Ini bukan sulap. Bukan sihir. Tapi nyata ada dalam diri kita? Coba tebak, apa yang kurang dari kita? Kita cuma kurang satu 1 doang. Dan 1 itu ada pada diri kita. Bukan pada orang lain. Ya, katakan saja dalam hati. Kita cuma kurang 1 doang.

Emang apa sih 1 hal yang kurang pada diri kita?

Gak usah dijawab dulu. Pikirkan saja dan simpan dalam pikiran kita. Mengapa? Karena gara-gara cuma kurang 1 doang, kita udah merasa gagal. Merasa tidak berhasil. Lalu mencari “kambing hitam”. Menyalahkan orang lain. Berkeluh-kesah. Langsung gelisah, galau. Gara-gara cuma 1 hal doang, kita meng-klaim diri kita, tidak pantas untuk berhasil. Merasa gak pantas meraih yang kita impikan. Kok bisa sampe kayak gitu. Ciyan amat sih.

Sungguh, itu semua terjadi karena kita cuma kurang 1 doang. Apa itu?

Nanti ya jawabannya. Sadari aja dulu, gara-gara cuma kurang 1 doang, lalu kita bilang dalam hati, “Dimana Allah saat kita sedang sulit? Dimana Allah saat kita sedang sedih?”. Atau kita merasa, “Rencana Allah pada kita telah gagal?”.

Itu semua cara berpikir yang salah. Ingat ya, Allah tidak pernah gagal atas rencananya. Karena Allah pemilik alam semesta. Semua makhluk sangat bergantung pada Allah. Allah juga tidak dimana-mana. DIA ada di dekat kita. Masalahnya, kita mau atau tidak mendekat kepada-Nya.

Tertegunlah. Menunduklah. Apa yang kurang 1 doang dalam diri kita.

Apa sih yang kurang dalam diri kita? Sekali lagi, pikir saja dulu. Gak usah di jawab. Hanya karena 1 doang. Kok bisa, kita kuliah tapi belum selesai-selesai. Kok bisa kita belajar tapi sulit bisa mengerti. Kok bisa kita kerja tapi gagal terbebas dari kesulitan finansial. Kok bisa mencintai seseorang tapi ditolak.

Advertisement

Kok bisa pengen punya rumah tapi udah 10 tahun belum kebeli juga. Kok bisa punya rencana dan impian tapi gak berhasil menggapainya sampe sekarang. Sungguh, kita cuma kurang 1 doang.

Kok bisa kita sudah upayakan tapi belum mendapatkannya. Pasti ada yang salah dalam diri kita. Terlepas dari takdir Allah. Lalu, kita bilang lagi belum beruntung. Kita bilang belum jodoh. Ahhh, sudahlah. Terkadang kita memang banyak alasan. Ada aja yang diomong di saat kita tidak berhasil. Tidak pantaslah, tidak layaklah, belum waktunyalah Ahhh, alasan.

Jadi, apa dong yang cuma kurang 1 doang dari kita?

Sahabat. Apa yang kita jalani hari ini, apa yang kita tekuni hari ini adalah PILIHAN kita. Bukan pilihan orang lain. Bukan pula pilihan Allah. Apapun masalahnya, hari ini kita sedang berdiri di dunia kita, di pilihan kita. Kuliah pilihan kita, belajar pilihan kita. bekerja pilihan kita. Pengen itu, pengen ini juga pilihan kita. Bukan pilihan siapa-siapa.

Kalo kita belum berhasil. Belum mampu mewujudkannya, karena kita cuma kurang 1 doang. Sama sekali tidak benar, kalo hari ini kita merasa bosan. Merasa jenuh dan putus asa. Gak pantas kita mengeluh, apalagi jengkel. Gak pantas kita malas. Gak pantas kita terlalu cepat berpikir negatif. Karena kita cuma kurang 1 doang.

Iya tahu, jadi apa yang kita cuma kurang 1 doang itu?

Oke, oke. Saya akan kasih tahu jawabnya. KITA HANYA KURANG 1 DOANG, yaitu KESUNGGUHAN. Kita sering tidak sungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan kita. Banyak yang kita lakukan sambil lalu. Setengah hati, tidak sepenuh hati.

Kita kurang BERSUNGGUH-SUNGGUH memberikan perhatian pada segala sesuatu yang sedang kita lakukan. Ingat, jika kita bersungguh-sungguh, mereka pun akan sungguh-sungguh. Kalo kita sungguh-sungguh, Allah pun sungguh-sungguh. Karena kita tidak sungguh-sungguh, maka kita sering kecewa dan tidak mendapat apa-apa. Kata hukum sebab akibat, hasil yang baik sangat bergantung pada kesungguhan kita.

Sudah ya, jawabannya. Kita cuma kurang 1 doang. KESUNGGUHAN, itu saja. Maka lakukanlah segalanya dengan sungguh-sungguh. Seperti kata Ahmad Fuadi, “Man Jadda Wajada: Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.” Apapun, kerjakan saja dengan sungguh-sungguh. Mulai saja dari diri kita sendiri dan mulai sekarang.

Kalo udah sungguh-sungguh, baru nanti kita lengkapi denganMan Shabara Zhafira: Siapa yang sabar akan beruntung” danMan Saara Ala Darbi Washala: Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan.”.

Ciamikk, salam kesungguhan !! #BelajarDariOrangGoblok