasa sepertiku sudah diberatkan dengan masalah penyakit yang terdengar sangat mengerikan,” ujar gadis berparas cantik tersebut. Setelah USG foto Rontgen dan Tes Darah dia kembali lagi ke dokter bedah di RSUD Sidoarjo.

Dan dari hasil tersebut dokter mengatakan “di dalam payudara adik ini ada tumor jinak, namun walaupun jinak juga dapat membesar dan bertambah banyak yang jika dibiarkan akan mengganggu kesehatan yang akan bisa berpotensi menjadi ganas jika pola makan dan pola hidup tidak sehat,” ujar dokter Bambang. Lalu dokter menyarankan agar sebaiknya tumor yang masih ada tiga benjolan di dalam payudara Firda segera diambil dengan jalan operasi .

Tidak berpikir lama untuk kesembuhan sang putri ibu Firda yang bernama Nuril Muzdalifah itu segera menyutujui saran dokter tersebut untuk melakukan operasi kepada anaknya. Dan Firda harus melalukan segala pengecekan kesehatan sebelum melakukan operasi. Setelah semuanya sudah sehat Firda dijadwalkan akan melakukan operasi pada tanggal 24 Mei jam 09:00 WIB .

Dalam operasi tersebut Firda akan dibius total. Operasi tidak pernah terbayangkan di benak Firda sedikitpun bahwa di masa mudanya dia akan menngalami operasi. Dia sangat cemas menunggu hari itu, rasa takut akan ketidakberhasilan operasi tentu akan menghantuinya setiap saat, rasa takut tak bisa bangun dari biusan operasi sangat membuatnya resah. Namun ketika melihat semangat ibunya dan melihat Iorang orang terdekatnya di antaranya Mega sahabatnya dan temanteman gengnya di Malang. Itu semua membuat Firda mengesampingkan rasa takut tersebut untuk orang orang yang mendukungnya selama ini. Apalagi kekasihnya yang bernama Zulfikar Alrasyid itu selalu memberi dukungan pada Firda. walaupun kekasihnya sedang menempuh pendidikan ATKP di Yogyakarta dia tidak pernah putus komunikasi untuk hanya sekedar memberi semangat Firda demi kesehatannya.

24 Mei 2017 jam 09:00 WIB operasi segera di laksanakan di RSUD Sidoarjo. Setelah 2 jam proses opreasi Firda berjalan dengan lancar. Selama dia di rumah sakit dan sampai sekarang sampai sudah selesai operasi dia selalu di tunggu oleh ibu tercintanya. Sekitar pukul 11 dia sudah dapat dijenguk dan keadaannya masih lemas, setelah operasi badanya masih terasa sakit karena beberapa suntukan obat alergi dan nyeri-nyeri setelah operasi. “Terlepas dari semua itu aku sangat bersyukur bisa membuka mataku setelah oprasi, dan akhirnya 3 benjolan itu keluar dari tubuhku,” ujar Firda yang sedang berbahagia karena penyakitnya telah keluar. Kata dokter 2 sampai 3 hari lagi dia juga boleh pulang. Tentunya tidak dengan pola makan dan pola hidup yang salah seperti dulu.

Setelah dia merasakan kesehatan itu mahal dan lebih mahal ketimbang jajanan di café hit, di resto fast food, dan junk food yang sering ia makan ia akan merubah pola makan dan pola hidupnya agar lebih sehat. Sudah banyak kalangan remaja yang demi ingin hit dia makan makanan dan berpola hidup dengan tidak karuan yang akhirnya akan terkena tumor jinak seperti Firda . “Iya kalau mereka sadar dan paham medis dan ada yang mengingatkan jika tidak akan membahayakan dirinya melebihi penyakit saya, dari pengalaman ini saya terinspiriasi untuk berpola hidup yang sehat dan sebisa mungkin memberi dampak baik kepada teman-teman saya,” Ujar firda. Menjadi remaja yang hit tidak harus merusak diri dengan pola hidup yang kurang sehat. Jangan mengorbankan dirimu untuk hanya sekedar popularitas di tempat yang mewah. Karena nyatanya yang mewah dan berkelaspun belum tentu menyehatkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya