Sesuatu yang belum bisa aku mengerti tentangmu, hingga saat ini masih menjadi misteri bagiku. Aku tak tahu harus merespon sikapmu bagaimana, karena kamu selalu salah tingkah dan terlihat malu-malu bila aku dekati. Saat kamu kedapatan melihatku  dekat dengan teman wanitamu, wajahmu selalu cemberut seakan kau cemburu dengan temanmu sendiri.

Sesekali kau mengetesku dengan cara mendekati beberapa teman priamu, untuk melihat bagaimana responku terhadap sikapmu. Aku tahu, kau hanya mengetesku, hanya untuk mengetahui, apakah aku tertarik denganmu atau tidak. Saat itu, aku hanya meresponmu dengan sikap cuek dan seakan tidak peduli.

Advertisement

Mungkin saat itu kau beranggapan bahwa aku itu, orang yang tak peka terhadap sikapmu. Seiring berjalannya waktu, sesekali aku tangkap sorotan mata yang terlihat teduh dari dirimu ketika memandangku. Dan kau pun langsung memalingkan wajah serta menjadi salah tingkah saat tertangkap basah olehku.

Jujur, aku malu ketika ditatap seperti itu oleh seorang wanita. Lagi dan lagi, kau selalu seperti itu. Memangnya ada sesuatu dalam diriku yang membuatmu jadi seperti itu?

Aku tak mau menjadi ge-er dan beranggapan bahwa kau menyimpan rasa padaku. Karena kau dan aku baru saja kenal beberapa bulan belakangan ini, yang secara tak sengaja.

Advertisement

Tempatmu bekerja saat itu berada satu lokasi yang sama denganku dan sekarang kau sudah dipindahkan oleh atasanmu ke lokasi yang tak jauh dari lokasi tempatmu bekerja sebelumnya.

Terkadang kau juga menyempatkan waktu luangmu untuk bermain ke tempat temanmu bekerja, yang berada di seberang lokasi tempatku bekerja sembari memperhatikanku dari sana, alih-alih mengunjungi tempat kerjaku secara langsung dan bertanya apa yang sedang aku lakukan. Aku tahu kau dan teman-temanmu memperhatikanku dari seberang sana dan kaupun tahu itu, jika aku memperhatikanmu dari tempatku bekerja.

Jika aku adalah pasanganmu, mungkin kau akan dicap posesif oleh temanmu karena kau selalu menguntitku dari seberang sana.

Jujur, aku merasa tersentuh dengan caramu memperhatikanku, karena selama ini aku belum pernah merasakan yang seperti ini. Namun sayangnya, aku masih tak tahu apa-apa tentang dirimu. Karena statusku saat ini mungkin hanya sebatas kenalanmu, belum menjadi teman yang bisa leluasa berbincang bersama.

Pernah sekali, saat menuju jalan pulang, tak sengaja aku melihatmu naik motor. Awalnya aku tak yakin kalau sosok itu dirimu. Karena yang terlihat dari punggungmu saat itu adalah bayangan punggung ibuku. Lalu, aku berusaha menyalipmu dari samping dan mencoba memanggil namamu. Dan ternyata, itu memang benar dirimu, seketika aku kaget. Kau pun terkejut dan berkata kenapa aku bisa mengingatmu hanya dari melihat punggung belakangku.

Aku juga bingung bagaimana cara menjelaskannya padamu, karena saat itu kau malu lalu menghindar. Hingga sampai saat ini aku belum sempat menjelaskannya.

Mungkin, kau dan aku saat ini masih sibuk berasumsi tentang berbagai sifat dan sikap yang dirasakan terhadap pribadi masing-masing. Sehingga masing-masing dari kita saat ini masih mencoba saling mengamati satu sama lain.

Dan seiring berjalannya waktu, semua teka-teki atas sikap yang kita rasakan selama ini akan terjawab dengan sendirinya.

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya