Sejauh apa pun kau pergi, aku tetap akan setia menunggu hari berganti hari, sampai kau kembali. Selama apa pun kau mengejar mimpi, aku tetap akan menjadi pendukung paling pertama yang bangga pada setiap pencapaian yang kau punya. Percayalah sayang, aku tidak sedang membual, ini kenyataan. Aku ingin menjadi rumah tempatmu pulang, tempatmu menitipkan harapan, dan tempatmu bersandar.

Aku tahu harimu sering melelahkan, dengan segala hiruk pikuk kota yang begitu bergelimang, dengan segala ego dan kepentingan dari banyak orang. Sabarmu kerap diuji oleh beberapa orang, egomu sering terluka saat harus bersinggungan dengan berbagai kepentingan.

Advertisement

Kau sering bilang kalau kewalahan menghadapi mereka yang selalu merasa paling benar, dan hal yang bisa aku lakukan hanyalah mendengarkanmu dalam diam, lalu mengusap pundakmu agar kau bisa sedikit nyaman. Aku suka saat kau bercerita tentang harimu, karena itu berarti kau menganggap aku adalah bagian penting dari hidupmu.

Sayang, hidup memang tak selamanya mudah. Ada suka dan duka yang akan bergiliran kita rasakan. Pastikan kita akan selalu seiring sejalan dan tidak saling meninggalkan. Karena jika tak saling menguatkan, kita akan kalah dari kenyataan.

Tetap genggam tanganku saat aku mulai rapuh, peluk aku saat aku berjalan terlalu jauh, ingatkan aku saat kesombongan mulai merasuk dalam hatiku. Karena kamu, adalah partner hidup yang akan menjadi penyeimbang langkahku.

Advertisement

Rindu ini kerap kurang ajar, membuat dadaku sesak tak karuan. Ingin rasanya aku ada di sisimu sekarang, mengobati rindu yang tak bertuan. Ada cemas yang selalu datang, tiap kali kabar darimu tak lagi aku dengar.

Apa kau baik-baik saja? Apa di sana kau memikirkan aku juga? Pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu muncul di kepala. Menguji segala percaya, memastikan rasa yang kau punya masih sama.

Terkadang aku berpikir harus menunggumu berapa lama, karena terkadang aku lelah pada ketidak pastian rasa. Terkadang aku berpikir untuk menyerah saja pada rasa yang aku punya, karena aku kerap terluka oleh sikap acuhmu yang mungkin tak kau sengaja.

Tolong yakinkan aku bahwa penantianku ini tak akan sia-sia. Tolong pastikan kalau kau pun merasakan hal yang sama. Agar segala penantian yang aku perjuangkan tak berujung kecewa dan selesai begitu saja.

 


Kalau sudah pergi, jangan lupa pulang

Ada aku yang selalu menunggu kau datang

Ada rindu yang harus kita tuntaskan 

Ada peluk yang harus kau balas dekapan

Ada jemari yang harus kau genggam

Ada kita, yang harus tetap ada


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya