Jangan Sampai Kamu Nggak Menyadari Kalau Jadi Korban Pelecehan Seksual!

Pelecehan seksual bukan buat candaan

Beberapa waktu terakhir ini kita telah disibukkan oleh banyak kasus-kasus yang menyangkut dengan kekerasan seksual, baik itu kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur atau pelecehan seksual kepada mahasiswi di perguruan tinggi. Dan jika kita mundur beberapa waktu ke belakang, juga banyak kasus serupa yang sempat viral seperti pelecehan seksual terhadap karyawan pria di sebuah lembaga pemerintahan, kemudian juga kasus begal payudara yang sempat ramai diperbincangkan di khalayak, dan juga aksi sejenis yang mempertontonkan alat vitalnya di depan korban yang mayoritasnya adalah perempuan.

Bisa jadi, ini semua hanyalah fenomena gunung es semata. Sejatinya hal-hal serupa tentu bisa jauh lebih banyak terjadi dibandingkan dengan berita yang naik di permukaan media dan menjadi viral seperti kasus-kasus di atas. Dan rasanya tentu kita semua bergidik ngeri dan bahkan emosi jika menyaksikan berita kasus-kasus tersebut di media massa, manakala nalar pelaku yang sudah tak jalan karena tertutup nafsu kebinatangannya. Dan yang membuat kasus pelecehan seksual ini tampak konyol di hadapan hukum, adalah karena dalih kebercandaannya. Hanya karena alasan bercanda, kemudian seseorang bisa bebas dari jeratan hukum atas perlakuan tidak senonohnya, dan meninggalkan jejak luka abadi, baik fisik maupun psikis korbannya. Tatkala mereka bebas menyentuh, bicara, menatap dan menggoda dengan nada sensual ke siapa saja tak terkecuali pada siapapun, karena lagi-lagi bercanda doang kok.

Dan perlu kita sadari, pelecehan seksual tidak hanya bersifat penyerangan secara fisik saja melainkan juga secara verbal dan non-verbal pun dapat terjadi. Dan masih banyak dari kita yang bahkan belum dan bahkan tidak menyadari jika perlakuan tidak mengenakkan dari seseorang kepada kita adalah perbuatan pelecehan seksual, dikarenakan minimnya literasi dan pemahaman dari lingkungan kita. Dan hal ini lagi-lagi terjadi karena dalih bercanda yang membuat seorang korban sering kali terkecoh dan tidak sadar jika dia telah menjadi korban pelecehan.

Apakah jika seseorang menatap tubuh kita juga termasuk pelecehan seksual?

Jawabannya bisa iya namun bisa juga tidak, karena hal ini cukup ambigu terkait alasan kenapa seseorang itu menatap kita. Apakah dia memiliki alasan tertentu yang tidak kita ketahui. Tetapi jika tatapan itu mengganggu kita dan kemudian hal itu berlanjut ke rentetan tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh si pelaku, maka hal ini bisa masuk indikasi pelecehan seksual. Dan kita harus berhati-hati!.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi United Nations melihat seseorang dari atas ke bawah, menatap seseorang, lalu mengikuti dan bahkan hingga memblokir jalan untuk menghentikan seseorang lalu mengajukan pertanyaan pribadi tentang kehidupan sosial dan seksual adalah termasuk bagian dari pelecehan seksual.

Sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di masyarakat, jika prilaku pelecehan seksual memang sudah mengakar rumput di kehidupan bermasyarakat kita, yang tidak kita sadari dari hal sepele seperti bersiul dengan maksud menggoda, menyentuh bagian tubuh tanpa persetujuan, lalu berkata-kata yang menjurus ke arah sensualitas di tengah obrolan pribadi maupun grup. Semua itu sudah lazim di masyarakat kita, namun banyak yang berkilah karena lagi-lagi dalih bercanda menjadi alasan.

Referensi:

https://www.un.org/womenwatch/osagi/pdf/whatissh.pdf      

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

it may well be that you dislike a thing even though it is good for you, and vice versa