Sebuah cerita cinta yang terjadi karena dipisahkan oleh jarak menjadi sebuah cerita manis untuk selalu diingat, segala pengorbanan dan waktu yang dihabiskan tidak hanya menjadi sebuah kepercumaan bila kita yakin akan hubungan kedepannya.

Yang terpisah oleh jarak memberi pelajaran bahwa tak selamanya cerita indah hanya bagi para pecinta yang tidak dibatasi oleh jarak untuk saling bertemu dan dapat melepas rindu kapanpun. Fiersa Besari pernah menulis dalam lirik lagunya yang berjudul celengan rindu “Aku kesal dengan jarak yang sering memisahkan kita, hingga aku hanya bisa berbincang denganmu di whatsapp”. 

Advertisement

Memang jarak sangat menyebalkan apalagi bagi para bucin dan pasangan remaja, tapi cerita terpisahnya sebuah hubungan yang dipisahkan oleh jarak membuat sebuah hubungan akan mendapat pelajaran bagaimana jarak memberi ruang terhadap sebuah hubungan untuk dapat yakin dan percaya antar pasangan. Lalu apa kunci yang dalam sebuah hubungan yang terpisahkan jarak? Kepercayaan, setiap insan pasti diberi cobaan dalam hidupnya. 

Tidak hanya soal cinta, tapi juga tentang semua perjalanan kehidupannya pasti ada cobaan untuk mengetahui seberapa tangguh seseorang menghadapi masalahnya tersebut. Soal hubungan ujiannya adalah kepercayaan, bagaimana pasangan mampu melewati ujian tersebut.

Suatu cerita seorang wanita yang ditinggal pria idamannya untuk bekerja di negeri orang. Hubungannya sudah berjalan lebih dari 3 tahun mereka bangun, sedangkan bekerja di luar negeri merupakan salah satu impian si pria. Alhasil, merekapun harus berpisah dan menjalani hubungan jarak jauh. Seorang dewasa yang memiliki hubungan yang serius tidak layaknya seperti anak remaja yang menganggap sebuah hubungan jarak jauh menjadi kendala serius dalam hubungan mereka. 

Advertisement

Jarak akan memberikan sebuah ruang bagi pasangan yang menjalankannya. Ruang-ruang tersebut akan melatih pasangan untuk bisa saling percaya satu sama yang lainnya, imajinasikan jika pasangan berbeda jarak waktu yang cukup jauh seperti perbedaan hingga 6 jam. Pasangan akan belajar menghargai waktu dengan menentukan jam-jam berapa saja mereka memiliki waktu yang tepat untuk berkomunikasi. 

Ruang tersebut akan mengajarkan mereka untuk menghargai waktu pasangan mereka, dengan begitu tidak ada alasan untuk merusak hubungan hanya karena tidak memiliki banyak waktu untuk berkomunikasi. Janganlah egois, biarkan waktu yang mempertemukan kalian.

Belajarlah menghargai privasi, privasi menjadi salah satu alasan untuk membangun kepercayaan. Menghargai privasi pasangan sama dengan tidak mengganggunya dalam waktu sendirinya, hidup ini tidak melulu mengenai si pacar yang berada jauh disana tapi juga tentang dirinya yang sedang berjuang untuk mendapatkan kelayakan hidup di negeri orang.

Berikanlah pesan-pesan semangat kecil untuk sedikit meringankan bebannya. Pesan semangat akan menciptakan mood baik dihari itu, tanpa terkesan mencoba mengganggu pesan kecilmu akan memberinya sedikit titik rindu dihatinya. Pada waktu jenuhnya hadir ia pun tidak akan segan untuk menghubungimu terlebih dahulu. 

Semakin dewasa sebuah hubungan, semakin mereka menaruh rasa percaya satu sama lainnya dan mengurangi kadar cemburu mereka secara tidak langsung. Belajar berada dalam posisi yang tidak selalu bisa berdampingan mengajarkan bahwa mereka memiliki waktunya masing-masing tanpa melupakan memiliki kekasih idaman yang juga harus diberikan waktu yang kelak akan menghabiskan waktu bersama hingga menutup mata. 

Rasanya tanpa adanya kepercayaan satu dengan lainnya, hubungan jarak jauh yang tidak berlandasakan sebuah kepercayaan hanya akan membuat lelah. Lelah akan rasa rindu yang selalu menggebu, lelah akan menunggu waktu kapan sang pasangan akan kembali dan lelah menanti kapan bisa bergandeng tangan kembali. 

Hingga suatu saat nanti, kembalilah dan akan ada seseorang yang menyambutmu setelah perjalanan panjangmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya