Bedanya Kepo dan Peduli yang Perlu Kamu Tahu. Biar Nggak Salah Sangka Melulu

kepo peduli beda tipis


A: “Ih, jadi orang kepo banget sih~”

Advertisement

B: “Yee, bukan kepo, tapi peduli.”


Perilaku kepo selalu bikin gerah. Nggak peduli bagi mereka yang tinggal di khatulistiwa ataupun di kutub utara. Apalagi kalau kita sendiri yang dijadikan korban kekepoan orang-orang sekitar. Gerah sampai keringat berkucuran, dehidrasi bisa-bisa.

Banyak dari mereka yang kepo membela diri sebagai bentuk kepedulian dengan sesamanya. Makanya mereka akan bertanya-tanya hingga yang paling detail, agar mereka tahu jelas, tidak ada informasi yang tertinggal, apalagi hilang. Tapi buat apa tahu sampai detail begitu? Untuk bikin majalah gosip se-RT?

Advertisement

Bukan begini caranya peduli dengan orang lain. Bentuk peduli sendiri juga macam-macam. Salah satunya, peka saat orang lain punya masalah. Berusaha membantu hanya ketika diminta, atau memberikan moral support, bukan ditanya-tanya melulu. Bisa juga dengan menjaga jarak untuk tidak heboh bertanya-tanya, apalagi sambil menggali informasi sampai dasar segitiga Bermuda.

Mungkin bukan masalah besar bagimu, karena memang begini sifat manusia. Mengumpulkan potongan-potongan informasi untuk melengkapi puzzle data di otak. Kalau nggak lengkap kayanya susah tidur gitu.

Tapi ini adalah masalah bagi kami, apalagi kami yang sangat menghargai privasi. Yaa, mohon maaf, kami bukan selebriti atau anggota keluarga kerajaan yang harus terus digali kesehariannya. Informasi tentang masalah kami pastinya tidak akan laku dijual di majalah gosip manapun.

Lagipula apa faedahnya kepo? Apa gunanya kamu tahu dasar permasalahan kami? Membantu menyelesaikan masalah juga tidak. Menambah keribetan, iya banget.

Apa gunanya juga informasi ini? Dijual tidak laku, disimpan juga tidak ada gunanya kan untukmu? Apakah dengan ketidakadaan informasi ini, lantas kamu jadi megap-megap kekurangan oksigen? Tidak juga kan. Kamu bisa tetap hidup seperti biasanya.

Sebagai bahan gibah? Merasa dengan adanya informasi ini, kamu akan menjadi yang terdepan dalam menghadirkan berita lokal? Maaf, bagaimana kalau posisinya kita balik sebentar?

Pernah nggak dibayangkan rasanya memiliki masalah besar nan-pelik, lalu mencari teman cerita untuk berbagi keresahan. Tidak lama berselang tiba-tiba teman-teman satu gedung kantor, tetangga, bahkan keluarga yang tinggal di seberang lautan juga tahu masalah kita. Apakah menyenangkan? Masalah tidak selesai, tambah sakit kepala iya.

Peduli tidak kepo, dan kepo bukan peduli. Kalau memang peduli, jadilah sahabat bagi kami, berusaha membantu dengan tahu di mana batasan-batasan yang tidak bisa dilangkahi. Tapi, kalau kamu malah datang untuk mencari bahan cerita, silahkan keluar. Thank you, next.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Spilling irregular ideas through words

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE