Pernahkah kamu peduli terhadap seseorang, tapi tidak dibalas dipedulikan? Pernahkah kamu mencintai seseorang, tapi tidak dibalas dicintai?.Hingga dia meninggalkanmu seolah kamu tak berharga. Cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan. Menyesakan dada. Membuat kita mulai meragukan kemampuan diri sendiri. Meragukan harga diri sendiri. Hingga terbesit pertanyaan-pertanyaan yang terus berputar di dalam benak kita.


Apa yang salah denganku?

Advertisement

Apa aku tidak cukup baik?

Apa aku kurang begini dan begitu?


Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah

Advertisement


Tidak. Tidak ada yang salah denganmu. Kamu sudah cukup baik.


Lalu kenapa dia berpaling darimu jika memang kamu sudah cukup baik? Kamu sudah menjadi wanita anggun, baik hati, mandiri, memberikan kasih sayang tulus padanya. Tapi dia tetap tidak memperdulikanmu. Memperlakukanmu seolah kamu tak ada harganya. Berpaling darimu tanpa perasaan menyesal dalam hatinya. Hingga kamu bertanya dalam hatimu.


Apakah aku memang tidak berharga?


Penghargaan orang lain terhadap diri kita memang sering kita jadikan patokan untuk menilai diri. Jika ada seseorang memperlakukan kita berharga, kita akan merasa berharga. Jika seseorang itu mengabaikan kita, kita merasa seolah tak ada artinya di dunia. Tanpa sadar, apa yang dikatakan orang lain sering kita berikan ruang lebih untuk mendefinisikan diri kita. Padahal belum tentu apa yang mereka katakan benar. Belum tentu apa yang mereka pikir tentang diri kita adalah benar.

Sebenarnya, kitalah yang paling tahu siapa diri kita. Namun, jika di dalam hati sudah menganggap diri sendiri tidak berharga. Setiap kata atau perlakuan orang pada kita yang mencerminkan bahwa kita tidak berharga, kita akan menerimanya. Mempercayai bulat-bulat. Padahal belum tentu semua itu kebenaran.

Jika memang kamu sudah menjadi wanita yang baik untuknya, tapi dia tetap mengabaikanmu.


Mungkin memang kamu bukanlah yang dia butuhkan.


Bukan kamu sosok yang dia cari selama ini. Ibarat ada seorang yang ingin membeli emas lalu ditawari berlian. Meski berlian itu luar biasa indah, menawan, anggun, dan berkelas. Namun jika bukan itu yang dia butuhkan, dia pun bisa berpaling darinya. Mengabaikannya seolah batu yang tak ada harganya.


Lalu, apakah menjadi "yang tidak dia butuhkan" menjadikan kamu tidak berharga?

Jawabannya TIDAK.


Kamu tetaplah sosok yang berharga. Sosok unik yang hanya ada satu di dunia ini. Meski berbeda dengan emas, berlian punya kualitas yang berbeda yang patut untuk dikagumi dan dihargai. Namun dihadapan seseorang yang mencari sosok lain, mungkin kualitas-kualitas itu tidak dia sadari. Karena dia membutuhkan yang lain.

Jika dia meninggalkanmu, relakanlah. Lepaskanlah. Memaksakan bersama jika tidak saling membutuhkan hanyalah menambah luka di hati pada akhirnya. Hanya ingatlah satu hal.


Kamu tetap seorang yang berharga dan berkualitas. Meski dia tak mampu melihat itu ada pada dirimu.


Janganlah kamu bersedih dan melupakan kualitas-kualitas yang ada pada dirimu. Hingga rela disentuh oleh mereka yang tak pantas untukmu. Menurunkan hargamu hanya demi kata "laku". Kamu hanya perlu mencari seorang yang membutuhkanmu. Seseorang yang mampu melihat keindahan dalam dirimu. Memahami betapa berharganya dirimu. Seseorang yang ingin menjaga kamu dengan segenap hatinya. Mungkin belum kamu temukan saat ini. Tapi percayalah, seseorang itu ada. Beri penantian waktu lebih lama lagi.

Hingga seseorang itu datang, indahkanlah dirimu. Jagalah dirimu. Hargailah dirimu. Cintailah dirimu. Jangan biarkan sembarang hati memilikimu. Ijinkan hanya dia yang se-berkualitas kamu, masuk dalam hati dan hidupmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya