Kopi bukan lagi sekedar milik sang pakar. Belakangan banyak bermunculan ahli minuman berkafein tinggi ini secara dadakan. Gaya hidup ini memang sedang keren-kerennya dimata kaum urban. Tak perlu waktu lama untuk jadi seorang ahli. Cukup diterpa trend, lalu jadilah pakar kopi. Ibarat kata Raditya Dika “ngopi dulu, kalo gak ngopi gak wuuu”.

Kebiasaan minum kopi ini sebenarnya sudah lama ada di Indonesia. Namun, menjadi tren yang mulai happening sekitar tahun 2014. Ditambah dengan munculnya buku Filosofi Kopi karya Dee Lestari yang kemudian diadaptasi menjadi film. Diperkirakan itu merupakan faktor utama munculnya Kebiasaan ngopi. Ditambah Chiko Jeriko sebagai tokoh imajinasi bartender Coffee Shop, dengan brewok sehitam kopi dan rambut gondrongnya nan mumpuni.

Advertisement

Fenomena tren ini bisa dilihat dari maraknya bermunculan kedai-kedai kopi. Mulai dari yang berkonsep tradisional, café, sampai kedai-kedai bernuansa modern. Misalnya, tahun 2017 tercatat 1.200 kedai kopi di Jogja dan sekitarnya. Data ini diambil pada portal Jogja.Co. ini bahkan sangat menjanjikan  bagi para milenial untuk memulai usaha dengan peluang bisnis tinggi.

Membangun citra diri di era ini sangat penting. Dengan seringnya kaum urban “nongkrong” dikedai kopi, selain terihat sangat indie juga mampu menaikkan status sosial. Mengunggah foto dan video keseharian di Instagram Story agar tampak indah nan estetik. Masyarakat urban yang bersifat haus akan perhatian juga mampu mendapatkan pengakuan dengan  tren ngopi cantik ini.

Namun tak sepenuhnya kebiasaan kaum urban nongkrong di kedai dan kafe kopi itu buruk. Banyak keuntungan yang didapat dengan kebiaasaan ini. Jika kita timbang-timbang dengan baik dan saksama, maka pola hidup ini tak sepenuhnya merugikan. Bahkan ada banyak manfaat yang bisa diambil untuk diri sendiri.

Advertisement

Mengingat rutinitas kaum urban setiap harinya selalu sibuk. Banyak beban yang dipikirkan dalam ruang kepalanya. Beban kehidupan, pekerjaan, tugas kuliah, cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan ini, itu, belum lagi masalah jodoh, nikah, dan lain-lain.  tentu butuh untuk menenangkan diri. Kopi menjadi salah satu penyalur stress yang efektif. Kandungan kafein di dalam kopi dan aromanya saat diseduh mampu menenangkan pikiran sang oknum yang sedang dilanda stress.

Seperti yang dituliskan dalam kompas.com, sebuah studi dalam World Journal of Biological Psychiatry dengan meminum 2-3 gelas kopi hitam rendah gula sehari mampu menjadi obat pereda stress. Bahkan mempu angka bunuh diri akibat serangan depresi. Dengan kopi rendah gula beberapa tipe kanker dan diabetes bisa dilawan. Dan mampu meningkatkan daya ingat peminumnya.

Semakin maraknya kedai kopi saat ini bukan hanya kualitas barang saja yang dipikirkan. Fasilitas pendukung yang mumpuni juga menjadi pertimbangan. Memang, kaum urban bukan hanya mengincar rasa kopi yang autentik. Namun ada niatan lain pula dibelakangnya. Seperti pelengkap Wifi dan kenyamanan tempatnya yang menjadi faktor utama.

Ya, seperti yang kita tahu. Kaum urban dengan mobilitas kehidupan tinggi pasti butuh tempat tenang untuk menenagkan pikiran. Tempat yang Unik untuk menemukan ide-ide kreatif. Dan tempat yang segar untuk mengerjakan tugas kuliahnya agar tidak suntuk dan bosan. Atau sekedar tempat berkumpul bersama teman untuk membicarakan hal-hal ringan hingga berat.

Selain itu, temapt yang asik juga sangat dibutuhkan setiap orang. Kedai kopi tak hanya sebagai tempat ngopi semata. Saat ini pengalih fugsian kedai kopi sebagai tempat mencari inspirasi. Tempat berkumpul bersama teman. Tempat untuk melaksanaan rapat pekerjaan dan kuliah. Multifungsi dari kedai kopi dan Coffee shop saat ini sangat menguntungkan banyak umat yang membutuhkannya.

Faktor koneksi internet juga sangat mendukung keberlangsungan kenyamanan kegiatan “nongkrong”. Wifi  gratis dengan kecepatan koneksi internet merupakan kunci kesuksesan dari keberhasilannya sebuah kedai kopi. Karena memang kaum urban yang tak dapat lepas dari hubungan eratnya dengan internet. Melihat banyaknya fungsi dari kedai kopi hingga coffee shop ini. Maka wifi memang  patut dicap sebagai kebutuhan primer setiap kaum urban.

Tak lupa, sirkulasi udara yang baik juga mempengaruhi kebetahan pecinta kopi lama maupun baru. Entah itu AC (Air conditioner) atau AC (Angin Cepai-cepoi) juga sangat dibutuhkan. Tempat yang adem koneksi internet kencang. Tak lupa ditemani kopi yang enak mampu menghilangkan ke riwehan kehidupan sejenak.

Foto-foto cantik. minum kopi. Atau sekedar melamun ria sembari menikmati suasana kedai dan aroma kopi yang menyelimuti ruangan penuh merupakan gaya hidup kaum urban sekali.

Selain itu juga kebiasaan nongkrong minum kopi kaum urban ini sangat bisa diapresiasi. Mengingat Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar di dunia. Selain “nongki” cantik juga ikut untuk melestarikan kopi-kopi Indonesia. Terserah apa itu jenis kopinya. Manfaat lain juga mampu membantu untuk menyejahterakan para petani kopi di Indonesia. Produksi kopi yang meningkat akibat permintaan konsumen yang tinggi pula.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya