Kebebasan Bermedia dan Pengaruhnya

Pengaruh dari kebebasan bermedia


Kebebasan pers atau biasa dikenal dengan freedom of the press ialah kebebasan manusia dalam berkomunikasi dan berekspresi melalui media massa, baik itu media cetak hingga media elektronik.


Advertisement

Kebebasan pers ini menjadi salah satu bentuk demokratisasi, sebab dengan kebebasan pers tentunya media massa dimungkinkan untuk menyampaikan beragam informasi sehingga dapat memperkuat dan mendukung warga negara untuk berperan di dalam demokrasi atau disebut civic empowerment. Dengan demikian tujuan dari kebebasan pers untuk menigkatkan kualitas demokrasipun tercapai.

Dalam jurnal Kebebasan Pers dan Hak Publik, (Adinegoro,1961: 60) menjelaskan pengakuan dan perlindungan atas hak untuk bebas dari pengaruh atau tekanan penguasa sudah dimulai sejak deklarasi Magna Charta (1215). Kebebasan ini mengacu pada tidak adanya campur tangan dari pemerintah atau negara maupun elemen masyarakat lain, baik secara individu ataupun kolektif dalam memberikan, menerima, mengakses hingga mengelola informasi dan secara konstitusional keberadaanya dilindungi oleh negara.

Kebebasan pers dapat dilihat dari teori pers bebas (libertarian). Pers bebas ini lahir dari rahim libertarian, yang dimana kebebasan individu dijadikan sebagai hak asasi. Sama hal nya dengan kebebasan pers, pers bebas (libertanian) ini menekankan pada penolakan intervensi pemerintah atau penguasa dalam memberikan informasi kepada khalayak. Libertanian ini menjadi mitra yang sejajar dengan pemerintah dalam memajukan kesejahteraan (kebebasan).

Advertisement

Meskipun demikian, kebebasan pers ini tidak sesuai dengan praktiknya. Pada dasarnya kebebasan pers ialah kebebasan kita sebagai rakyat, jurnalis ataupun pengguna media untuk beropini, berpendapat, berekspresi, juga menerima dan memberi informasi. Namun pada kenyataanya, ada saja kritik, saran ataupun opini yang masih di intervensi oleh berbagai pihak. Hal tersebut juga di dukung dengan adanya UU ITE / pasal karet.

Konsep kebebasan pers sendiri juga sering berbenturan dengan hak-hak individu, seperti reputasi personal, privasi dan juga isu-isu krusial mengenai keamanan nasional. Dengan memiliki media dan adanya kebebasan pers dapat membuat kita menjadi citizen journlism, kita dapat membuat berita yang terjadi di sekeliling kita dan disebarkan dalam berbagai platform media sosial yang kita miliki. Pada dasarnya hal tersebut merupakan hak kita dalam bermedia, kebebasan yang kita miliki dalam bersosial media dan membuat suatu konten. Tetapi disamping itu berbenturan dengan hak seseorang atas privasi yang ia miliki.

Advertisement

Hadirnya citizen journalism juga membawa 2 sisi, dimana dapat terjadi penyebaran berita hoax hingga menyebabkan propaganda akibat informasi dari seseorang yang tidak bertanggungjawab. Sisi lainnya dengan adanya citizen journalism ini justru menjadi cara jitu yang memudahkan rakyat dalam mengungkap hal-hal yang ingin di ungkap, hal ini disebabkan oleh media yang sangat berpegaruh. Media dapat dengan cepat menyita perhatian masyarakat terhadap suatu isu.

Kebebasan pers ini juga diatur dalam UU No 40/1999, dimana media massa memiliki kebebasan untuk menginformasikan berita-berita faktual, hiburan, pendidikan, kontrol sosial, dan lain-lain. Hal ini membuat media massa berlomba dalam memikat hati para rakyat untuk menjadikan rakyat sebagai audience tetapnya. Salah satu langkah kongkret untuk memikat audience ialah dengan media online atau terjaring internet, sebab media online memungkinkan audience untuk mengakses infromasi kapanpun dan dimanapun.

Meskipun demikian, tidak dapat di pungkiri bahwa kebebasan dalam bermedia ini juga membawa dampak buruk. Sebagai contoh dapat kita lihat dari berbagai situs online dengan konten vulgar yang mudah diakses oleh berbagai lapisan, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga orang tua yang juga dari berbagai kalangan, baik itu buruh, pekerja sosial maupun kalangan akademisi.

Kebebasan dalam media online kadangkala juga di manfaatkan oleh beberapa pihak untuk menjadi kepentingan pribadinya yang membawa dampak negatif. Dapat kita lihat dari situs-situs hingga platform-platform game online yang mementingkan komersil sehingga tidak peduli atas konten iklan yang diterimanya. Konten iklan tersbut biasanya berisi tentang penawaran judi/slot yang tentunya dapat membuat generasi-generasi rusak. Sama hal nya dengan situs atau platform menonton film yang illegal.

Tidak hanya itu, generasi juga dapat rusak dengan adanya kebebasan media online akibat pihak tidak bertanggungjawab yang membuat situs berita hingga menulis berita yang membawa paham radikal. Jika kita audience tidak memiliki literasi digital dan bukan seseorang yang kritis atau dalam kata lain selalu menelan informasi mentah-mentah, tentunya hal ini akan membawa pengaruh besar bagi kita. Seperti kehilangan jati diri, menormalisasi atau mewajarkan hal yang tidak masuk akal, dan sebagainya.

Pada dasarnya kebebasan bermedia / kebebasan pers memiliki nilai positif dan negatif yang sangat subjektif, tergantung dari cara pandang kita dan cara kita memanfaatkan media tersebut. Dampak positif dari media yakni dapat mengedukasi, menjadi wadah hiburan, menjadi kontrol sosial dimana media dapat mempengaruhi berbagai pihak. Semua hal tersebut harus diimplementasikan secara proposional, faktual, tidak memihak manapun dan mencerdaskan agar fungsi dari media dapat berjalan sesuai mestinya. Karena tidak sedikit tangan user tidak bertaggungjawab yang membuat media tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya sehingga hal inilah yang menyebabkan dampak negatif.

Maka dari itu, kebebasan bermedia menjadi hal yang perlu kita perhatikan lagi. Kita perlu untuk memahami kebebasan dalam bermedia sesungguhnya. Ada kalanya kita bebas dalam membuat informasi namun kita perlu mengetahui batasan kita, kita perlu memiliki toleransi dan memiliki kepekaan yang tinggi akan hak dan kewajiban kita dalam menjaga privasi seseorang. Dalam bermediapun kita dibebaskan untuk memberi opini, kritik, ataupun saran, namun perlu di ingat bahwa hal tersebut harus dilakukan dengan etika.

Etika dalam bermedia disebut dengan etika media, yakni suatu hal yang dapat membuat para jurnalis dan orang-orang yang menggunakan media dapat menentukan bagaimana mereka harus bersikap etis dalam menjalani peran dan pekerjaan mereka.


Kebebasan pers, kebebasan media dan etika merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan.


Oleh karena itu, kebebasan bermedia dan etika bermedia harus terus diimplementasikan secara bersamaan. Tidak bisa hanya salah satu dari keduanya yang berjalan. Jika hanya ada kebebasan pers maka semua akan merasa benar sebab adanya rasa memiliki hak atas media yang ia punya sehingga hak-hak atau privasi orang lain menjadi hilang. Tanpa adanya etika media juga dapat membuat kekacauan hingga terjadi peperangan sebab isu tidak mendasar yang tersebar luas dengan cepat begitu saja.

Begitupun dengan jurnalis, ia harus memiliki etika dalam bermedia. Informasi yang diberikan kepada publik harus faktual. Tidak hanya mementingkan profit sehingga berita dan iklan yang terpampang justru tidak sesuai dengan yang seharusnya. Kode etik yang dimilikinya harus diimplemntasikan sebaik mungkin sehingga fungsi, tugas, ataupun peran media terlaksana dengan baik dan berjalan proposional. Dengan demikian, jika semua bagian berjalan dengan baik maka dampak negatif dalam bermedia akan berkurang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE