Pejuang jodoh yang masih setia menunggu jodohnya, terkadang dihadapkan dengan komentar yang kurang menyenangkan dari orang-orang. Tetapi tidak semuanya, sebagian dari mereka adalah orang-orang yang paham akan situasi. Namun sebagian lagi, memberikan komentar yang mau tidak mau kita dengarkan.

Sebagian orang ada yang pernah bilang:

Advertisement


"Makanya jangan dirumah aja, makanya keluar, makanya jodoh itu dicari, kalau cuma diam aja ya gak bakal ketemu."


Saya yakin kamu juga pernah mendengar kalimat-kalimat seperti ini. Lalu apa respon terbaik yang bisa kita berikan terhadap pernyataan mereka? 

Inilah jawabannya:

Advertisement

Tidak perlu menyuruh saya untuk mencari. Kalau saya tau dimana jodoh saya berada, saya tidak perlu mencari, saya temui langsung orangnya. Kalau disuruh cari, saya harus cari kemana? Saya bahkan tidak tau dia siapa, apalagi dimana tempatnya.

Di satu sisi pernyataan mereka tidaklah salah. Sebab pernyataan itu mungkin bermaksud agar kita lebih banyak bersosialisasi dengan orang lain. Yang barangkali jodoh kita adalah salah satu di antaranya.

Namun di lain sisi, bukankah itu jadi salah satu bentuk menghakimi? Seolah selama ini kita tidak pernah berusaha untuk bertemu dengan jodoh kita.

Padahal sejatinya, orang lain bahkan tidak pernah benar-benar mengetahui kepribadian dan apa yang dilakukan setiap orang secara mendalam. Mereka hanya melihat secara gambaran. Yang tau sesungguhnya tetaplah diri kita sendiri. 

Ada yg kelihatannya pendiam sering dirumah, namun ia tidak pernah berhenti untuk berdo'a meminta jodoh kepada Tuhannya. Ada yang sudah beberapa kali menjalin hubungan, tapi tak kunjung ada kepastian. Ada yang sudah melanglang buana kesana kemari, namun bertemu jodohnya pada usia yang sudah matang.

Jodoh bukankah suatu misteri?

Ada yang pacaran lama, ternyata nikahnya sama yang lain.

Ada yang selalu dirumah dan tidak pernah pacaran, eh pas ketemu langsung kepelaminan, ada yang sudah dekat sama yang lain, ternyata nikahnya sama yang dimasa lalu, bahkan uniknya ada yang pacarannya jauh-jauh, eh nikahnya sama tetangga sendiri.

Tidak ada yang tau perihal jodoh. Sebab bukan saya mencari dia, pun bukan dia yang mencari saya, namun jika sudah waktunya, maka Tuhanlah yang akan mempertemukan kita. Pada waktu, tempat dan suasana yang tepat.

Perihal jodoh, rezeki, hidup, mati sudah ada Tuhan yang mengaturnya. Maka tidak perlulah berkomentar dengan menyakiti perasaan oranglain. Dibanding memberikan komentar, lebih baik ikut membantu pejuang jodoh ini untuk bertemu dengan jodohnya. Dengan begitu, yang membantu dapat pahala, pejuang jodohpun berhasil dalam perjuangannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya